Peace Hunter
Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Sementara itu, di suatu pinggir pantai.
Pantai itu terlihat berbeda dengan pantai tempat nona Leirion berada sebelumnya, tetapi melihat gelombang laut dahsyat yang ada di pantai itu, bisa disimpulkan kalau pantai itu masih terhubung dengan lautan Sangu Mare. Di pinggiran pantai itu, terlihat ada 2 sosok orang. 1 orang yang sedang mengenakan jubah sedang berdiri sambil melihat ke arah barat yang masih terhubung dengan dataran tempat mereka berada saat ini. Sementara, 1 orang lagi sedang tergeletak di belakang orang yang sedang berdiri.
Orang yang sedang berdiri itu sedang melihat ke arah barat karena ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Sesuatu yang menarik perhatiannya itu adalah adanya kepulan asap yang sangat tebal yang membumbung tinggi di udara. Kepulan asap yang dilihat oleh orang itu nampak berukuran kecil yang berarti jarak orang itu dengan kepulan asap itu berada sangat jauh.
"Lihat daya hancurnya itu. Bahkan kepulan asap yang muncul akibat sihirnya itu masih terlihat dari tempat ini. Padahal tempat ini jaraknya sangat jauh dari tempat itu,"
"Jika aku tidak menyelamatkanmu dari serangan sihir itu, tubuhmu sekarang pasti sudah berubah menjadi abu, Nexus," ucap orang yang sedang berdiri itu.
Lalu beralih ke sosok yang sedang tergeletak di belakang orang yang sedang berdiri itu. Sosok yang sedang tergeletak itu ternyata adalah Nexus. Nexus saat ini sedang tergeletak dengan kondisi tubuh yang sedang diselimuti oleh cahaya yang bersinar cukup terang.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan saya, tuan Raven. Terima kasih juga karena telah menyembuhkan saya," ucap Nexus.
Setelah Nexus mengatakan itu, orang yang sedang berdiri itu pun lalu berbalik dan melihat ke arah Nexus. Setelah orang itu berbalik, terlihat jelas siapa orang itu. Orang itu merupakan seorang pria yang sedang mengenakan topeng di wajahnya. Orang itu adalah tuan Raven, pemimpin dari Engill Forstorelse.
"Tetapi, kelihatannya sihir yang aku pakai tidak bisa langsung menyembuhkan tubuhmu. Meski aku sudah menghentikan pendarahan pada lukamu itu, tetapi luka yang ada di tubuhmu masih belum pulih dan sembuh. Sepertinya perlu waktu sedikit lebih lama bagi sihir penyembuhanku untuk bisa menyembuhkanmu,"
"Yah ini wajar, lagipula yang melukaimu bukanlah iblis biasa. Jadi penyembuhannya pun tidak bisa cepat," ucap tuan Raven.
Seperti yang dikatakan oleh tuan Raven, saat ini tubuh Nexus terlihat sudah tidak mengeluarkan darah lagi dari lukanya itu. Akan tetapi terlihat pada luka-luka yang diterimanya dari nona Leirion masih ada di tubuhnya itu. Luka-luka itu masih belum pulih sepenuhnya.
"Tidak apa-apa, tuan Raven. Yang terpenting anda sudah berusaha untuk menyembuhkan saya, saya tidak mempermasalahkan apabila penyembuhannya membutuhkan waktu sedikit lebih lama atau tidak," ucap Nexus.
Setelah Nexus mengatakan itu, tuan Raven kembali berbicara.
"Luka-luka yang ada di tubuhmu itu mungkin masih dapat disembuhkan meskipun membutuhkan waktu yang sedikit lama, termasuk dengan lengan kirimu yang hampir putus itu. Tetapi untuk lengan kananmu itu, sepertinya mustahil untuk disembuhkan. Terlihat kalau tidak ada perubahan sedikitpun pada lengan kananmu meskipun aku sudah menggunakan sihir penyembuhanku. Lengan kananmu masih tetap mengering. Jika tetap tidak ada perubahan, sepertinya lengan kananmu itu harus dipotong," ucap tuan Raven.
Setelah tuan Raven mengatakan itu, Nexus lalu melihat dan memperhatikan lengan kanannya yang sudah mengering.
"Jika anda mengatakan itu, maka apa boleh buat. Sepertinya lengan kanan saya memang harus dipotong," ucap Nexus.
"Kamu tidak perlu cemas apabila lengan kananmu dipotong nanti. Aku akan meminta kepada Debora atau Melgus untuk membuat lengan kanan yang baru untukmu. Mereka berdua pasti bisa membuatkannya," ucap tuan Raven.
"Terima kasih, tuan Raven. Lalu, saya juga ingin meminta maaf," ucap Nexus.
Tuan Raven terlihat bingung setelah mendengar perkataan Nexus.
"Minta maaf untuk apa?," tanya tuan Raven.
"Saya minta maaf karena saya benar-benar lemah dan menyedihkan. Sebagai komandan pertama Engill Forstorelse, saya tidak bisa melawan nona iblis itu dan malah berakhir babak belur oleh nona iblis itu. Saya bahkan hampir terbunuh oleh nona iblis itu jika saja anda tidak menyelamatkan saya," ucap Nexus.
"Kamu tidak perlu minta maaf. Wajar kalau kamu babak belur karena yang dilawanmu itu adalah salah satu dari Demon Sovereign Commanders. Mereka merupakan kekuatan utama dari ras Iblis. Mereka itu sangat kuat, mereka bahkan bisa menghancurkan sebuah negara besar dengan mudahnya,"
"Daripada itu, aku penasaran kenapa kamu bisa bertemu dengan nona iblis itu yang merupakan salah satu dari Demon Sovereign Commanders. Beritahukan kepadaku kenapa kamu bisa bertemu dengannya, Nexus," ucap tuan Raven.
Setelah itu, Nexus pun menjelaskan tentang dia yang bisa bertemu dengan nona Leirion. Setelah Nexus selesai menjelaskan, tuan Raven pun kembali berbicara.
"Begitu ya. Kamu melihat nona iblis itu keluar dari sebuah portal. Portal yang diletakkan di pesisir pantai yang dekat dengan laut Sangu Mare, sepertinya portal itu terhubung dengan portal lain yang kemungkinan berada di pesisir pantai yang ada di benua utara. Itu berarti sebelum bertemu denganmu, nona iblis itu baru saja kembali dari benua utara,"
"Lalu setelah mendengar penjelasanmu tentang nona iblis itu yang tahu tentang organisasi kita padahal organisasi kita hanya bergerak di benua utara, ini menjadi masuk akal karena nona iblis itu mengetahuinya sendiri ketika dia pergi ke benua utara. Tetapi aku tidak menyangka kalau nona iblis itu yang merupakan salah satu dari Demon Sovereign Commanders pergi sendiri ke benua utara. Sepertinya ras iblis sudah melakukan pergerakan secara diam-diam di benua utara," ucap tuan Raven.
"Iya, sepertinya begitu, tuan Raven. Sebelum saya bertarung dengan nona iblis itu, saya sempat mengajukan tawaran kepada nona iblis itu untuk bekerja sama karena musuh kita sama-sama ras Malaikat. Tetapi nona iblis itu menolak karena ras iblis tidak ingin melakukan kerja sama secara setara. Dia ingin agar kita bergabung dengan ras iblis dan tunduk kepada Raja Iblis. Tentu saja saya menolak setelah dia bilang seperti itu," ucap Nexus.
"Keputusanmu bagus, Nexus. Aku memuji kamu karena kamu berinisiatif untuk menawari kerja sama dengan nona iblis itu. Aku juga memujimu karena kamu langsung menolak ide dari nona iblis itu yang ingin kita bergabung dengan ras iblis dan tunduk kepada Raja Iblis. Aku sendiri juga akan menolak apabila ditawari seperti itu. Aku tidak sudi untuk tunduk kepada siapapun, baik kepada ras Malaikat ataupun ras Iblis," ucap tuan Raven.
"Terima kasih atas pujiannya, tuan," ucap Nexus.
"Melihat mereka yang melakukan pergerakan secara diam-diam di benua utara, sepertinya mereka akan bersiap untuk mendeklarasikan ~Great Holy War~ lagi. Jika perang itu pecah kembali maka ini akan menjadi hal yang bagus. Disaat ras Malaikat fokus berperang dengan ras Iblis, kita bisa menusuk ras Malaikat dari belakang," ucap tuan Raven.
"Tetapi, tuan, jika perang besar itu pecah kembali dan ras malaikat berperang kembali dengan ras iblis, bukankah itu agak sedikit melenceng dari tujuan organisasi kita?," tanya Nexus.
Tuan Raven sedikit bingung dengan apa yang ditanyakan Nexus itu.
"Melenceng? Apa maksudmu?," tanya tuan Raven.
"Bukankah tujuan organisasi kita adalah dengan melenyapkan semua ras Malaikat? Jika ras Iblis berperang kembali dengan ras Malaikat, beberapa Malaikat pasti akan terbunuh oleh ras Iblis dalam perang itu. Jika itu terjadi, ini seperti bukan kita sendiri yang membunuh mereka untuk melenyapkan seluruh ras mereka," ucap Nexus.
"Ah soal itu, tujuan kita memang melenyapkan seluruh ras Malaikat, tetapi bukan berarti kita sendiri lah yang harus membunuh dan melenyapkan mereka. Aku tidak keberatan apabila pihak lain seperti ras Iblis membunuh atau membantai ras Malaikat. Asalkan mereka tidak membunuh para ’Archangel Commanders’ dan tentu saja ’Sang Malaikat Agung’ karena mereka adalah target utamaku. Aku harus membunuh mereka dengan tanganku sendiri," ucap tuan Raven.
Nexus terlihat merinding dan sedikit ketakutan setelah mendengar perkataan tuan Raven itu.
"Aku tidak pernah lupa dengan apa yang mereka lakukan terhadap kerajaan Framtida. Karena itu, aku harus membuat mereka membayarnya. Kalian semua harus membantuku nanti," ucap tuan Raven.
Nexus yang sebelumnya terlihat sedikit ketakutan pun kini langsung menanggapi perkataan tuan Raven.
"Baik, tuan Raven," ucap Nexus.
"Tetapi sebelum itu, sepertinya aku harus meningkatkan kemampuan dari para komandan sepertimu. Dengan kemampuan kalian yang sekarang, sulit untuk bisa melawan para ’Archangel Commanders’ nanti. Ini dibuktikan dari kamu yang tidak bisa mengalahkan bahkan mengimbangi salah satu dari Demon Sovereign Commanders. Sebagai kekuatan utama dari masing-masing ras, Archangel Commanders dan Demon Sovereign Commanders memiliki kekuatan yang setara. Jadi dengan kamu yang tidak bisa mengalahkan salah satu Demon Sovereign Commanders, itu menandakan kalau kamu juga belum bisa mengalahkan Archangel Commanders atau bahkan mengimbanginya," ucap tuan Raven.
"Maafkan saya soal itu, tuan Raven," ucap Nexus.
"Tidak perlu minta maaf, kamu dan komandan yang lain tidaklah lemah, lawan yang kita hadapi kali ini lah yang sangat kuat. Karena itu aku memutuskan untuk meningkatkan kemampuan kalian. Aku akan meminta Melgus atau Debora untuk memodifikasi tubuh kalian. Kebetulan aku telah menyimpan beberapa jasad dari iblis tingkat menengah yang telah aku bunuh. Aku juga telah membunuh dan menyimpan 2 jasad dari iblis tingkat tinggi. 2 iblis tingkat tinggi ini merupakan pemimpin dari wilayah di benua selatan yang dekat dengan pegunungan Nebula Mortis," ucap tuan Raven.
Nexus terlihat terkejut setelah mendengar perkataan tuan Raven.
"Anda telah membunuh 2 iblis tingkat tinggi?," tanya Nexus.
"Iya, tetapi iblis yang aku bunuh bukan salah satu dari Demon Sovereign Commanders. Meski begitu 2 iblis ini cukup kuat dan layak disebut sebagai iblis tingkat tinggi,"
"Karena aku telah membunuh 2 iblis tingkat tinggi yang merupakan pemimpin wilayah, saat ini di wilayah yang dipimpin oleh 2 iblis itu dan di sekitar pegunungan Nebula Mortis yang dekat dengan wilayah itu sedang kacau. Aku pun memilih pergi dari pegunungan itu dengan terus bergerak menyusuri perbatasan antara benua utara dan benua selatan sampai akhirnya aku sampai disini," ucap tuan Raven.
"Begitu ya, jadi ini alasan kenapa anda bisa ada disini," ucap Nexus.
"Iya. Ya sudah lebih baik sekarang kita kembali ke markas kita yang berada di gurun Regnum. Kita harus menyembuhkan dan memulihkan tubuhmu terlebih dahulu di markas. Baru setelah itu kita akan memperkuat dan memodifikasi tubuhmu dengan menggunakan jasad iblis tingkat tinggi yang telah aku bunuh. Aku juga akan memodifikasi tubuh komandan yang lain sebelum mereka berangkat untuk melaksanakan misi baru yang akan aku berikan nanti," ucap tuan Raven.
"Baiklah, tuan Raven. Untuk sekarang saya akan kembali bersama anda, tetapi setelah anda memodifikasi dan memperkuat tubuh saya, saya akan kembali kesini lagi untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh anda yaitu untuk mencari pintu atau akses masuk menuju kerajaan Siren yang ada di dasar laut Sangu Mare," ucap Nexus.
Setelah mendengar perkataan Nexus, tuan Raven pun langsung menanggapinya.
"Itu tidak perlu. Setelah memperkuat tubuhmu, aku akan memberikanmu misi yang baru," ucap tuan Raven.
Nexus terlihat sedikit terkejut dengan perkataan tuan Raven.
"Kenapa, tuan? Apa saya sudah dinyatakan gagal karena tidak bisa memberikan informasi tentang pintu atau akses masuk ke kerajaan Siren setelah hampir 3 tahun saya diberikan misi ini?," tanya Nexus.
"Bukan begitu, kebetulan aku mendapatkan sebuah informasi tentang ras Siren. Kalau aku tidak mendapatkan informasi ini, aku akan tetap memerintahkanmu untuk mencari informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren," ucap tuan Raven.
"Informasi tentang ras Siren? Informasi apa itu?," tanya Nexus yang sedikit bingung.
"Aku mendapatkan informasi kalau ada ras Siren yang bergabung dengan Holy Knights. Kita bisa mendapatkan informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren dari ras Siren itu sendiri," ucap tuan Raven.
"Apa itu berarti anda sekarang mengincar Holy Knights itu untuk mendapatkan informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren?," tanya Nexus.
"Iya. Sebelumnya aku sudah menghubungi Undine yang kebetulan berada dekat dengan Holy Kingdom dan memberitahunya tentang ras Siren yang bergabung dengan Holy Knights. Aku sudah memerintahkannya untuk mencari tahu tentang Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu. Dan apabila dia sudah menemukan Holy Knights itu, aku memerintahkannya untuk mengorek informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren dari Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu," ucap tuan Raven.
"Begitu ya," ucap Nexus.
"Iya, karena itu pencarian informasi tentang pintu masuk ke kerajaan Siren akan diserahkan kepada Undine terlebih dahulu. Kamu nanti akan aku berikan tugas yang lain, Nexus," ucap tuan Raven.
"Baik, tuan Raven," ucap Nexus.
Setelah itu, tuan Raven pun menghampiri Nexus yang masih tergeletak.
"Sekarang saatnya kita kembali ke markas," ucap tuan Raven.
Setelah mengatakan itu, tuan Raven lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah Nexus yang tergeletak. Disaat tuan Raven sedang mengarahkan tangan kanannya itu, Nexus tiba-tiba berbicara.
"Tuan Raven, izinkan saya untuk menanyakan sesuatu," ucap Nexus.
"Menanyakan apa?," tanya tuan Raven yang sedang mengarahkan tangan kanannya ke arah Nexus.
"Jika anda bertarung dengan nona iblis yang merupakan salah satu dari Demon Sovereign Commanders itu, apa anda bisa mengalahkan nona iblis itu?," tanya Nexus.
Tuan Raven terdiam sesaat setelah mendengar perkataan Nexus. Tidak lama kemudian, tuan Raven pun kembali berbicara.
"Meski sulit karena aku pastinya akan terluka ketika bertarung dengan nona iblis itu, tetapi aku yakin kalau aku bisa mengalahkan nona iblis itu," ucap tuan Raven.
Setelah mengatakan itu, tuan Raven dan Nexus tiba-tiba menghilang dari tempat itu.
-
Sementara itu, di suatu tempat yang terlihat seperti sebuah perkemahan kecil.
Di tempat itu terlihat ada sekitar belasan orang yang sudah tergeletak dengan kondisi bersimbah darah. Beberapa dari mereka tergeletak dengan kondisi tubuh yang sudah terpotong dan hancur. Lalu sisanya tergeletak dengan kondisi tubuh yang sudah ditusuk oleh berbagai macam senjata tajam yang terliha terbuat dari air .
Sementara itu, di tengah-tengah belasan orang yang sedang tergeletak itu, ada seorang wanita yang mengenakan pakaian dengan perpaduan warna biru tua dan putih. Wanita itu memiliki rambut dan kedua bola mata yang sama-sama berwarna biru tua. Wanita itu adalah Undine, komandan kedua Engill Forstorelse, sekaligus merupakan ’Divine Water Elemental Spirits’.
Saat ini, Undine terlihat sedang mencekik seorang pria yang mengenakan jubah dengan perpaduan warna putih dan emas. Di belakang jubah pria itu, terlihat ada gambar seorang manusia yang mempunyai sepasang sayap sambil memegang sebuah pedang. Gambar di belakang jubah itu terlihat berwarna emas.
Tidak hanya pria itu saja yang mengenakan jubah itu, belasan orang yang tergeletak di sekitar pria itu juga mengenakan jubah yang sama. Jubah itu merupakan jubah yang biasanya dikenakan oleh Holy Knights. Itu berarti mereka semua merupakan anggota Holy Knights.
Sementara itu, pria yang sedang dicekik oleh Undine terlihat sedang kesulitan untuk bernafas. Undine mencekik pria itu dengan mengubah tangan kanannya menjadi seperti sebuah tali tebal yang terbuat dari air. Lalu tali tebal dari tangannya itu dililit ke leher pria itu sehingga membuatnya kesulitan untuk bernafas.
"Jawab pertanyaanku. Dimana Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu biasanya muncul?," tanya Undine.
Setelah menanyakan itu, Undine secara perlahan terus memperkuat lilitan tangannya yang telah berubah menjadi tali air di leher pria itu
"Aku.....tidak tahu," ucap pria itu yang kesulitan untuk bernafas sekaligus berbicara.
"Jika kamu menjawab pertanyaanku, aku berjanji kalau aku akan melepaskanmu. Jadi sekarang jawab pertanyaanku," ucap Undine.
"Aku...benar-benar tidak.....tahu. Kalaupun.....aku tahu....., aku tidak.....akan memberitahumu,.....Undine. Kamu yang sudah.....diincar oleh nona Terra....kenapa bisa ada di tempat ini....yang jauh dari.....Holy Kingdom. Apa kamu....memutuskan untuk menjauh.....dari Holy Kingdom.....karena kamu tidak bisa.....melawan nona Terra? Padahal kamu...dan nona Terra sama-sama.....merupakan Divine Elemental Spirits,.....tetapi melihatmu.....yang menjauh dari nona Terra,.....itu menandakan kalau.....kamu aslinya sangat lah lem-," ucap pria itu.
Tetapi sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya, tali air yang melilit leher pria itu tiba-tiba meledak. Kepala pria itu pun langsung terpotong dan terpisah dari badannya setelah tali air itu meledak. Badan pria itu pun lalu jatuh dan tergeletak di tanah.
Sementara itu, tangan Undine yang sebelumnya telah menjadi tali lalu meledak secara perlahan mulai pulih kembali seperti sedia kala. Kemudian, dia pun melihat ke arah pria yang tergeletak dengan kepala yang sudah terpisah itu.
"Aku memintamu untuk menjawab pertanyaanku, bukan untuk membicarakan hal lain. Lalu, orang lemah sepertimu tidak pantas menyebut orang lain lemah," ucap Undine.
Setelah itu, Undine lalu berbalik dan berjalan perlahan meninggalkan perkemahan kecil itu. Setelah Undine sudah berada di luar area perkemahan kecil itu, Undine lalu berhenti.
"Keluarlah, para ’Water Spirits’," ucap Undine.
Setelah Undine mengatakan itu, tanah tempat Undine berpijak dan di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi genangan air. Genangan air itu kemudian membentuk suatu wujud yang terbuat dari air. Ada yang berwujud kucing, anjing, burung, kadal dan makhluk hidup lainnya. Ada juga yang berbentuk seperti bola berukuran kecil hingga besar. Serta ada pula yang berbentuk seperti seekor monster. Semua wujud yang terbuat dari air itu kini sedang mengelilingi Undine. Semua wujud itu terutama yang berbentuk makhluk hidup terlihat sedang membungkuk ke arah Undine.
Lalu, setelah wujud yang terbuat dari air itu telah muncul, Undine lalu mengatakan sesuatu kepada mereka.
"Kalian semua, pergilah ke jalan atau tempat-tempat yang menjadi akses menuju ke Holy Kingdom. Awasi jalan dan tempat-tempat itu, apabila kalian menemukan orang yang berasal dari ras Siren, segera beritahu aku,"
"Satu hal penting, meski aku meminta kalian untuk pergi ke jalan atau tempat-tempat itu, kalian jangan pergi ke jalan atau tempat yang berada dekat dengan Holy Kingdom karena disana ada Terra dan para Spirits bawahannya yang sedang berjaga. Jika kalian ditemukan oleh Terra, kalian akan langsung dimusnahkan olehnya,"
"Itu saja, sekarang cepat pergi," ucap Undine.
Setelah Undine mengatakan itu, wujud-wujud berbentuk air itu pun langsung pergi meninggalkan Undine. Undine pun turut melihat ke arah mereka yang telah pergi menyebar ke tempat-tempat yang diperintahkan Undine.
"Aku juga harus pergi untuk mencari keberadaan Holy Knights yang berasal dari ras Siren itu," ucap Undine.
Setelah Undine mengatakan itu, seluruh tubuh Undine tiba-tiba berubah menjadi air yang kini sedang menggenangi tanah yang ada di bawahnya. Air yang menggenang itu pun meresap ke dalam tanah yang ada di bawah. Air itu secara perlahan terus meresap ke dalam tanah sampai akhirnya air yang menggenang itu sudah hilang sepenuhnya. Undine pun telah pergi dari tempat itu.
-Bersambung
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments