Peace Hunter
Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
"Tolong sembuhkan ibundaku dan bangunkan beliau dari tidur panjangnya," ucap Irene.
"Menyembuhkan ibundamu ?," tanyaku.
Aku tidak terkejut setelah mendengar perkataan Irene karena sebelumnya aku sudah menebak kalau Irene akan memintaku untuk melakukan itu.
"Iya. Aku minta tolong kepadamu, Rid," ucap Irene.
Walaupun tidak terlihat dengan jelas, tetapi wajah Irene menunjukkan kalau dia benar-benar memohon kepadaku. Aku pun terdiam beberapa saat setelah mendengar perkataan Irene. Tidak lama kemudian, aku pun mulai berbicara kembali.
"Aku sudah tahu tentang apa yang dialami oleh ibundamu, Irene. Ibundamu mengalami ’Frozen Sleep’ karena diduga menggunakan teknik terlarang yang dimiliki oleh keluarga San Lucia. ’Frozen Sleep’ yang dialami oleh ibundamu membuat jantung beliau diselimuti oleh es yang membeku. Jantung yang membeku itu lah yang membuat beliau mengalami tidur panjang seperti ini. Beliau tidak akan bangun sampai es yang menyelimuti jantungnya itu menghilang," ucapku.
"Iya. Seperti yang dikatakan kak Asier kepadamu sebelumnya," ucap Irene.
"Tetapi Irene, ibundamu tidak terluka sama sekali. Masalah pada beliau saat ini hanyalah jantung beliau yang membeku. Sihir penyembuhan yang kupunya hanya bisa menyembuhkan luka. Sihir penyembuhanku tidak bisa mencairkan atau menghilangkan es yang menyelimuti jantung ibundamu. Jadi sepertinya aku tidak bisa membantu untuk menyembuhkan ibundamu," ucapku.
"Bukankah kamu bisa menggunakan sihir penyembuhan yang berasal dari sihir api, Rid ? Kamu menggunakan sihir penyembuhan itu ketika kamu menyembuhkan tubuh Elaina yang membeku karena terkena seranganku. Sihir penyembuhan yang kamu lakukan itu pun berhasil mencairkan es yang membeku di tubuh Elaina tanpa melukai atau membakar tubuhnya dan disaat yang sama, sihir itu juga langsung menyembuhkan luka yang ada pada tubuh Elaina," ucap Irene.
"Aku memang bisa mencairkan es yang ada pada tubuh Elaina tetapi es yang kucairkan itu berada pada bagian luar tubuhnya. Aku tidak tahu apakah aku bisa mencairkan es yang berada di dalam bagian tubuh seseorang karena aku belum pernah mencobanya. Maka dari itu aku bilang kalau aku sepertinya tidak bisa membantu untuk menyembuhkan ibundamu, Irene," ucapku.
"Jika memang kamu belum pernah mencobanya, kamu bisa mencobanya sekarang, Rid. Kamu bisa mencobanya ke ibundaku yang jantungnya sedang diselimuti es saat ini. Aku mohon kepadamu, Rid,"
"Selama ini aku sudah menahan diri. Ketika aku melihat kamu yang bisa mencairkan es yang ada pada tubuh Elaina dengan mudah dan cepat, aku berpikir kalau kamu mungkin juga bisa melakukan hal itu kepada ibundaku. Tetapi aku menahan diri untuk tidak memaksamu pergi ke kediaman ayahandaku agar kamu dapat menyembuhkan ibundaku secepatnya. Aku selalu menunggu kapan waktunya kamu dapat datang ke kediaman ayahandaku ini tanpa harus aku paksa. Dan akhirnya, sekarang adalah waktu yang tepat. Kamu datang dengan sendirinya ke kediaman ayahandaku ini untuk melakukan ujian terakhir sebagai murid tahun keempat. Oleh karena itu, aku tidak akan menahan diri lagi. Tolong sembuhkanlah ibundaku, Rid. Aku akan melakukan apa saja apabila kamu bisa menyembuhkan ibundaku," ucap Irene.
Ketika Irene mengatakan itu, wajah Irene terlihat sedih. Dia seperti memohon dan berharap kepadaku. Aku pun langsung menanggapi perkataan Irene.
"Kamu tidak perlu berkata seperti itu, Irene. Daripada itu, aku tidak tahu apakah aku bisa. Tetapi baiklah, aku akan menyembuhkannya," ucapku.
Setelah aku mengatakan itu, Irene pun langsung menatap wajahku. Kemudian, Irene langsung menundukkan kepalanya.
"Terima kasih, Rid," ucap Irene sambil menundukkan kepalanya.
Aku memang tidak bisa melihat wajahnya saat ini tetapi aku tahu kalau Irene sedang tersenyum dan dia pun tampak puas setelah mendengar perkataanku. Setelah itu, aku langsung berjalan ke arah samping tempat tidur dimana Duchess Arlet sedang terbaring untuk mendekatinya. Setelah sudah berada di samping tempat tidur, aku langsung mengarahkan tangan kananku ke arah dada kiri Duchess Arlet yang mana merupakan tempat jantungnya berada.
~Fire Magic : Healing Fire Blanket~
Aku mengeluarkan sebuah sihir api dari tangan kananku. Sihir api yang ku keluarkan itu pun langsung menyelimuti tubuh Duchess Arlet. Lalu, aku melihat ke arah dada kiri Duchess Arlet. Aku melihat ada aura berwarna perpaduan putih dan biru yang ada di dalam dada kiri Duchess Arlet. Aura berwarna perpaduan putih dan biru itu sepertinya adalah jantung Duchess Arlet yang telah membeku.
Aku terus mengarahkan tangan kananku yang sedang mengeluarkan sihir api ke arah dada kiri Duchess Arlet. Disaat yang sama aku terus melihat dan memperhatikan aura berwarna perpaduan putih dan biru itu. Jika aura berwarna putih dan biru itu hilang atau berganti dengan warna yang lain, itu berarti jantung Duchess Arlet tidak membeku lagi.
Tetapi setelah 5 menit aku terus melakukan hal itu, aku tidak melihat ada perubahan pada aura berwarna putih dan biru itu. 10 menit, 15 menit bahkan hingga 20 menit, aku tetap tidak melihat ada perubahan pada aura berwarna putih dan biru itu. Karena tidak ada perubahan, aku pun memutuskan untuk berhenti menggunakan sihir apiku. Irene terlihat sedikit terkejut ketika melihat aku yang berhenti menggunakan sihir apiku ke Duchess Arlet.
"Ada apa, Rid ? Kenapa kamu berhenti menggunakan sihirmu ? Apakah kamu sudah berhasil menyembuhkan ibundaku ?," tanya Irene.
"Tidak, aku tidak berhasil menyembuhkan ibundamu, jantung ibundamu masih membeku seperti sebelumnya. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa melihatnya ke arah jantung ibundamu. Kamu juga bisa melihat aura kan ? Aura pada jantung ibundamu masih berwarna perpaduan putih dan biru yang menandakan kalau jantung ibundamu masih diselimuti es. Es yang menyelimuti jantung ibundamu sangatlah kuat, bahkan aku tidak bisa mencairkan 1% pun dari keseluruhan es yang menyelimuti jantung ibundamu. Aku minta maaf Irene, sepertinya aku tidak bisa menyembuhkan ibundamu," ucapku.
Irene terlihat terkejut setelah mendengar perkataanku.
"Ini tidak mungkin, bahkan dengan sihirmu pun kamu tidak bisa menyembuhkan ibundaku ? Bagaimana dengan sihir ~Full Healing~mu ? Apakah sihir itu juga tidak bisa dipakai untuk menyembuhkan ibundaku ?," tanya Irene.
"~Full Healing~ milikku hanya menyembuhkan luka, aku rasa sihir ini tidak bisa dipakai untuk menghilangkan es yang menyelimuti jantung ibundamu. Meski begitu, aku akan mencobanya," ucapku.
Aku kembali mengarahkan tangan kananku ke dada kiri Duchess Arlet.
~Full Healing~
Setelah menggunakan sihirku, aku melihat ke dada kiri Duchess Arlet untuk melihat aura pada jantungnya. Aura pada jantungnya masih memiliki warna yang sama yaitu perpaduan putih dan biru. Itu berarti, sihir yang aku gunakan tidak berpengaruh pada es yang menyelimuti jantung Duchess Arlet. Setelah mengetahui kalau sihirku tidak berpengaruh, aku langsung menurunkan tanganku yang sebelumnya aku arahkan ke Duchess Arlet.
"Seperti yang aku katakan tadi, Irene. Sihir penyembuhanku tidak bisa dipakai untuk menyembuhkan ibundamu. Jantung ibundamu masih tetap diselimuti es," ucapku.
Irene pun kembali terkejut setelah mendengar perkataanku.
"Apa kamu tidak memiliki sihir yang lain, Rid ? Kamu pasti punya sihir yang bisa digunakan untuk menyembuhkan ibundaku, kan ? Soalnya kamu sudah mempelajari banyak sihir dari buku-buku sihir peninggalan kedua orang tuamu. Tolong bantu aku untuk menyembuhkan ibundaku, Rid," ucap Irene.
Wajah Irene terlihat seperti sangat memohon dan berharap kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah Irene yang seperti ini sebelumnya. Sepertinya Irene sangat menyayangi ibundanya, karena dia terlihat sangat memohon kepadaku untuk menyembuhkan ibundanya. Selama ini pastinya dia sangat khawatir dengan ibundanya tetapi dia tidak bisa mengungkapkan perasaan khawatirnya itu kepada orang lain. Dan kini, perasaan khawatir yang sebelumnya dia tahan pun langsung keluar.
"Aku minta maaf, Irene," ucapku.
"Aku mohon, Rid. Tolong sembuhk-," ucap Irene.
"Sudah cukup, Irene," ucap suara seseorang.
Irene berniat memohon lagi kepadaku tetapi sebelum dia menyelesaikan perkataannya, perkataannya itu langsung dipotong oleh seseorang. Aku dan Irene pun langsung menoleh ke arah orang yang memotong perkataan Irene. Dan orang itu adalah Duke Louis yang sudah berada di depan pintu ruangan ini. Pintu ruangan ini sudah dalam kondisi terbuka tanpa aku sadari. Duke Louis tidak sendiri, terlihat ada komandan Mina yang menemaninya.
"Paman Louis," ucapku.
Duke Louis lalu berjalan memasuki ruangan dan berjalan menghampiri kami berdua.
"Saya akan berjaga di depan pintu, tuan Duke," ucap komandan Mina.
"Iya," ucap Duke Louis.
Komandan Mina lalu menutup pintu ruangan ini dari luar.
"Aku tadi mencari kalian berdua di ruang jamuan, tetapi aku tidak dapat menemukan kalian berdua. Lalu aku mendapatkan informasi dari beberapa penjaga kalau kalian berdua pergi ke ruangan ini dan ternyata benar," ucap Duke Louis sambil berjalan.
Duke Louis terus berjalan sampai akhirnya dia sudah berada dekat dengan kami berdua.
"Aku tahu kalau kamu sangat menyayangi ibundamu, Irene. Tetapi kamu tidak boleh memaksa Rid untuk menyembuhkan ibundamu apabila Rid sudah bilang kalau dia tidak bisa menyembuhkan ibundamu. Memang Rid adalah seorang pria yang kuat dan bisa diandalkan, bahkan dia juga bisa menggunakan sihir penyembuhan. Tetapi pastinya ada hal yang tidak bisa dia lakukan, salah satunya adalah menyembuhkan ibundamu. Jadi kamu tidak boleh memaksanya, Irene," ucap Duke Louis.
Irene pun terdiam setelah mendengar perkataan Duke Louis. Tidak lama kemudian, Irene pun mulai berbicara kembali.
"Baik, ayahanda. Lalu Rid, aku minta maaf karena telah memaksamu," ucap Irene.
"Iya, tidak apa-apa, Irene," ucapku.
Kemudian aku melihat ke wajah Irene. Wajahnya terlihat seperti sedang bersedih. Mungkin Irene berpikir kalau aku bisa menyembuhkan ibundanya itu. Maka dari itu, begitu Irene tahu kalau sebenarnya aku tidak bisa menyembuhkan ibundanya, Irene langsung sedih karena aku tidak bisa memenuhi harapannya. Sepertinya Irene ingin sekali melihat ibundanya bisa sembuh secepatnya.
"Kamu tidak perlu bersedih begitu, Irene. Aku berjanji akan segera menyembuhkan ibundamu. Aku akan mencari Roh Api untuk menyembuhkan ibundamu," ucap Duke Louis.
"Baik, ayahanda," ucap Irene dengan wajah yang terlihat sedikit murung.
Sementara itu, aku sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Duke Louis.
"Roh Api ? Kenapa Roh Api, paman ?," tanyaku.
"Itu karena Roh Api memiliki sihir api yang lebih panas daripada sihir api biasa. Roh Api yang kucari adalah Roh Api tingkat menengah ke atas, itu karena sihir api yang dimiliki mereka bahkan lebih panas daripada sihir api tingkat tinggi yang dimiliki oleh ras selain ras Roh. Sihir api yang dimiliki mereka pastinya bisa digunakan untuk mencairkan es yang ada pada jantung Arlet," ucap Duke Louis.
"Tetapi, meski Roh Api memiliki sihir api yang lebih panas, apakah mereka bisa mencairkan es pada jantung nona Duchess tanpa harus melukai dan membakar tubuh nona Duchess ?," tanyaku.
"Aku memang bilang kalau Roh Api memiliki sihir api yang lebih panas daripada sihir api biasa, tetapi aku tidak akan menggunakan sihir api itu kepada Arlet apabila aku telah mendapatkan Roh Api. Aku akan meminta Roh Api yang aku dapatkan untuk membuat sebuah Magic Crystal. Magic Crystal itu akan aku hancurkan lalu Magic Crystal yang telah hancur itu akan aku larutkan dalam sebuah minuman. Lalu minuman itu akan aku minumkan ke Arlet. Minuman yang tercampur dengan Magic Crystal dari Roh Api tingkat menengah bisa digunakan untuk mencairkan es yang menyelimuti jantung Arlet tanpa harus melukai dan membakar tubuhnya. Cara penyembuhan orang yang menderita ’Frozen Sleep’ ini sudah diwariskan selama beberapa generasi di keluarga San Lucia," ucap Duke Louis.
"Begitu ya. Jadi itu alasan kenapa anda mencari Roh Api. Magic Crystal yang dibuat oleh Roh Api bisa digunakan untuk mencairkan es yang menyelimuti jantung nona Duchess," ucapku.
"Iya, tetapi mencari Roh Api itu sangat sulit. Aku mendapatkan informasi kalau para Roh tinggal disebuah negeri yang bernama ’Geestenland’. Negeri itu berada di tengah hutan ’Himnaskogur’. Hutan ’Himnaskogur’ berada sangat jauh dari kerajaan San Fulgen. Hal itulah yang membuat aku sulit untuk mencari Roh Api," ucap Duke Louis.
"Hmmm begitu ya," ucapku.
Setelah itu aku terdiam sambil memikirkan sesuatu.
"Agar bisa mencairkan es pada jantung nona Duchess setidaknya dibutuhkan sihir api yang lebih panas ya, setidaknya tingkat kepanasannya sama dengan sihir api yang dimiliki oleh Roh Api tingkat menengah. Aku memiliki beberapa sihir api yang memiliki tingkat kepanasan yang sama dengan sihir api yang dimiliki oleh Roh Api. Sebelumnya aku tidak pernah menggunakan sihir itu karena sihir itu cukup berbahaya. Tetapi sihir itu bukanlah sihir penyembuhan, melainkan sihir serangan. Jadi apabila aku menggunakan sihir itu kepada nona Duchess, pastinya tubuh nona Duchess akan terluka dan terbakar,"
"Sementara itu, sihir api penyembuhan yang aku miliki saat ini hanyalah ~Healing Fire Blanket~, tetapi tingkat kepanasan pada api ini tidak cukup untuk mencairkan es yang menyelimuti jantung nona Duchess. Ini benar-benar membuatku bingung," pikirku.
Kemudian aku memejamkan mataku selama beberapa saat dan setelah itu, aku membuka mataku kembali.
"Kenapa aku harus bingung ? Jika aku tidak memiliki sihir penyembuhan dengan tingkat kepanasan yang lebih tinggi, aku hanya perlu membuatnya sendiri. Aku akan menggabungkan ~Healing Fire Blanket~ milikku dengan sihir apiku yang memiliki tingkat kepanasan yang sama dengan sihir api milik Roh Api. Dengan ini, mungkin aku bisa mencairkan es yang menyelimuti nona Duchess," pikirku.
Setelah berhasil memikirkan itu, aku pun langsung berbicara kepada Duke Louis.
"Mungkin saat ini aku bisa mencairkan es yang menyelimuti jantung nona Duchess, paman," ucapku.
Duke Louis dan Irene langsung terkejut setelah mendengar perkataanku.
"Apa kamu yakin, Rid ? Kamu tidak perlu memaksakan diri jika memang kamu belum bisa menyembuhkan Arlet," ucap Duke Louis.
"Tidak, paman. Aku tidak memaksakan diri," ucapku.
"Apa kamu serius, Rid ? Kamu benar-benar bisa mencairkan es yang menyelimuti jantung ibundaku dan menyembuhkan beliau ?," tanya Irene.
Wajah Irene terlihat sangat berharap kepadaku.
"Iya, kali ini aku benar-benar yakin," ucapku.
"Begitu ya," ucap Irene.
Irene nampak tidak bisa menahan senyumannya saat mengatakan itu. Kemudian, aku kembali mendekati Duchess Arlet dan bersiap untuk menggunakan sihirku kepada beliau.
"Kalau begitu aku akan langsung mulai sekarang. Tetapi sebelum itu, paman Louis, aku minta tolong kepada anda untuk menenangkan para prajurit anda yang mungkin nanti akan datang kesini. Karena sihir yang aku gunakan ini lumayan kuat, mungkin para prajurit anda bisa merasakan sihir ini dan akan langsung bergegas ke ruangan ini untuk memeriksanya," ucapku.
"Baiklah. Aku akan menenangkan mereka apabila mereka datang kesini," ucap Duke Louis.
"Terima kasih, paman. Kalau begitu aku akan langsung mulai untuk menyembuhkan nona Duchess," ucapku.
Kemudian, aku mengarahkan kedua tanganku ke arah dada kiri Duchess Arlet.
"Tangan kanan untuk ~Healing Fire Blanket~, tangan kiri untuk ~Flame Inferno~. Dengan kedua tangan ini, aku menggabungkan kedua sihir ini menjadi sebuah sihir yang baru," ucapku.
~Fire Magic : Hellfire Healing Cloak~
Aku mengeluarkan sihir api dari kedua tanganku. Sihir api yang kukeluarkan itu langsung menyelimuti tubuh Duchess Arlet. Api yang menyelimuti tubuh Duchess Arlet terlihat seperti sebuah jubah. Aku terus mengeluarkan sihir apiku itu ke arah Duchess Arlet. Disaat yang sama, aku melihat aura pada jantung milik Duchess Arlet. Aura pada jantung miliknya masih berwarna perpaduan putih dan biru. Tetapi aku melihat aura berwarna putih dan biru itu secara perlahan mulai menghilang. Begitu mengetahui kalau sihir yang kugunakan ini berhasil mencairkan es pada jantung Duchess Arlet, aku pun langsung meningkatkan kekuatan pada sihir itu.
-
Sementara itu, di depan pintu ruangan tempat Rid dan yang lainnya berada.
Komandan Mina terlihat masih berjaga di depan pintu ruangan itu. Setelah itu, tiba-tiba komandan Mina merasakan sesuatu yang membuatnya terkejut.
"Sihir apa ini ? Aura sihir ini terasa sangat kuat," ucap komandan Mina.
Komandan Mina lalu melihat ke arah pintu ruangan tempat Rid dan yang lainnya berada.
"Sihir ini berasal dari dalam ruangan tempat nona Duchess berada," ucap komandan Mina.
Tidak hanya komandan Mina saja yang merasakan sihir itu. Para prajurit, para murid dan para pengajar yang berada di ruang murid juga merasakan sihir itu karena aura sihir itu sangat kuat.
"Sihir apa ini ?!,"
"Aura sihir ini terasa sangat kuat ?!,"
"Siapa yang menggunakan sihir sekuat ini di kediaman Duke ?!," ucap orang-orang di ruang jamuan.
Beberapa prajurit yang merasakan sihir itu pun langsung bergegas menuju sumber sihir itu berasal. Mereka bergegas menuju ruangan tempat Rid dan yang lainnya berada. Ketika mereka sudah berada dekat dari ruangan itu, mereka melihat komandan Mina yang sedang melihat ke arah pintu ruangan itu.
"Komandan Mina," ucap para prajurit itu.
"Kalian, kenapa kalian datang kesini ?," tanya komandan Mina.
"Kami merasakan sihir yang kuat yang berasal dari ruangan itu. Komandan juga merasakannya kan ?," tanya salah satu prajurit itu.
"Iya, aku juga merasakannya," ucap komandan Mina.
"Kenapa komandan tidak langsung masuk ke dalam ruangan itu ? Aku dengar tuan Duke dan putri Irene sedang berada di dalam ruangan itu, bisa saja mereka sedang dalam bahaya," ucap prajurit itu.
"Kamu tidak perlu panik begitu. Kalian diam saja disini, aku akan mengeceknya sendiri," ucap komandan Mina.
"Baik, komandan," ucap prajurit itu.
Komandan Mina lalu mendekati pintu itu lalu mengetuknya.
*Tok *Tok *Tok
"Tuan Duke, apa anda baik-baik saja di dalam ?," tanya komandan Mina.
"Aku baik-baik saja, Mina. Kamu tidak perlu khawatir," ucap Duke Louis dari balik pintu itu.
"Saya dan beberapa prajurit merasakan adanya sihir yang kuat dari dalam ruangan tempat tuan Duke berada. Kami khawatir tentang itu, saat ini kami semua sudah berkumpul di depan pintu," ucap komandan Mina.
"Kamu tidak perlu khawatir, Mina. Kami semua yang ada di dalam ruangan ini baik-baik saja. Bilang kepada para prajuritmu juga untuk tidak perlu khawatir," ucap Duke Louis.
"Baik, tuan Duke," ucap komandan Mina.
Komandan Mina lalu bergerak menjauh dari pintu itu secara perlahan. Kemudian dia menoleh ke arah para prajuritnya.
"Tuan Duke baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir," ucap komandan Mina.
"Tetapi, kom-," ucap prajurit itu.
"Aku bilang kalian tidak perlu khawatir," ucap komandan Mina.
Prajurit itu terlihat masih khawatir dengan tuan Duke tetapi perkataannya langsung dipotong oleh komandan Mina.
"Baik, komandan," ucap prajurit itu.
-
Kembali ke ruangan tempat Duchess Arlet berada.
Aku terus mengeluarkan sihir apiku dan mengarahkannya ke tubuh Duchess Arlet. Aku melihat aura berwarna perpaduan putih dan biru pada jantung Duchess Arlet sudah 50% menghilang. Setelah mengetahui itu, aku secara perlahan mulai memejamkan kedua mataku. Aku memejamkan mataku selama beberapa detik. Setelah itu, aku secara cepat langsung membuka kedua mataku. Alasan aku memejamkan mataku sebelumnya adalah agar aku bisa fokus untuk meningkatkan kekuatan sihirku. Dan setelah mataku terbuka, aku pun merasakan kalau kekuatan sihirku bertambah lebih kuat dari sebelumnya.
Kemudian, aku kembali melihat ke arah jantung Duchess Arlet. Aura berwarna perpaduan putih dan biru pada jantung Duchess Arlet mulai menghilang lebih cepat dari sebelumnya.
"Tinggal sedikit lagi," pikirku.
Sementara itu, Irene terlihat khawatir ketika melihat tubuh ibundanya yang diselimuti api yang berasal dari sihir api milik Rid. Irene bukan khawatir karena api yang menyelimuti tubuh ibundanya bisa saja melukai ibundanya, tetapi Irene khawatir karena dia takut kalau ibundanya masih tetap tidak bisa disembuhkan. Setelah cukup lama melihat ke tubuh ibundanya yang terbaring, Irene kemudian melihat ke wajah Rid. Irene terlihat sangat terkejut ketika melihat ke arah wajah Rid.
"Mata itu.....," ucap Irene.
Sementara itu, aura berwarna perpaduan putih dan biru pada jantung Duchess Arlet sudah menghilang sebanyak 90%. Aku terus meningkatkan kekuatan sihirku agar aura itu bisa secepatnya menghilang.
92%.
94%.
96%.
98%.
100%.
Aura berwarna perpaduan putih dan biru pada jantung Duchess Arlet pun telah sepenuhnya menghilang. Itu berarti jantung Duchess Arlet tidak lagi diselimuti oleh es yang membeku. Setelah mengetahui itu, aku pun langsung menghentikan dan menghilangkan sihir api yang ku arahkan kepada Duchess Arlet. Irene dan Duke Louis terlihat terkejut ketika melihat aku yang mulai menghilangkan sihir api yang aku gunakan.
"Kenapa kamu menghilangkan sihir apimu, Rid ? Apa kamu sudah selesai untuk menyembuhkan ibundaku ?," tanya Irene.
"Iya, aku sudah selesai," ucapku sambil memejamkan mata.
Setelah mengatakan itu, aku mulai mengambil nafas panjang dan mulai menghembuskannya. Aku melakukan itu sambil memejamkan mata.
"Lalu bagaimana hasilnya ?," tanya Irene.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku telah berhasil mencairkan es yang menyelimuti jantung ibundamu," ucapku sambil secara perlahan membuka mataku.
Irene tidak bereaksi dengan perkataanku. Justru malah dia terlihat fokus untuk melihat wajahku.
"Mata Rid berubah kembali seperti biasa. Apa yang sebelumnya kulihat itu hanyalah sebuah ilusi ? Apa aku salah lihat ?," pikir Irene.
Aku bingung melihat Irene yang tidak bereaksi dan hanya terdiam sambil menatap wajahku. Aku pun memutuskan untuk berbicara kepadanya.
"Ada apa, Irene ? Kenapa kamu terdiam ?," tanyaku.
Irene yang sedang terdiam pun mulai berbicara kembali setelah aku berbicara kepadanya.
"Tidak apa-apa, Rid," ucap Irene.
Sementara itu, disaat Rid dan Irene sedang berbicara, Duchess Arlet yang sedang terbaring di tempat tidur secara perlahan mulai membuka matanya.
-Bersambung
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments