Peace Hunter
Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Setelah mendengar perkataan nona Karina, kami semua pun langsung pergi ke ruangan Elevrad yang berada di lantai 7 gedung tengah. Untuk pergi ke gedung tengah, kami harus masuk ke gedung lobi akademi terlebih dahulu lalu keluar lewat pintu lain yang menghubungkan gedung lobi akademi dengan gedung tengah, gedung untuk para murid dan gedung untuk para pengajar serta kepala akademi. Ketika kami masuk ke gedung lobi akademi, kami melihat bagian dalam gedung lobi akademi, tepatnya di lantai 1 gedung itu terlihat sudah tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Padahal sebelumnya bagian dalam gedung lobi akademi, termasuk lantai 1 tempat kami berada sekarang mengalami kerusakan yang cukup parah akibat penyerangan yang dipimpin oleh Duke Remy. Tetapi kini bagian dalam gedung itu telah pulih kembali seperti sedia kala.
Lalu setelah kami melewati gedung lobi akademi, kami pun kini sudah berada di bagian dalam kompleks akademi. Setelah berada di dalam, kami pun langsung melihat ke sekeliling. Jalan yang menghubungkan antar gedung terlihat sudah tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Rerumputan, bunga-bunga dan pepohonan kecil pun sudah berjejer kembali di pinggir jalan-jalan itu. Lalu dari jalan yang berada dekat dengan gedung lobi akademi tempat kami berada, kami bisa melihat gedung tahun pertama, gedung tahun kedua, gedung tahun ketiga, gedung tahun keempat serta gedung tengah yang berada tepat di depan kami. Gedung-gedung itu terlihat sudah tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Padahal sebelumnya ada beberapa bagian dari gedung-gedung itu yang mengalami kerusakan yang sangat parah bahkan sampai hancur karena bagian gedung itu terkena efek dari munculnya hutan labirin yang diciptakan oleh Duke Remy. Tetapi sekarang gedung-gedung itu telah pulih kembali, tidak ada kerusakan sedikitpun pada gedung-gedung itu. Beberapa anggota Elevrad yang lain terlihat terkejut ketika melihat gedung-gedung itu yang telah pulih.
Kemudian, setelah melihat ke sekeliling, kami pun terus berjalan untuk menuju ke gedung tengah yang ada di hadapan kami. Setelah sampai di depan pintu masuk gedung tengah, kami pun masuk ke dalam. Kami sekarang berada di lantai 1 gedung tengah yang merupakan kantin akademi. Kantin akademi juga terlihat sudah tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Sebelumnya, kantin akademi ini mengalami kerusakan yang sangat parah karena kantin ini menjadi awal tempat pertarunganku dengan Duke Remy sebelum kami berdua pindah ke arena turnamen akademi yang ada di lantai 10. Sebelum aku bertarung dengan Duke Remy di kantin ini, kantin ini juga sudah mengalami kerusakan yang parah. Tetapi sekarang kantin ini benar-benar sudah pulih total.
Lalu, kami naik tangga untuk menuju ke lantai 2. Lantai 2 terlihat juga sudah pulih total. Kemudian, kami terus naik ke lantai 3, lantai 4, lantai 5 dan lantai 6. Semua lantai yang kami lewati itu pun sudah pulih total. Tidak ada kerusakan sedikitpun pada lantai-lantai itu. Lalu, kami pun akhirnya sampai di lantai 7 tempat ruangan Elevrad berada. Begitu sampai di lantai 7, kami pun kembali melihat ke sekeliling. Lantai 7 tempat kami berada juga sudah pulih total seperti lantai-lantai yang lain.
Setelah melihat ke sekeliling, kami pun lalu berjalan menuju ruangan Elevrad. Begitu sampai di depan ruangan Elevrad, nona Karina langsung membuka pintu ruangan Elevrad dan kemudian masuk ke dalam. Kami yang berada di belakang nona Karina pun berjalan mengikutinya. Sesampainya di dalam, kami kembali melihat ke sekeliling ruangan Elevrad. Ruangan Elevrad yang sekarang kami lihat sama seperti ruangan Elevrad seperti biasanya. Tidak ada kerusakan sedikitpun di ruangan ini. Bahkan furniture dan interior yang ada di ruangan Elevrad sekarang masih tetap sama seperti sebelumnya.
Ketika kami sedang sibuk melihat-lihat ke sekeliling ruangan, nona Karina tiba-tiba mengatakan sesuatu kepada kami.
"Kalian semua, silahkan duduk," ucap nona Karina.
Ketika nona Karina mengatakan itu, nona Karina sudah duduk di salah satu kursi yang berada di samping meja berukuran panjang. Selain kursi yang di duduki oleh nona Karina, di bagian samping meja itu juga sudah terdapat banyak kursi yang sepertinya disediakan untuk kami. Setelah mendengar perkataan nona Karina itu, kami pun langsung duduk di kursi yang ada di samping meja itu. Aku memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di samping nona Karina karena ketika aku mau menghampiri meja panjang tersebut, nona Karina menepuk kursi yang ada di sampingnya itu sambil melihat ke arahku seakan seperti memberi sebuah kode untuk duduk di kursi yang dia tepuk itu. Lalu setelah kami semua telah duduk, nona Karina pun mulai mengatakan sesuatu.
"Aku berterima kasih kepada kalian semua karena sudah mau memenuhi undangan yang aku berikan,"
"Hari ini seharusnya menjadi hari dimulainya festival akademi, tetapi karena adanya penyerangan yang terjadi akademi, juga di seluruh kerajaan ini, maka festival akademi tahun ini pun dibatalkan. Turnamen akademi yang hanya menyisakan pertandingan final pun juga dibatalkan karena terjadinya penyerangan itu tepat di hari berlangsungnya final turnamen akademi. Benar-benar sangat disayangkan," ucap nona Karina.
Kami semua pun terdiam saat mendengar perkataan nona Karina itu.
"Aku tahu kalau kalian sudah berusaha keras untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan turnamen serta festival akademi, tetapi mau bagaimana lagi, penyerangan itu terjadi tanpa bisa kita perkirakan. Meskipun sulit, aku berharap kalian segera melupakan tentang hal ini,"
"Sekarang, mari kita membahas yang lain. Sebelum aku membahasnya, aku ingin menanyakan sesuatu kepada kalian. Apakah kalian sudah melihat-lihat ke seluruh wilayah akademi ini?," tanya nona Karina.
Kami semua pun langsung menjawab pertanyaan nona Karina. Beberapa ada yang menjawab ’sudah’ dan sisanya menjawab ’belum’. Aku termasuk dari orang-orang yang menjawab ’belum’.
"Aku belum melihat-lihat ke seluruh wilayah akademi karena saat aku baru datang, aku hanya mengobrol-ngobrol saja di depan gedung lobi akademi, nona," ucapku.
"Begitu ya. Meskipun kamu dan beberapa orang belum melihat ke seluruh wilayah akademi, tetapi setidaknya kamu sudah melihat beberapa bangunan serta bagian dalamnya seperti di bagian dalam gedung tengah tempat kita berada saat ini. Bagaimana menurut kalian? Apa akademi yang sekarang terlihat seperti akademi dulu sebelum terjadinya penyerangan?," tanya nona Karina.
"Iya, meskipun aku belum melihat seluruh wilayah akademi, tetapi dari beberapa bangunan dan sebagian wilayah akademi yang sudah aku lihat, akademi terlihat seperti sebelum terjadi penyerangan. Padahal 3 hari yang lalu, sebelum kami berangkat pergi meninggalkan akademi, keadaan seluruh wilayah akademi ini sudah sangat parah. Banyak bangunan, jalanan dan objek lainnya yang ada di akademi ini mengalami kerusakan yang sangat parah. Tetapi kini, sudah tidak ada kerusakan lagi pada bangunan, jalanan dan objek lainnya. Kondisi akademi sekarang benar-benar sama seperti sebelum terjadinya penyerangan," ucapku.
Anggota Elevrad yang lainnya pun setuju dengan perkataanku.
"Pemulihan seluruh wilayah akademi yang mengalami kerusakan seharusnya tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu 2-3 hari jika dilakukan secara manual. Itu berarti pemulihannya menggunakan sebuah sihir atau Artifact yang dimiliki oleh kerajaan," lanjutku.
"Iya, kamu benar. Aku memulihkan seluruh wilayah akademi ini dengan menggunakan artifact yang dimiliki oleh kerajaan. Tetapi aku tidak memulihkannya sendiri, para prajurit dan orang-orang dari kerajaan juga membantuku dengan menggunakan Mana mereka untuk mengaktifkan artifact itu," ucap nona Karina.
"Apa anda yang meminta secara langsung ke pihak kerajaan untuk meminjamkan artitact itu, nona Karina?," tanyaku.
"Iya, bahkan aku memintanya secara langsung kepada Yang Mulia Ratu. Aku mengatakan kepada beliau kalau akademi harus segera dibuka kembali karena hanya tinggal beberapa hari lagi akan diadakan kenaikan tingkat untuk tahun pertama sampai tahun ketiga dan kelulusan untuk tahun keempat. Jadi akademi harus dipulihkan terlebih dahulu dan kemudian dibuka kembali. Setelah mengatakan itu, Yang Mulia Ratu pun menyetujuinya. Bahkan beliau meminjamkan sebagian besar Artifact pemulihan yang dimiliki kerajaan ke akademi, karena itu proses pemulihan seluruh wilayah akademi berlangsung sangat cepat," ucap nona Karina.
"Begitu ya. Meskipun aku belum melihat seluruh wilayah akademi tetapi bisa dipastikan kalau seluruh wilayah akademi ini sudah pulih kembali," ucapku.
"Iya. Jadi bagaimana menurutmu, Rid? Sebagai ketua Elevrad, apa kamu menyetujui rencana pembukaan kembali akademi ini?," tanya nona Karina.
Setelah nona Karina menanyakan itu, aku lalu menoleh ke arah anggota Elevrad yang lain.
"Bagaimana menurut kalian?," tanyaku.
Mereka pun terdiam sejenak setelah aku menanyakan itu. Tidak lama kemudian, mereka pun mulai berbicara.
"Aku setuju jika akademi ingin dibuka kembali. Lagipula penyerangan yang terjadi sebelumnya juga telah berakhir. Ibunda pun juga telah menyetujui agar akademi dibuka kembali. Jadi aku pikir tidak akan ada masalah apabila akademi dibuka kembali," ucap Charles.
"Aku setuju. Aku yakin banyak dari para murid akademi yang berharap agar akademi segera dibuka kembali karena mereka pastinya tidak tahu apa yang harus mereka lakukan di rumah atau tempat tinggal mereka masing-masing saat ini,"
"Aku ketika berada di kediaman orang tuaku, aku masih mempunyai orang-orang yang bisa diajak untuk latihan tanding. Tetapi sebagain besar murid akademi pasti tidak memiliki orang-orang yang bisa diajak latihan tanding ketika mereka berada di rumah atau tempat tinggal mereka. Berbeda dengan ketika mereka berada di akademi, mereka mempunyai banyak orang yang bisa diajak latihan tanding. Mulai dari teman sekelas, teman seangkatan, senior hingga junior mereka. Meskipun baru 3 hari para murid meninggalkan akademi, tetapi mereka pasti sudah merindukan hal-hal yang ada di akademi. Jadi aku setuju apabila akademi dibuka kembali," ucap Elaina.
Para anggota Elevrad junior dan yang seangkatan dengan Elaina pun mengangguk setuju dengan perkataan Elaina.
"Aku juga setuju, nona Karina. Lagipula waktu kami di akademi hanya tinggal beberapa hari lagi. Kami setidaknya ingin menghabiskan waktu kami di akademi sebelum kelulusan. Jadi aku pun juga setuju dan aku berharap kalau akademi akan dibuka kembali secepatnya," ucap Chloe.
Anggota Elevrad yang lain pun terdiam setelah mendengar perkataan Chloe. Ketika suasana di ruangan itu sedang hening karena anggota Elevrad yang lain sedang terdiam, aku lalu mengatakan sesuatu.
"Seperti yang anda dengar barusan, anggota Elevrad yang lain telah setuju untuk membuka akademi kembali. Jika mereka setuju, maka aku sebagai ketua Elevrad juga setuju, nona Karina," ucapku.
Setelah aku mengatakan itu, nona Karina pun langsung menanggapi perkataanku.
"Baguslah kalau kamu dan yang lainnya setuju. Kalau begitu aku akan membuka akademi kembali," ucap nona Karina.
"Memangnya kapan rencananya anda mau membuka akademi kembali, nona?," tanyaku.
"Besok," ucap nona Karina.
Para anggota Elevrad yang lain pun terkejut setelah mendengar perkataan nona Karina.
"Aku dan yang lain memang setuju agar akademi segera dibuka kembali, tetapi aku tidak menyangka kalau akademi akan dibuka kembali besok. Apa ini tidak terlalu terburu-buru, nona? Memang secara fasilitas dan gedung akademi telah siap karena sudah dipulihkan kembali. Tetapi masih ada hal lain lagi yang harus dipersiapkan. Contohnya seperti surat pemberitahuan tentang dibukanya kembali Akademi yang ditujukan kepada para murid. Apa anda sudah menyiapkan itu?," tanyaku.
"Sudah. Aku sudah menyiapkan surat-surat itu dengan dibantu oleh para staf akademi yang lain. Karena kalian yang merupakan perwakilan para murid telah setuju, sekarang hanya tinggal mengirim surat-surat itu ke rumah atau tempat tinggal masing-masing murid akademi. Aku sudah menyiapkan orang-orang yang akan ditugaskan untuk mengantar surat-surat itu," ucap nona Karina.
"Mengirim surat-surat itu ke rumah atau tempat tinggal masing-masing murid pastinya akan memakan waktu yang lama. Selain itu, rumah atau tempat tinggal para murid akademi terpencar ke seluruh wilayah kerajaan San Fulgen. Ada yang jaraknya dekat dari akademi, ada juga yang jaraknya jauh dari akademi. Bagi yang jaraknya jauh, proses pengiriman surat pemberitahuan itu akan memakan waktu yang lama. Jika surat itu dikirim sekarang, surat itu mungkin baru akan sampai di rumah atau tempat tinggal murid yang jaraknya jauh dari akademi saat sore atau malam hari. Begitu mereka menerima surat itu, mereka akan sangat terkejut karena mereka harus segera kembali ke akademi keesokan harinya karena akademi akan dibuka kembali. Mereka tidak akan sempat melakukan persiapan jika seperti itu. Jadi aku pikir besok bukan waktu yang tepat untuk membuka kembali akademi," ucapku.
Nona Karina pun terdiam sejenak setelah mendengar perkataanku. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.
"Hmm kamu ada benarnya, Rid. Jadi menurutmu, kapan waktu yang tepat untuk membuka kembali akademi?," tanya nona Karina.
"Lusa menjadi waktu yang tepat untuk pembukaan kembali akademi. Para murid jadi memiliki waktu persiapan selama 1 hari untuk kembali ke akademi," ucapku.
"Lusa ya. Baiklah, aku tidak keberatan dengan itu, bagaimana dengan yang lainnya?," tanya nona Karina kepada para anggota Elevrad lainnya.
"Aku tidak keberatan," ucap Irene.
"Aku juga, nona," ucap Chloe.
Anggota Elevrad yang lainnya pun juga tidak keberatan.
"Karena kalian semua sudah setuju, maka diputuskan kalau akademi akan dibuka kembali lusa," ucap nona Karina.
Setelah nona Karina mengatakan itu, aku kembali mengatakan sesuatu kepada nona Karina.
"Nona Karina, aku memiliki usulan lagi," ucapku.
"Usulan apa itu, Rid?," tanya nona Karina.
"Sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu. Sebelumnya anda mengiyakan kalau seluruh wilayah akademi ini telah pulih kembali seperti sebelumnya, apa itu berarti gedung asrama para murid juga sudah dipulihkan kembali?," tanyaku.
"Iya, gedung asrama para murid sudah dipulihkan kembali. Bahkan sudah tidak ada kerusakan sedikitpun di gedung asrama itu. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa memeriksanya sendiri," ucap nona Karina.
"Tidak, aku percaya dengan perkataan nona Karina. Jika gedung asrama para murid sudah dipulihkan kembali, maka aku mempunyai usulan. Meskipun para murid diberikan waktu 1 hari untuk bersiap karena akademi baru akan dibuka kembali lusa, tetapi aku mengusulkan agar beberapa murid yang sudah bersiap diizinkan untuk kembali ke akademi besok. Para murid yang sudah melakukan persiapan bisa segera kembali ke akademi dan juga kembali ke asrama mereka masing-masing,"
"Ketika mereka kembali ke akademi, mereka pastinya juga harus merapihkan dan membereskan kamar asrama mereka masing-masing. Jadi mereka yang sudah melakukan persiapan bisa segera kembali ke akademi untuk membereskan kamar mereka sebelum menempatinya. Mereka tidak harus menunggu sampai lusa. Selain itu, ini juga untuk mencegah adanya keramaian. Karena akademi akan dibuka lusa, jika semua murid dari tahun pertama dan keempat berdatangan secara bersamaan saat lusa nanti, bisa dipastikan akan terjadi keramaian yang cukup parah. Jadi dengan usulanku itu, keramaian yang akan terjadi saat lusa pun akan berkurang," ucapku.
Setelah aku mengatakan itu, nona Karina pun langsung menanggapi perkataanku.
"Usulanmu bagus juga. Jadi meskipun akademi baru dibuka kembali saat lusa nanti, para murid yang sudah melakukan persiapan boleh datang lebih dulu untuk mengurangi keramaian yang terjadi saat lusa nanti ketika akademi dibuka. Bagaimana menurut kalian tentang usulan ketua kalian?," tanya nona Karina kepada anggota Elevrad yang lain.
"Jika ketua mengusulkan sesuatu, aku sudah pasti setuju, nona," ucap Noa.
"Aku juga setuju dengan usulan Rid," ucap Charles.
Anggota Elevrad yang lain pun juga setuju dengan usulanku.
"Baiklah karena kalian semua setuju, maka usulan Rid akan aku terima. Akademi tetap akan dibuka saat lusa, tetapi bagi para murid yang sudah melakukan persiapan, bisa datang ke akademi mulai besok,"
"Karena ada perubahan soal jadwal dibukanya kembali akademi, maka surat pemberitahuan yang berisi tentang pembukaan kembali akademi di esok hari harus diganti menjadi di hari lusa. Selain itu juga harus ditambahkan dengan usulan yang Rid berikan barusan. Kalian semua, tolong bantu aku untuk merevisi surat pemberitahuan yang sudah dibuat sebelumnya," ucap nona Karina.
"Baik, nona," ucapku dan anggota Elevrad yang lainnya.
Setelah itu, pembahasan kami tentang rencana pembukaan kembali akademi pun telah berakhir. Sekarang kami beralih dengan melakukan revisi terhadap surat pemberitahuan yang telah dibuat oleh nona Karina dan orang-orang yang membantunya. Jumlah surat yang harus kami revisi sangatlah banyak. Jumlahnya sama dengan jumlah para murid dari tahun pertama hingga tahun keempat karena surat pemberitahuan itu memang akan ditujukan kepada masing-masing murid. Untungnya nona Karina dan beberapa staff akademi membantu kami untuk merevisi surat pemberitahuan itu. Kami pun akhirnya selesai merevisi surat pemberitahuan itu tepat jam 1 siang.
Setelah kami selesai merevisi surat pemberitahuan itu, kami pun pergi ke kantin akademi untuk makan siang. Nona Karina bilang kalau kantin akademi saat ini sedang dibuka untuk melayani para anggota Elevrad yang datang. Setelah makan siang, kami pun langsung kembali ke ruangan Elevrad karena nona Karina bilang masih ada yang harus dibicarakan tentang akademi, khususnya tentang akademi yang baru saja terjadi penyerangan.
Kami melakukan banyak pembicaraan dengan nona Karina tentang itu. Saking banyaknya, pembicaraan kami baru selesai di sore hari, tepatnya jam 4 sore. Karena saat itu pembicaraan kami telah selesai, nona Karina pun mengakhiri pertemuan untuk hari ini dan kami pun diperbolehkan pulang. Kami diperbolehkan pulang karena kami juga harus bersiap untuk kembali lagi ke akademi.
Setelah pembicaraan dengan nona Karina selesai, kami semua langsung pergi meninggalkan ruangan Elevrad. Kami pun juga meninggalkan komplek akademi dengan keluar dari gedung lobi akademi. Di depan gedung lobi akademi, terlihat Leandra, Lily, senior Nadine dan beberapa prajurit Duke San Lucia sedang menunggu disana. Melihat Leandra, Lily dan senior Nadine yang sedang menunggu disana, Noa, Charles dan Chloe yang mengenal mereka bertiga pun langsung menyapa mereka bertiga. Mereka kemudian saling berbicara sebentar.
Setelah itu, karena pertemuan dengan nona Karina juga telah berakhir, kami pun memutuskan untuk langsung pulang. Charles, Chloe, Noa, Elaina dan para anggota Elevrad yang lain pun juga memutuskan untuk pulang. Kami pun saling berpamitan terlebih dahulu sebelum kami pulang ke tempat kami masing-masing.
Setelah berpamitan, kami semua pun pergi ke gerbang akademi. Setelah itu, kami menaiki kereta kuda yang kami tumpangi masing-masing. Aku, Irene, Leandra, Lily dan senior Nadine menaiki kereta kuda yang sama seperti sebelumnya. Setelah kami semua telah naik, kereta kuda yang kami tumpangi pun mulai bergerak untuk menuju ke kota San Lucia.
-
Sekitar 3 jam kemudian, di malam hari.
Kami pun akhirnya telah tiba kembali di kediaman Duke Louis yang berada di kota San Lucia.
-
Sementara itu, disaat yang sama, di sebuah sungai berukuran cukup besar.
Di samping kiri dan kanan sungai itu terdapat tebing yang sangat tinggi dan juga terjal. Di sungai itu, terlihat ada sebuah kapal berukuran cukup besar yang sedang melintas. Pada dek kapal yang sedang melintas itu, terlihat ada beberapa orang yang sedang mengenakan jubah. Beberapa orang itu semuanya adalah wanita yang berasal dari beberapa ras seperti manusia, elf, Demi-Human dan lainnya. Lalu jubah yang dikenakan oleh para wanita itu terlihat sama dengan jubah yang dikenakan oleh para Holy Knights. Tidak hanya jubah saja, mereka juga mengenakan pakaian atau seragam dengan lambang yang mirip dengan lambang Holy Knights. Itu berarti beberapa wanita itu merupakan anggota Holy Knights.
Lalu di depan para wanita itu terlihat ada 3 orang wanita yang sedang berganti seragam. 2 orang wanita sedang berganti seragam ke seragam yang sama dengan seragam yang dikenakan oleh para wanita itu. Sementara 1 wanita sisanya terlihat sedang berganti ke seragam yang berbeda dari mereka semua. 2 wanita yang berganti seragam ke seragam Holy Knights itu adalah Remia dan Willa, sementara 1 wanita yang berganti ke seragam yang berbeda adalah nona Laviena.
Setelah mengenakan seragam, mereka pun lalu mengenakan jubah yang diberikan oleh para wanita itu. Remia dan Willa mengenakan jubah Holy Knights yang memiliki lambang dengan gambar manusia dengan sepasang sayap yang sedang memegang sebuah pedang. Sementara nona Laviena mengenakan jubah komandan Holy Knights yang memiliki lambang dengan gambar manusia dengan 2 pasang sayap yang sedang memegang pedang.
Setelah mereka bertiga sudah mengenakan seragam dan jubah mereka, nona Laviena lalu mengatakan sesuatu kepada para wanita yang merupakan anggota Holy Knights itu.
"Terima kasih karena telah membawakan seragam dan jubah kami," ucap nona Laviena.
"Sama-sama, nona," ucap para wanita itu.
Setelah itu, salah satu dari wanita itu menanyakan sesuatu kepada nona Laviena.
"Ngomong-ngomong, nona, kenapa kalian hanya kembali bertiga saja? Kemana tuan Alexis? Bukankah beliau juga pergi bersama dengan kalian?," tanya salah satu wanita itu.
"Alexis masih tinggal disana karena dia masih memiliki sebuah tugas yang harus dikerjakan di kerajaan itu. Tetapi Alexis tidak akan sendiri di kerajaan itu karena nona Maiden bilang beliau akan mengirim beberapa Holy Priest untuk menemani Alexis," ucap nona Laviena.
Setelah nona Laviena mengatakan itu, seorang wanita yang lain langsung menanggapi perkataan nona Laviena.
"Begitu ya. Kemarin saya melihat nona Teresia, nona Holea dan nona Seira yang merupakan Holy Priest sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Sepertinya mereka bertiga pergi untuk menyusul tuan Alexis," ucap wanita itu.
"Sepertinya begitu," ucap nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena lalu melihat ke sekeliling sungai tempat melintasnya kapal yang dia tumpangi. Sekeliling sungai tempat mereka berada terlihat sedang berkabut meskipun kabulnya tidak terlalu tebal. Lalu di sungai itu nampak sepi, tidak ada perahu atau kapal lain yang melintas. Hanya kapal mereka saja lah yang melintas. Hal itu membuat nona Laviena bingung.
"Ini sedikit aneh," ucap nona Laviena.
Willa yang mendengar perkataan nona Laviena itu, kemudian langsung menanggapinya.
"Aneh kenapa, nona?," tanya Willa.
"Kenapa sejak tadi tidak ada perahu atau kapal lain yang melintas? Bukankah sungai ini merupakan salah satu jalur air utama yang menghubungkan ke Holy Kingdom dan kerajaan atau negara lain yang ada di sekitarnya. Mau siang ataupun malam, sungai ini tetap dilewati beberapa perahu atau kapal. Tetapi sekarang, tidak ada satupun kapal yang melintas selain kapal kita," ucap nona Laviena.
"Anda benar, nona. Ini sangatlah aneh," ucap Remia.
Di tengah kondisi yang sedang berkabut itu, terlihat ada 2 ekor burung yang sedang terbang di samping kapal yang ditumpangi oleh nona Laviena dan yang lainnya. 1 ekor burung terbang di sisi kanan kapal, sementara 1 ekor lainnya terbang di sisi kiri kapal. 2 ekor burung itu menarik perhatian nona Laviena yang membuat nona Laviena langsung melihat ke arah 2 ekor burung yang sedang terbang.
"2 ekor burung....," pikir nona Laviena.
Awalnya nona Laviena tidak merasa aneh dengan 2 ekor burung yang sedang terbang itu. Tetapi setelah melihat dan memperhatikan 2 ekor burung itu dengan lebih teliti, barulah nona Laviena merasa aneh. Dia pun juga sedikit terkejut ketika melihat 2 ekor burung itu. Itu karena 2 ekor burung itu bukanlah burung asli, melainkan burung yang terbuat dari air.
"Burung yang terbuat dari air?!," pikir nona Laviena dengan sedikit terkejut.
Setelah nona Laviena menyadari kalau 2 ekor burung yang terbang itu terbuat dari air, tiba-tiba nona Laviena mendengar suara seorang wanita. Tidak hanya nona Laviena saja, tetapi semua orang yang ada di kapal itu juga mendengarnya.
"Akhirnya ketemu juga kalian," ucap suara wanita itu.
Setelah itu, dari bawah kapal yang sedang melintas di sungai itu, tiba-tiba muncul sebuah telapak tangan berukuran besar yang terbuat dari air. Nona Laviena yang menyadari kalau ada sesuatu yang mendekat dari bawah kapal langsung berteriak ke para anggota Holy Knights yang ada di dekatnya.
"Kalian semua, mendekatlah!!," teriak nona Laviena.
Setelah itu, telapak tangan berukuran besar yang terbuat dari air yang muncul dari bawah kapal itu dengan cepat langsung menggenggam kapal yang sedang melintas itu hingga hancur.
-Bersambung
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments