Peace Hunter
Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
"Aku minta tolong kepadamu untuk ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho kali ini," ucap Duke Louis.
Aku sedikit terkejut dengan perkataan Duke Louis. Aku tidak menyangka kalau aku akan dimintai tolong untuk ikut ekspedisi di pegunungan Orokho. Dulu saat aku masih menjadi murid tahun pertama di akademi, aku pernah ditawari untuk ikut ekspedisi di pegunungan Orokho oleh komandan Asier. Komandan Asier melihat aku bisa menggunakan teknik pembunuh naga jadi dia mengajakku untuk membunuh naga yang asli di pegunungan Orokho.
Komandan Asier waktu itu menyebut ’naga es’ yang tinggal di pegunungan Orokho, bukan ’makhluk yang menyerupai naga es’ seperti yang dikatakan oleh Duke Louis dan Duchess Arlet beberapa waktu yang lalu. Saat itu, sepertinya komandan Asier hanya mempercayai rumor-rumor yang beredar kalau ’naga es’ tinggal di pegunungan Orokho. Dia belum pernah pergi ke pegunungan Orokho jadi dia tidak tahu sebenarnya disana ada apa.
Sementara Duchess Arlet, beliau pernah pergi kesana. Beliau tentu tahu makhluk apa yang sebenarnya tinggal disana. Maka dari itu beliau tidak segan-segan langsung menyebut makhluk itu sebagai ’makhluk yang menyerupai naga es’ bukan ’naga es’. Itu berarti sosok makhluk itu merupakan makhluk dari ras atau entitas lain yang mirip dengan naga es.
Sementara itu, setelah Duke Louis meminta tolong kepadaku, kini giliran Duchess Arlet yang meminta tolong kepadaku.
"Aku juga minta tolong kepadamu, Rid. Tolong ikut dalam ekspedisi kali ini. Kami membutuhkan kekuatanmu untuk mengalahkan ’makhluk’ yang tinggal di pegunungan Orokho,"
"Dalam ekspedisi kali ini, selain memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di pegunungan Orokho sehingga membuat banyak hewan buas dan monster yang turun, kami juga berniat untuk mengalahkan ’makhluk’ itu. Aku ingin membalaskan dendamku terhadap ’makhluk’ itu karena telah mengalahkanku dan membantai orang-orang yang ikut dalam ekspedisi saat itu. Tetapi aku sadar diri, aku tidak cukup kuat untuk mengalahkan ’makhluk’ itu. Bahkan, meski seluruh anggota San Lucia bergabung dan ikut dalam ekspedisi ini, aku yakin kalau itu masih tidak cukup untuk bisa mengalahkan ’makhluk’ itu. Karena itu, kami butuh kekuatanmu, Rid. Kamu yang sebelumnya pernah melawan tuan Remy yang kami semua tidak bisa lawan, pasti bisa mengalahkan makhluk itu," ucap Duchess Arlet.
Aku hanya terdiam setelah mendengar perkataan Duchess Arlet. Meski Duchess Arlet memujiku seperti itu, aku tidak langsung menanggapi perkataannya. Aku tidak langsung menanggapi perkataan Duchess Arlet karena aku sedang memikirkan perkataan Duchess Arlet barusan. Duchess Arlet lagi-lagi menekankan kata ’makhluk’ kepada sosok yang tinggal di pegunungan Orokho dan bukan memakai kata ’naga’ ataupun ’naga es’. Semakin membuktikan kalau ’makhluk’ yang tinggal di pegunungan Orokho itu bukanlah ’naga es’ asli melainkan sosok ras atau entitas lain yang wujudnya menyerupai naga es.
Tetapi itu hanya opiniku saja, untuk lebih jelasnya alangkah baiknya aku bertanya langsung tentang ’makhluk’ itu kepada Duchess Arlet dan Duke Louis. Sebelumnya, ketika aku mendapat peringatan dari Duke Louis dan Duchess Arlet soal larangan untuk pergi ke pegunungan Orokho karena ada ’makhluk yang menyerupai naga es’ itu, aku memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut meskipun aku sendiri penasaran. Tetapi sekarang, karena aku dimintai tolong untuk ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho untuk mengalahkan ’makhluk itu’, sepertinya tidak ada salahnya jika aku meminta penjelasan detail soal ’makhluk’ itu kepada Duke Louis dan Duchess Arlet.
Tetapi sebelum aku meminta penjelasan detailnya, aku memilih untuk menerima permintaan mereka terlebih dahulu.
"Baiklah, paman Louis, bibi Arlet, aku akan ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho," ucapku.
Duke Louis dan Duchess Arlet nampak senang setelah mendengar perkataanku.
"Terima kasih karena telah menerima permintaan kami, Rid," ucap Duke Louis.
"Terima kasih, Rid," ucap Duchess Arlet.
"Sama-sama, paman Louis, bibi Arlet," ucapku.
Alasanku menerima permintaan Duke Louis dan Duchess Arlet karena selama ini aku selalu diperlakukan dengan baik oleh Duke Louis, Duchess Arlet dan seluruh keluarga San Lucia lainnya. Jika mereka meminta tolong kepadaku, sudah pasti aku akan membantu mereka. Tidak peduli permintaan apapun itu, aku pasti akan membantu mereka apabila aku sanggup. Ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho merupakan permintaan yang bisa aku sanggupi. Aku bisa menjadikan ekspedisi ini sebagai latihan terakhir sebelum nanti aku dilantik menjadi komandan prajurit yang baru dan berpergian ke kerajaan atau negara lain.
Selain itu, dulu aku juga pernah berjanji kepada Irene untuk membantunya mengalahkan ’naga es’ yang telah mengalahkan Duchess Arlet. Meski sekarang bisa dibilang kalau sosok yang mengalahkan Duchess Arlet bukanlah ’naga es’ melainkan makhluk lain, janji tetaplah janji. Aku akan membantu mengalahkan makhluk itu, maka dari itu aku menyetujui untuk ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho.
Setelah menerima permintaan Duke Louis dan Duchess Arlet, selanjutnya aku ingin meminta penjelasan detail soal ’makhluk yang menyerupai naga es’ yang ada di pegunungan Orokho yang sebelumnya pernah disebut oleh Duke Louis dan Duchess Arlet. Tetapi ketika aku ingin berbicara untuk meminta penjelasan itu, tiba-tiba Irene telah lebih dulu berbicara.
"Ayahanda, ibunda, aku juga ingin ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho. Jika Rid ikut dalam ekspedisi itu, maka aku ingin ikut juga," ucap Irene.
Duke Louis dan Duchess Arlet nampak terkejut setelah mendengar perkataan Irene, sementara aku hanya bersikap biasa saja karena aku memang sudah tahu kalau jika ada ekspedisi ke pegunungan Orokho kembali, Irene akan ikut dalam ekspedisi itu.
"Apa!? Kamu ingin ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho?!," tanya Duke Louis yang masih terkejut.
"Iya," ucap Irene.
"Apa kamu tidak tahu kalau ekspedisi ke pegunungan Orokho merupakan ekspedisi yang berbahaya?," tanya Duke Louis.
"Aku tahu, ayahanda. Aku tahu betapa berbahayanya ekspedisi itu. Aku tahu berapa banyak korban yang sudah tewas karena ekspedisi itu, salah satunya adalah orang-orang yang ikut dalam ekspedisi bersama ibunda, mereka semua tewas dengan kondisi yang mengenaskan. Bahkan ibunda sendiri terluka parah dan mengalami ’Frozen Sleep’ karena ekspedisi itu,"
"Aku tahu betapa berbahayanya ekspedisi itu, ayahanda. Tetapi aku tetap ingin ikut dalam ekspedisi itu," ucap Irene.
Setelah mendengar perkataan Irene, Duke Louis nampak tidak ingin menyetujui keinginan Irene itu. Itu semua terlihat dari wajahnya.
"Aku tidak bisa, aku tidak bisa mengizink-,"
Sebelum Duke Louis menyelesaikan perkataannya, Duchess Arlet tiba-tiba memotong perkataan Duke Louis.
"Tunggu sebentar, sayang. Biar aku saja yang berbicara dengan Irene," ucap Duchess Arlet.
Duke Louis pun terdiam sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Duchess Arlet. Setelah itu, Duchess Arlet pun mulai berbicara dengan Irene.
"Irene, kamu bilang kamu ingin ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho?," tanya Duchess Arlet.
"Iya, ibunda," ucap Irene.
"Apa alasannya?," tanya Duchess Arlet lagi.
"Aku ingin mengalahkan ’makhluk’ yang telah mengalahkan ibunda sebelumnya sekaligus yang telah membuat iklim di pegunungan Orokho serta di wilayah San Lucia menjadi dingin. Aku ingin mengalahkan ’makhluk’ itu dan membuat iklim di wilayah San Lucia kembali seperti semula karena itu merupakan impianku," ucap Irene.
Duke Louis dan Duchess Arlet kembali terkejut setelah mendengar perkataan Irene. Sementara aku justru penasaran dengan pemilihan kata yang digunakan Irene. Dulu, Irene menggunakan kata ’naga es’ untuk sosok yang tinggal di pegunungan Orokho, tetapi sekarang dia menggunakan kata ’makhluk’. Sepertinya Irene sudah tahu tentang sosok sebenarnya yang tinggal di pegunungan Orokho. Mungkin Duke Louis dan Duchess Arlet sudah memberitahukannya soal itu kepada Irene. Tetapi Irene tidak pernah membahas tentang hal itu kepadaku.
"Kamu ingin mengalahkan makhluk yang ada di pegunungan Orokho itu?," tanya Duke Louis yang masih terkejut.
"Iya," ucap Irene.
"Itu mustahil, Irene. Mustahil kamu bisa mengalahkan makhluk itu. Ibumu saja yang merupakan anggota keluarga San Lucia terkuat saja tidak mampu mengalahkannya. Bahkan meski dia sudah menggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia, dia masih tidak bisa mengalahkan makhluk itu. Jadi mustahil bagimu untuk bisa mengalahkan makhluk itu, Irene," ucap Duke Louis yang terlihat masih tidak ingin Irene ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho.
"Meski begitu, aku tetap ingin ikut ekspedisi itu, ayahanda," ucap Irene.
"Irene!!," ucap Duke Louis.
Duke Louis terlihat mulai marah kepada Irene karena Irene terus memaksa untuk ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho. Sementara itu, disaat Duke Louis mulai marah, Duchess Arlet langsung menenangkan Duke Louis.
"Tenanglah, sayang. Aku tahu kamu tidak mau Irene ikut karena kamu tidak mau terjadi apa-apa kepada Irene. Meski begitu, bukan berarti kamu harus memarahi Irene agar dia tidak mau ikut," ucap Duchess Arlet.
Duke Louis pun terdiam setelah mendengar perkataan Duchess Arlet. Duke Louis pun juga terlihat sudah kembali tenang dan tidak marah lagi.
"Kamu terlalu protektif kepada Irene, sayang. Tetapi aku pikir itu wajar karena kamu yang paling lama menjaga dan merawat Irene, apalagi ketika aku masih tertidur karena efek ’Frozen Sleep’,"
"Namun saat ini Irene sudah dewasa, kasian Irene jika kamu masih terlalu protektif kepadanya. Biarlah Irene menentukan pilihannya sendiri, seperti sebelumnya ketika dia ingin ikut bersama Rid dalam mewujudkan impiannya. Yah meski aku memberikan syarat kepada Irene agar dia bisa ikut dengan Rid, tetapi aku akan memperbolehkannya apabila syarat itu terpenuhi,"
"Saat ini pun juga sama, biarlah Irene yang menentukan pilihannya sendiri. Biarkan saja jika dia ingin ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho. Aku tahu kalau kamu khawatir dengannya karena kamu merupakan ayahnya, aku sebagai ibunya pun juga khawatir. Tetapi kita tidak bisa selalu melarang Irene yang sudah menentukan pilihannya itu, apalagi sekarang dia sudah dewasa. Dia berhak menentukan pilihannya sendiri," ucap Duchess Arlet.
Duke Louis hanya terdiam saja setelah mendengar perkataan Duchess Arlet. Wajahnya terlihat kecewa, entah itu kecewa pada diri dia sendiri karena terlalu protektif kepada Irene atau karena hal lain. Sementara itu, setelah memberikan penjelasan kepada Duke Louis, Duchess Arlet lalu menoleh ke Irene.
"Irene," ucap Duchess Arlet.
Irene pun langsung menoleh ke arah Duchess Arlet setelah mendengar namanya disebut.
"Aku terkesan dengan impianmu itu, Irene. Aku terkesan kamu ingin mengalahkan makhluk yang telah mengalahkanku. Rasanya seperti kamu ingin membalas dendam untukku. Tetapi..... makhluk yang ada di pegunungan Orokho itu bukan makhluk yang bisa dikalahkan dengan mudah. Makhluk itu adalah monster yang bisa mengendalikan wilayah pegunungan Orokho sesuka hatinya," ucap Duchess Arlet. 𝙛𝒓𝓮𝙚𝔀𝒆𝒃𝓷𝒐𝓿𝙚𝓵.𝙘𝒐𝒎
Aku dan Irene pun terkejut setelah mendengar perkataan Duchess Arlet. Sebelumnya aku hanya mengetahui kalau makhluk yang ada di pegunungan Orokho adalah ’makhluk yang menyerupai naga es’, tetapi sekarang aku mendapatkan informasi tambahan kalau makhluk itu bisa mengendalikan wilayah pegunungan Orokho sesuka hatinya.
Lalu, ketika aku melihat Irene yang juga terkejut, sepertinya dia juga baru mengetahui soal ini. Dia mungkin sudah tahu soal ’makhluk yang menyerupai naga es’ yang tinggal di pegunungan Orokho tetapi dia belum mengetahui secara detail soal itu sama sepertiku.
"Monster yang bisa mengendalikan wilayah pegunungan Orokho sesuka hatinya? Sebenarnya makhluk apa yang tinggal di pegunungan Orokho itu? Sebelumnya aku hanya mendengar rumor kalau ada naga es yang tinggal di pegunungan Orokho, tetapi kemudian aku mendapatkan informasi dari bibi Arlet dan paman Louis kalau yang tinggal di pegunungan Orokho merupakan ’makhluk yang menyerupai naga es’. Saat mendengar tentang informasi itu, aku memutuskan untuk tidak mencari tahu lebih detail. Tetapi karena sekarang aku akan ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho, aku jadi penasaran tentang informasi detailnya. Apalagi kita pasti akan melawan makhluk itu di ekspedisi nanti,"
"Bibi Arlet, paman Louis, tolong ceritakan dengan detail soal makhluk apa yang tinggal di pegunungan Orokho itu," ucapku.
Karena pembicaraan antara Duchess Arlet dengan Irene mengarah ke sosok yang tinggal di pegunungan Orokho itu, aku jadi punya kesempatan untuk meminta penjelasan detail soal sosok itu ke Duke Louis dan Duchess Arlet.
"Aku juga penasaran soal itu, ibunda. Sebelumnya ibunda hanya menceritakan saja kalau yang ibunda lawan merupakan ’makhluk yang menyerupai naga es’ tetapi ibunda tidak pernah menceritakan dengan detail soal hal itu," ucap Irene.
Setelah mendengar perkataan Irene, baik Duke Louis dan Duchess Arlet pun terdiam. Tetapi tidak lama kemudian, Duchess Arlet mulai berbicara.
"Biar aku saja yang menjelaskannya, sayang, apalagi aku sendiri yang bertarung dengan makhluk itu," ucap Duchess Arlet kepada Duke Louis.
Duke Louis pun mengangguk setuju. Setelah itu, Duchess Arlet pun mulai berbicara kembali.
"Rid, tadi kamu bilang kalau sebelumnya kamu hanya mendengar rumor kalau ada ’naga es’ di pegunungan Orokho. Irene pasti juga sama, awalnya kamu pasti hanya mendengar rumor soal ini," ucap Duchess Arlet.
Aku dan Irene pun mengangguk setuju.
"Aku pun juga sama. Tidak hanya aku saja, suamiku dan seluruh keluarga San Lucia percaya kalau yang tinggal di pegunungan Orokho adalah sosok ’naga es’. Ketika aku dan pasukan ekspedisi yang bersamaku tiba di pegunungan Orokho, kami dihampiri dan diserang oleh banyak ’naga es’ baik itu yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar. Mungkin besarnya sama seperti 2 naga es yang kamu kalahkan diperbatasan tadi," ucap Duchess Arlet.
Aku hanya terdiam setelah mendengar perkataan Duchess Arlet, sementara Duchess Arlet terus melanjutkan penjelasannya.
"Saat itu, kami terkejut melihat banyaknya naga es itu. Kami terkejut karena saat itu kami menganggap kalau yang tinggal di pegunungan Orokho adalah pemimpin naga es yang masih tersisa saja, tetapi malah ada banyak naga es yang menghampiri dan menyerang kami. Meski sempat terkejut, aku menyadari adanya keanehan pada tubuh para naga es itu. Tubuh naga es itu terlihat seperti naga buatan yang terbuat dari sihir es. Setelah membuktikannya dengan mengalahkan salah satu naga es itu, ternyata benar kalau para naga itu merupakan naga buatan, bukan naga yang sesungguhnya,"
"Saat itu, aku berpikir kalau sosok pemimpin naga es itulah yang menciptakan mereka semua. Lalu, setelah kami yang tersisa sudah mengalahkan semua naga es itu baik itu naga es berukuran kecil hingga yang besar, aku memutuskan untuk mengakhiri ekspedisi di pegunungan Orokho saat itu. Hal itu dikarenakan ada 11 dari para prajurit ekspedisi yang telah tewas karena serangan naga es itu. Tidak mungkin kami melanjutkan ekspedisi dalam kondisi seperti itu. Jadi aku memutuskan untuk kembali dengan para prajurit yang tersisa sambil membawa jasad 11 prajurit yang telah tewas itu,"
"Tetapi saat kami ingin kembali ke kota San Lucia, tiba-tiba kami didatangi oleh seorang wanita yang mirip dengan manusia tetapi dia memiliki tanduk, sayap dan ekor yang mirip seperti tanduk dan ekor naga. Matanya pun juga mirip seperti mata naga," ucap Duchess Arlet.
Aku dan Irene pun kembali terkejut setelah mendengar perkataan Duchess Arlet. Aku pernah membaca buku yang membahas soal ras naga. Naga tingkat tinggi atau naga yang lebih unggul dari naga lainnya entah itu dari kekuatan, status dan lainnya, mempunyai kemampuan untuk berubah wujud ke wujud humanoid mereka yaitu wujud yang mirip dengan manusia tetapi tidak menghilangkan karakteristik ras mereka. Contohnya meski mereka berubah wujud menjadi mirip manusia, mereka mempunyai mata, tanduk dan ekor, bahkan sayap yang menyerupai naga.
Setelah mendengar kalau Duchess Arlet dihampiri oleh wanita yang berwujud seperti wujud humanoid naga, aku mengira kalau wanita itu merupakan naga tingkat tinggi. Setidaknya begitu sampai aku mendengar lanjutan penjelasan dari Duchess Arlet.
"Wanita itu menganggap kalau dia pemimpin naga es yang tinggal di pegunungan Orokho. Aku langsung mempercayai begitu saja ucapan wanita itu, apalagi setelah melihat wujudnya yang mirip dengan wujud humanoid naga tingkat tinggi. Tetapi begitu aku bertarung dengannya secara langsung, aku menyadari kalau wanita itu sepertinya bukanlah naga,"
"Wanita itu bisa menggunakan sihir es dengan baik. Sihir es yang digunakannya meski terlihat sebagai sihir es yang sepele tetapi dampak dari serangan sihir esnya itu sangat berbahaya karena bisa langsung menyebabkan kematian. Sebagian dari prajurit ekspedisi yang tersisa tewas karena serangan sihir es dari wanita itu. Lalu, wanita itu juga bisa mengendalikan seluruh wilayah pegunungan Orokho sesuka hatinya. Sebagian lagi dari prajurit ekspedisi yang tersisa tewas karena tempat mereka berpijak tiba-tiba berubah menjadi duri berukuran besar yang tajam. Padahal jarak mereka dengan wanita itu sudah jauh tetapi wanita itu bisa mengendalikan tempat para prajurit itu berada karena para prajurit itu masih berada di wilayah pegunungan Orokho,"
"Selain itu, wanita itu juga tidak bisa terluka. Hal itu yang membuatku yakin kalau wanita itu bukanlah naga meskipun wujudnya menyerupai naga," ucap Duchess Arlet.
Aku dan Irene kembali terkejut setelah mendengar perkataan Duchess Arlet.
"Tidak bisa terluka!?," ucap Irene.
"Apa tubuh wanita itu sama sekali tidak bisa tergores oleh serangan anda?," tanyaku.
"Tidak, aku justru bisa menggores tubuh wanita itu. Aku bisa menyerang tubuhnya seperti menusuknya, bahkan aku sempat memotong-motong tubuhnya menjadi beberapa bagian dengan seranganku. Tetapi, setiap aku berpaling dan menganggap kalau aku sudah menang melawannya, tiba-tiba tubuhnya sudah pulih kembali. Tubuhnya yang sebelumnya sudah terpotong-potong telah kembali menjadi utuh lagi," ucap Duchess Arlet.
"Tubuhnya bisa pulih kembali meskipun sudah terpotong-potong? Apa mungkin tubuh itu adalah sebuah clone?," tanya Irene yang masih terkejut.
"Tidak, entah kenapa aku merasa kalau yang aku lawan saaf itu bukanlah sebuah clone melainkan memang tubuh aslinya. Aku juga merasa kalau itu bukanlah sebuah ilusi. Lalu aku sempat berpikir kalau dia menggunakan sihir pemulihan untuk memulihkan tubuhnya tetapi bagaimana bisa dia menggunakan sihir penyembuhan ketika tubuhnya sudah terpotong-potong? Ketika tubuhnya sudah terpotong-potong seharusnya dia sudah mati," ucap Duchess Arlet.
Aku dan Irene pun terdiam setelah mendengar perkataan Duchess Arlet. Apa yang dikatakan oleh Duchess Arlet itu masuk akal. Aku yang bisa menggunakan sihir penyembuhan tidak akan bisa menggunakan sihir penyembuhan saat tubuhku sudah terpotong-potong. Jika hanya 1 atau 2 anggota tubuhku yang terpotong kecuali kepala, aku mungkin masih bisa menggunakan sihir penyembuhan karena aku pasti masih tersadar. Tetapi jika tubuhku sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian, jangankan tersadar, saat itu terjadi aku pasti sudah mati jadi mustahil aku bisa menggunakan sihir penyembuhan ketika aku sudah mati.
Hal itu membuatku bingung dan bertanya-tanya tentang makhluk yang dilawan Duchess Arlet. Makhluk itu bisa memulihkan tubuhnya lagi meski tubuhnya sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
"Sebenarnya makhluk apa yang dilawan oleh bibi Arlet di pegunungan Orokho?," pikirku.
Saat aku memikirkan hal itu, tiba-tiba dipikiranku terlintas suatu ras yang kemampuannya sama seperti yang diceritakan oleh Duchess Arlet. Aku pernah membaca buku yang membahas tentang ras lain jadi aku sedikit tahu tentang kemampuan ras lain selain manusia.
"Makhluk yang dilawan bibi Arlet itu, jangan-jangan.....," pikirku.
Saat aku sedang memikirkan itu, Duchess Arlet tiba-tiba kembali melanjutkan penjelasannya.
"Meski makhluk itu mengklaim sebagai pemimpin naga es, apalagi wujudnya juga mirip dengan wujud humanoid naga, tetapi aku yakin kalau makhluk itu sebenarnya bukanlah naga,"
"Melihat kemampuan sihir esnya yang luar biasa, kemampuannya dalam mengendalikan wilayah pegunungan Orokho baik itu medannya atau iklimnya, kemampuan pemulihannya meskipun tubuhnya sudah terpotong-potong dan penampilannya yang mengambil wujud wanita, hal itu membuatku mendapatkan kesimpulan tentang wujud sebenarnya wanita itu,"
"Wanita itu sepertinya merupakan salah satu Roh tingkat tinggi. Salah satu dari Divine Elemental Spirits yang merupakan ratu atau pemimpin dari segala Roh es, Divine Ice Elemental Spirits," ucap Duchess Arlet.
-Bersambung
*Note dari Author :
Halo para pembaca Peace Hunter. Saya mau menginformasikan kalau novel Peace Hunter akan update lebih lambat di platform ini. Hal ini dikarenakan saya ingin fokus update di platform dimana saya membuat bab berbayar untuk novel ini. Di platform ini, novel Peace Hunter tidak mendapatkan kontrak sehingga saya tidak bisa membuat bab berbayar pada novel ini. Ini dibuktikan dengan tidak adanya bab berbayar dari Chapter 1 sampai Chapter terbaru sehingga kalian bisa membacanya secara gratis.
Jika kalian ingin membaca di platform yang updatenya cepat, kalian bisa membaca di aplikasi Joyread, Novelah, Hinovel dan Funread. Di aplikasi tersebut, novel Peace Hunter sudah mencapai Chapter 511.
Tetapi jika kalian masih tetap ingin membaca di platform ini, saya tidak akan mempermasalahkannya tetapi saya minta kalian untuk memaklumi apabila update bab terbaru di platform ini lebih lambat.
Itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments