Peace Hunter
Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Ratu Kayana dan yang lainnya pun terkejut setelah melihat nona Laviena tiba-tiba menciptakan tali yang muncul dari bawah lantai tempat Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Asier berada . Tali yang diciptakan oleh nona Laviena itu membuat mereka bertiga tidak bisa bergerak sama sekali. Mereka bertiga pun gagal untuk menyerang High Priest Theodor karena mereka telah dihentikan terlebih dahulu oleh nona Laviena.
Tidak hanya itu saja yang membuat mereka semua terkejut, tetapi mereka terkejut ketika melihat warna tali yang diciptakan oleh nona Laviena. Tali itu berwarna putih dan juga bercahaya. Warna tali itu mirip dengan warna dari salah satu sihir elemen dasar.
"Tali berwarna putih dan juga bercahaya, jangan bilang kalau tali itu tercipta dari sihir itu.....," ucap komandan Oliver yang terkejut.
"~Light Magic~.....," ucap Ratu Kayana.
Sementara itu, meski tidak bisa bergerak, Duchess Arlet terlihat berusaha untuk melepaskan diri dari tali itu dengan membekukan tali itu menggunakan sihir es miliknya. Tetapi tali yang mengikat dan melilit tubuhnya itu sama sekali tidak bisa dibekukan.
"Kenapa tali ini tidak bisa dibekukan?," tanya Duchess Arlet.
Nona Laviena yang mengetahui kalau Duchess Arlet berusaha untuk membekukan tali ciptaannya pun langsung menanggapinya.
"Percuma saja, nona. Anda tidak akan bisa membekukan tali itu karena tali itu terbuat dari salah satu sihir elemen dasar yang langka. Saya awalnya tidak ingin menggunakan sihir ini untuk menghentikan kalian. Tetapi saya tidak ada pilihan lain karena sepertinya saya tidak bisa membuat kalian berhenti dengan menyanyikan senandung seperti yang biasanya saya lakukan,"
"Tidak semua orang bisa saya kendalikan setelah mendengar senandung yang saya nyanyikan. Saya biasanya hanya bisa mengendalikan orang yang jauh lebih lemah dari saya. Ada beberapa orang yang lebih lemah dari saya tetapi tetap tidak bisa saya kendalikan yaitu orang-orang yang levelnya hanya terpaut 1 atau 2 tingkat di bawah saya,"
"Saya menyadari kalau kalian bertiga berada pada level itu, terutama anda, nona," ucap nona Laviena sambil melihat ke arah Duchess Arlet.
Duchess Arlet hanya diam saja ketika dilihat oleh nona Laviena. Tetapi dia saat ini juga sedang menatap tajam ke arah nona Laviena.
"Karena itu, senandung yang saya nyanyikan sepertinya tidak akan berefek kepada kalian. Jika senandung saya tidak berefek, maka saya pun tidak bisa mengendalikan kalian dan membuat kalian berhenti. Jadi saya terpaksa menggunakan sihir ini untuk menghentikan kalian,"
"Saya melakukan ini karena saya tidak mau kalian mendapatkan hukuman yang berat akibat membunuh Theodor yang merupakan High Priest gereja Sancta Lux. Selain itu, saya tidak mau ada keributan di ruangan ini," ucap nona Laviena. 𝒇𝙧𝙚𝓮𝔀𝓮𝒃𝙣𝓸𝒗𝒆𝒍.𝙘𝒐𝒎
Setelah mengatakan itu, nona Laviena lalu menoleh dan melihat ke arah Ratu Kayana dan yang lainnya.
"Kalian juga, saya minta kalian untuk tidak membuat keributan di ruangan ini," ucap nona Laviena sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Ratu Kayana dan yang lainnya.
Berbeda dengan saat nona Laviena mengarahkan tangannya ke arah Duke Louis, Duchess Arlet dan komandan Asier, kali ini tangan kanan nona Laviena sedang tidak diselimuti dengan sihir berwarna putih dan bercahaya.
Alasan nona Laviena mengarahkan tangan kanannya ke arah Ratu Kayana dan yang lainnya karena beberapa dari mereka seperti komandan Oliver, komandan Ivana, komandan Allister dan juga nona Violetta sedang memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang. Tetapi mereka belum mau menyerang apalagi setelah melihat nona Laviena sedang mengarahkan tangan kanannya kepada mereka.
Sementara itu, Ratu Kayana yang terus berdiri sambil memegang tongkat sihirnya tiba-tiba mulai berbicara.
"Kenapa anda yang bukan merupakan ras Malaikat bisa menggunakan ~Light Magic~? Apa mungkin anda merupakan salah satu dari ’orang-orang itu’? Orang-orang yang mendapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat," ucap Ratu Kayana.
Nona Laviena pun langsung menanggapi perkataan Ratu Kayana.
"Anda benar, saya merupakan salah satu dari orang yang mendapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat, jadi saya bisa menggunakan ~Light Magic~ seperti para Malaikat. Tidak hanya saya saja, semua komandan Holy Knights seperti saya juga mendapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat. Beberapa Holy Priest yang ada di Holy Kingdom pun juga mendapatkan ~Blessing~. Tetapi meski orang-orang yang mendapatkan ~Blessing~ bisa menggunakan ~Light Magic~, ~Light Magic~ yang digunakan tidak sekuat yang digunakan langsung oleh para Malaikat," ucap nona Laviena.
"Hmmm begitu ya," ucap Ratu Kayana.
Sementara itu, setelah nona Laviena dan Ratu Kayana selesai berbicara, komandan Ivana yang sedang bersiap untuk menyerang tiba-tiba mulai berbicara.
"Nona komandan, tolong lepaskan tuan Louis, nona Arlet dan juga Asier sekarang juga. Mereka bertiga adalah keluarga saya," ucap komandan Ivana.
Mendengar komandan Ivana berbicara, nona Laviena pun langsung melihat ke arah komandan Ivana.
"Keluarga ya, tidak mengherankan kalau anda memiliki warna rambut yang sama dengan mereka bertiga. Tetapi saya minta maaf, saya tidak bisa melepaskan mereka karena jika saya melepaskan mereka, mereka pasti akan langsung menyerang dan bahkan membunuh Theodor,"
"Bukankah anda tahu kalau menyerang atau membunuh seorang High Priest dari gereja Sancta Lux akan mendapatkan hukuman yang berat tidak hanya dari gereja Sancta Lux saja, melainkan juga dari Holy Kingdom. Apa anda ingin mereka bertiga mendapatkan hukuman yang berat?," tanya nona Laviena.
Komandan Ivana pun terdiam setelah mendengar perkataan nona Laviena. Meski begitu, dia masih terus memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang. Suasana di ruangan itu pun menjadi hening setelah nona Laviena selesai berbicara. Namun tidak lama kemudian, Ratu Kayana tiba-tiba berbicara.
"Lepaskan mereka bertiga, nona komandan," ucap Ratu Kayana.
Nona Laviena yang mendengar Ratu Kayana selesai berbicara pun kembali menoleh dan melihat ke arah Ratu Kayana.
"Apa anda tidak mendengar apa yang sebelumnya saya katakan, nona Ratu?," tanya nona Laviena.
"Saya mendengarnya, tetapi wajar kalau mereka bertiga ingin menyerang High Priest Theodor setelah High Priest Theodor berbohong kalau dia akan menghubungi High Priest Julian dan memerintahkannya untuk berhenti menyerang kediaman mereka. Ini menyangkut soal orang-orang yang ada di kediaman mereka, terutama soal putri mereka. Wajar kalau mereka bertiga marah karena mereka bertiga telah dibohongi. Saya pun juga akan marah apabila saya ada di posisi yang sama dengan mereka,"
"Jadi tolong lepaskan mereka bertiga dan biarkan mereka bertiga melakukan apapun terhadap High Priest Theodor," ucap Ratu Kayana.
"Saya tidak bisa melakukannya," ucap nona Laviena.
"Kenapa? High Priest Theodor tidak hanya berbohong kepada mereka bertiga, tetapi kepada anda juga. Sebelumnya anda memerintahkan dia untuk menghubungi High Priest Julian tetapi tidak dia laksanakan. Bukankah anda juga harus menghukumnya?," tanya Ratu Kayana.
"Meski Theodor telah berbohong kepada saya, tetapi saya tidak berhak untuk menghukumnya karena saya merupakan bagian dari Holy Knights. Meski Holy Knights dan gereja Sancta Lux sering bekerja sama dan juga kami berdua dipimpin oleh orang yang sama yaitu nona Maiden, tetapi kami tidak boleh mencampuri urusan masing-masing. Orang yang berhak untuk menghukum Theodor adalah orang yang memiliki posisi lebih tinggi di gereja Sancta Lux seperti Holy Priest atau nona Maiden sendiri," ucap nona Laviena.
"Jika anda tidak mau menghukumnya, maka biarkan tuan Louis, nona Arlet dan Asier menghukumnya sendiri. Jadi lepaskan mereka bertiga sekarang, nona komandan," ucap Ratu Kayana.
"Saya tidak bisa melakukannya, nona Ratu," ucap nona Laviena.
"Jika anda tidak bisa melakukannya, maka saya yang akan membebaskan mereka bertiga sendiri," ucap Ratu Kayana.
Setelah itu, Ratu Kayana tiba-tiba mengarahkan tongkat sihirnya kepada nona Laviena.
~Gravity Magic : Great Gravity Pressure~
Setelah Ratu Kayana mengarahkan tongkat sihirnya ke arah nona Laviena, lantai yang ada di bawah nona Laviena tiba-tiba langsung retak dan hancur. Nona Laviena pun langsung terbenam ke bawah lantai yang hancur itu.
Melihat nona Laviena tiba-tiba terbenam, Remia dan Willa pun terkejut dan langsung berteriak memanggil nama nona Laviena.
"Nona!!," ucap Remia dan Willa.
Remia dah Willa berniat untuk pergi ke bawah dan melihat kondisi nona Laviena, tetapi sebelum mereka melakukan itu, tiba-tiba Ratu Kayana muncul di hadapan mereka.
"Kalian berdua menyingkirlah," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana lalu mengayunkan tongkat sihirnya seperti mengayunkan sebuah pedang ke arah Willa dan Remia.
~Gravity Magic : Great Gravity Slash~
Ratu Kayana berniat melancarkan sebuah tebasan gravitasi ke arah Remia dan Willa. Remia dan Willa yang melihat hal itu pun bersiap untuk bertahan untuk menghadapi serangan yang dilancarkan Ratu Kayana. Kedua tangan mereka terlihat sudah diselimuti oleh air yang tipis untuk menahan serangan Ratu Kayana. Tetapi.....
....tepat sebelum Ratu Kayana melancarkan tebasan gravitasi, tali berwarna putih dan bercahaya tiba-tiba muncul dari bawah lantai tempatnya berada dan langsung mengikat tubuhnya dengan sangat cepat. Ratu Kayana pun terkejut begitu mengetahui kalau tubuhnya tiba-tiba sudah terikat oleh tali-tali itu.
"Apa-apaan ini?! Tali-tali ini tiba-tiba sudah mengikat dan melilit tubuhku," pikir Ratu Kayana.
Komandan Oliver, nona Karina dan yang lainnya terlihat terkejut begitu melihat Ratu Kayana tiba-tiba sudah dalam kondisi terikat oleh tali berwarna putih itu.
"Yang Mulia Ratu!!," ucap komandan Oliver.
Setelah itu, dari lubang di lantai tempat terbenamnya nona Laviena sebelumnya, nona Laviena tiba-tiba muncul kembali dengan melompat keluar dari dalam lubang itu. Setelah melompat keluar dari dalam lubang itu, nona Laviena kini berdiri di samping Ratu Kayana yang sedang terikat. Terlihat nona Laviena tidak terluka sama sekali meskipun tadi sempat terkena serangan gravitasi dari Ratu Kayana. Melihat nona Laviena yang tidak terluka sama sekali membuat Ratu Kayana, komandan Oliver dan yang lainnya terkejut.
"Bahkan serangan yang saya lancarkan sebelumnya tidak membuat anda terluka sama sekali. Seperti yang diharapkan dari salah satu komandan Holy Knights," ucap Ratu Kayana yang sedang dalam kondisi terikat oleh tali-tali berwarna putih.
Setelah berdiri di samping Ratu Kayana, nona Laviena lalu mengambil tongkat sihir yang masih dipegang oleh Ratu Kayana.
"Maafkan saya karena harus melakukan ini kepada anda karena saya tidak bisa membiarkan anda menyerang dan melukai bawahan saya. Selain itu, saya juga minta maaf karena harus mengambil tongkat sihir anda untuk sementara karena jika saya tidak mengambilnya, anda pasti tetap dapat menggunakan sihir gravitasi anda meskipun anda dalam kondisi sedang terikat," ucap nona Laviena.
Ratu Kayana hanya terdiam sambil melihat ke arah nona Laviena yang sedang mengambil tongkat sihir miliknya. Setelah itu, tongkat sihir milik Ratu Kayana pun berhasil diambil oleh nona Laviena. Setelah mengambil tongkat sihir itu, nona Laviena lalu meletakkan tongkat sihir itu secara hati-hati ke lantai.
Ketika nona Laviena sedang meletakkan tongkat sihir itu, tiba-tiba dia mendengar suara komandan Oliver yang sedikit berteriak.
"Beraninya anda melakukan itu kepada Yang Mulia Ratu. Meskipun anda merupakan komandan Holy Knights, mana mungkin kami akan diam saja setelah melihat Yang Mulia Ratu diperlakukan seperti itu," ucap komandan Oliver.
Setelah mengatakan itu, komandan Oliver tiba-tiba melesat dengan sangat cepat ke arah nona Laviena. Tidak hanya komandan Oliver saja, komandan Ivana, komandan Keira dan komandan Allister pun juga melesat ke arah nona Laviena. Nona Laviena terlihat hanya diam saja, dia masih membungkuk untuk meletakkan tongkat sihir milik Ratu Kayana di lantai.
Lalu, komandan Oliver yang melesat lebih cepat pun kini sudah berada dekat dengan nona Laviena. Dia pun langsung bersiap untuk menyerang nona Laviena. Tetapi tepat sebelum serangan Oliver mengenai nona Laviena, nona Laviena terdengar menggumamkan sesuatu.
~Light+Water Magic : Great Light Bubble Prison~
Setelah itu, ketika komandan Oliver melancarkan serangan kepada nona Laviena dengan menggunakan pedangnya, tiba-tiba pedangnya langsung terpantul. Komandan Oliver pun terkejut setelah melihat hal itu.
"Apa ?!," ucap komandan Oliver.
Tidak hanya komandan Oliver saja, komandan Keira, komandan Ivana dan komandan Allister yang melancarkan serangan kepada nona Laviena setelah komandan Oliver pun serangannya juga dipantulkan oleh sesuatu. Sesuatu yang memantulkan serangan mereka itu berada tepat di antara mereka dengan nona Laviena, makanya serangan mereka tidak bisa mengenai nona Laviena.
Mereka yang awalnya terkejut setelah melihat serangan mereka dipantulkan pun kini mulai menyadari kalau dihadapan mereka ada sebuah dinding berwarna putih dan transparan. Tetapi dinding itu tidaklah solid seperti dinding pada umumnya karena dinding itu memiliki tekstur kenyal seperti slime. Tekstur kenyal itu lah yang membuat serangan mereka terpantul ketika mengenai dinding itu.
"Dinding apa ini? Dinding ini terasa kenyal," ucap komandan Oliver sambil memegang dinding pembatas yang ada di hadapannya.
Setelah itu, komandan Oliver terus melihat dan memperhatikan dinding itu. Kemudian, komandan Oliver terlihat terkejut begitu mengetahui kalau dinding itu berukuran cukup besar. Namun yang membuatnya lebih terkejut adalah setelah mengetahui kalau dinding yang kenyal itu ternyata sedang mengelilingi mereka. Tidak hanya mengelilingi komandan Oliver, komandan Ivana, komandan Keira dan komandan Allister saja, tetapi dinding itu juga mengelilingi nona Karina, nona Violetta, Duke Dylan, Duke Neil, Duchess Ecrin dan Duchess Hazel yang masih berada di dekat meja pertemuan. Singkatnya, mereka semua saat ini sedang terperangkap di dalam dinding kenyal yang mengelilingi mereka. Aslinya mereka bukan terperangkap di dinding melainkan terperangkap di dalam gelembung berukuran besar.
"Apa-apaan ini? Sejak kapan kami bisa terperangkap di dalam gelembung ini?," tanya komandan Oliver yang terkejut begitu dia menyadari kalau mereka saat ini sedang terperangkap.
Setelah itu, komandan Oliver berusaha untuk menyerang dinding gelembung itu dengan pedangnya tetapi setiap dia menyerang dinding itu, seranganny selalu terpantul. Tidak hanya komandan Oliver saja, komandan Keira dan para komandan lainnya juga berusaha terus menyerang dinding itu dengan menggunakan senjata dan sihir yang mereka miliki. Bahkan nona Violetta pun juga ikut menyerang dinding gelembung itu. Tetapi tidak peduli berapa banyak mereka menyerang dinding gelembung itu, dinding gelembung itu tidak dapat dihancurkan karena serangan mereka selalu terpantul setelah mengenai dinding gelembung itu.
Sementara disaat para komandan itu terus menyerang dinding gelembung itu, nona Karina terlihat hanya diam saja. Tetapi meski hanya diam, nona Karina terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Nona komandan, segera lepaskan kami dari sini," ucap komandan Oliver sambil terus menyerang dinding gelembung itu.
Nona Laviena yang sebelumnya membungkuk untuk meletakkan tongkat sihir milik Ratu Kayana kini sudah berdiri dengan tegak kembali. Nona Laviena lalu melihat ke arah komandan Oliver dan yang lainnya yang sedang terperangkap di dalam gelembung buatannya.
"Saya minta maaf tetapi untuk sekarang kalian semua harus berada di dalam sana terlebih dahulu untuk mencegah adanya keributan. Namun kalian tenang saja, saya tidak akan melakukan apapun terhadap nona Ratu maupun mereka bertiga yang saat ini dalam kondisi terikat," ucap nona Laviena.
Meski nona Laviena mengatakan itu, komandan Oliver dan yang lainnya terus menyerang dinding gelembung itu agar mereka bisa keluar meskipun pada akhirnya mereka tetap tidak bisa menghancurkan dinding gelembung itu. Nona Laviena yang melihat hal itu tidak merespon apa-apa, dia pun juga tidak lagi menanggapi perkataan komandan Oliver dan yang lainnya yang minta untuk dibebaskan dari dalam gelembung itu.
Sementara itu, High Priest Theodor yang sebelumnya hanya diam saja kini kembali berbicara setelah situasi di ruangan itu berhasil dikendalikan oleh nona Laviena.
"Sepertinya situasinya sudah terkendali. Terima kasih karena telah mengendalikan situasinya, nona. Lalu terima kasih juga karena telah menyelamatkan saya," ucap High Priest Theodor.
"Iya," ucap nona Laviena secara singkat.
"Sebagai balas budi saya karena anda telah menyelamatkan saya, saya berjanji kalau saya akan mendapatkan Rid Archie dan kemudian memberikannya kepada anda," ucap High Priest Theodor.
Nona Laviena hanya diam saja setelah mendengar High Priest Theodor berbicara.
"Sekarang saya akan melanjutkan kembali rencana saya untuk mendapatkan Rid Archie," ucap High Priest Theodor.
High Priest Theodor lalu menoleh dan menatap ke arah Duke Louis yang masih dalam kondisi terikat yang berada tepat di hadapannya.
"Bagaimana, tuan Louis? Apa sekarang anda mau memberitahu dimana lokasi Rid Archie berada?," tanya High Priest Theodor.
Setelah mendengar pertanyaan High Priest Theodor, Duke Louis lalu menatap tajam ke arah High Priest Theodor sambil menampilkan ekspresi marah.
"Saya tidak akan pernah memberitahu keberadaan Rid kepada anda. Rid sudah beberapa kali menyelamatkan keluarga saya. Rid bahkan juga menyelamatkan istri saya. Saya tidak akan memberikan informasi apapun tentang orang yang telah menyelamatkan keluarga saya," ucap Duke Louis.
"Jika anda tetap tidak mau memberitahu keberadaan Rid Archie, itu berarti sepertinya anda tidak keberatan kalau kediaman anda terus diserang oleh tuan Julian. Seharusnya anda tahu, saat ini kediaman anda masih diserang oleh tuan Julian. Mungkin sekarang kediaman anda sudah mengalami kerusakan yang cukup parah akibat diserang oleh tuan Julian. Orang-orang yang tinggal di kediaman anda pun juga mungkin sudah banyak yang menjadi korban dari penyerangan itu. Tidak hanya menyerang kediaman anda saja, tuan Julian juga berniat untuk menculik putri Irene. Apa anda akan membiarkan hal itu?,"
"Satu-satunya yang bisa menghentikan tuan Julian sekarang adalah saya. Jika anda memberitahu lokasi keberadaan Rid Archie, saya akan langsung memerintahkan tuan Julian untuk berhenti menyerang kediaman anda dan melepaskan putri Irene apabila putri Irene sudah diculik. Sekarang, cepat katakan dimana keberadaan Rid Archie, tuan Louis," ucap High Priest Theodor.
"Saya sudah bilang sebelumnya kalau saya tidak akan pernah memberitahu informasi tentang Rid. Saya memang khawatir tentang penyerangan yang dilakukan oleh High Priest Julian, tetapi saya percaya kalau Irene dan yang lainnya bisa mengatasi penyerangan itu," ucap Duke Louis.
Setelah mendengar perkataan Duke Louis, High Priest Theodor pun tertawa.
"Hahahahaha tidak mungkin orang-orang yang ada di kediaman anda saat ini bisa mengatasi penyerangan itu. Saat ini orang-orang kuat yang ada di kediaman anda seperti anda, nona Arlet dan komandan prajurit anda sedang tidak berada disana. Mungkin ada beberapa orang kuat yang masih ada di kediaman anda tetapi level mereka masih di bawah kalian bertiga. Mustahil mereka bisa mengatasi penyerangan itu," ucap High Priest Theodor.
Duke Louis pun terdiam setelah mendengar perkataan High Priest Theodor. Disaat Duke Louis terdiam, High Priest Theodor pun kembali melanjutkan perkataannya
"Baiklah, jika anda tetap tidak mau memberitahu keberadaan Rid Archie, maka sepertinya saya harus menghubungi tuan Julian sekarang. Saya akan meminta tuan Julian untuk memberitahu kondisi di kediaman anda sekarang. Selain itu, saya juga meminta dia untuk memberitahu kondisi putri Irene. Jika kondisi kediaman anda dan putri Irene saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan, mungkin anda akan berpikir ulang tentang keputusan anda yang tidak mau memberitahu lokasi Rid Archie," ucap High Priest Theodor.
Duke Louis yang mendengar hal itu pun kembali marah.
"High Priest Theodor!!! Keparat kau!!!," ucap Duke Louis.
High Priest Theodor tidak menanggapi perkataan Duke Louis itu dan memilih untuk mengambil sesuatu dari saku pakaiannya. Setelah berhasil mengambil sesuatu itu, High Priest Theodor pun langsung memegang sesuatu. Sesuatu yang diambil oleh High Priest Theodor merupakan sebuah kristal komunikasi.
"Sekarang saya akan menghubungi tuan Julian untuk memberitahu bagaimana kondisi disana. Saya akan membiarkan kalian semua untuk mendengar suara dari kristal komunikasi ini, jadi kalian semua dimohon untuk tenang," ucap High Priest Theodor.
High Priest Theodor lalu mulai menghubungi High Priest Julian dengan kristal komunikasi itu. Sementara Duke Louis hanya diam saja sambil terus menatap tajam ke arah High Priest Julian.
Sekitar 30 detik setelah High Priest Theodor mulai menghubungi High Priest Julian, kristal komunikasi yang dipegang oleh High Priest Theodor masih belum mendapatkan tanggapan dari High Priest Julian yang ingin dihubunginya.
Lalu 30 detik kemudian, tepatnya 1 menit setelah High Priest Theodor mulai menghubungi High Priest Julian, kristal komunikasi itu masih juga belum mendapatkan tanggapan. Hal itu membuat High Theodor bingung.
"Ini aneh, kenapa tuan Julian masih belum menjawab panggilanku?," pikir High Priest Theodor.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun juga ikut menunggu jawaban dari kristal komunikasi itu, tetapi sudah 1 menit kristal komunikasi itu belum mendapatkan tanggapan dari kristal komunikasi yang dihubungi.
Namun, beberapa detik kemudian, kristal komunikasi itu pun akhirnya mendapatkan tanggapan.
"Halo?," ucap suara dari kristal komunikasi itu.
High Priest Theodor yang mendengar hal itu pun terlihat terkejut. Dia terkejut bukan karena orang yang dihubunginya itu lama menjawabnya, melainkan karena suara dari orang yang menjawab panggilannya itu terdengar berbeda dari yang biasanya. High Priest Theodor terkejut karena yang menjawab panggilannya itu bukanlah High Priest Julian, melainkan orang lain.
"Suara ini, kau bukanlah tuan Julian. Siapa kau?!," tanya High Priest Theodor.
-Bersambung
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments