Peace Hunter
Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Remia terlihat sangat terkejut ketika melihat makhluk-makhluk air itu sudah mengepung mereka dari segala arah. Sementara nona Laviena terlihat hanya diam sambil memikirkan sesuatu. Meski begitu, wajahnya terlihat sedang cemas dan khawatir.
"Makhluk-makhluk air itu, apakah mereka merupakan ~Water Spirits~ atau mereka hanyalah makhluk ciptaan yang dibuat oleh Undine? Aku harus memastikannya terlebih dahulu," pikir nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena lalu melihat dan memperhatikan semua mahluk-makhluk air yang sedang mengepungnya.
"Sebagian dari makhluk-makhluk air itu merupakan makhluk ciptaan Undine, tetapi sisanya merupakan ~Water Spirits~ karena aku melihat dan merasakan adanya ’Spirits Core’ pada tubuh mereka. Jika begitu, mungkin aku bisa mengendalikan mereka dengan suara senandungku dan membuat mereka menyerang makhluk air ciptaan Undine," pikir nona Laviena.
Setelah memikirkan itu, nona Laviena tiba-tiba mulai bersenandung.
~La La La La La~
Suara senandung itu terdengar jelas ke seluruh makhluk air yang mengepung nona Laviena. Tetapi, makhluk-makhluk air itu terlihat tidak bereaksi setelah mendengar suara senandung nona Laviena. Meski begitu, nona Laviena tidak berhenti dan terus bersenandung.
Lalu, ketika nona Laviena sedang bersenandung, para makhluk-makhluk air itu tiba-tiba langsung melancarkan serangan ke arah nona Laviena dan yang lainnya. Sebagian besar dari makhluk air itu melancarkan serangan dengan menyemburkan air yang sangat kuat dari mulut mereka. Sementara yang lainnya menyerang dengan serangan lain. Seperti contohnya para burung yang terbuat dari air, mereka menyerang dengan mengepakkan sayap mereka dan dari sayapnya itu muncul bulu-bulu tajam yang terbuat dari air. Bulu-bulu tajam itu lalu melesat ke arah nona Laviena. Semua serangan itu kini sedang mengarah ke nona Laviena dan yang lainnya.
Nona Laviena yang sedang bersenandung pun terkejut, namun dia langsung bereaksi cepat terhadap serangan-serangan makhluk air itu.
~Light Water Magic : Great Light Bubble Shield~
Sebuah gelembung bercahaya berukuran besar tiba-tiba muncul dari tempat nona Laviena berada dan langsung menyelimuti tempat mereka berada. Serangan dari makhluk-makhluk yang terbuat dari air itu pun langsung tertahan oleh gelembung bercahaya yang baru muncul itu. Meskipun serangan dari makhluk-makhluk air itu dilancarkan dari segala arah, gelembung bercahaya itu dapat dengan mudah menahannya.
Sementara itu, Nona Laviena, Remia, para Holy Knights dan warga sipil yang masih tergeletak yang berada di dalam gelembung itu terlihat baik-baik saja. Mereka sama sekali tidak terkena serangan itu.
"Untungnya masih sempat. Jika aku telat sedikit saja, kita semua pasti sudah terkena serangan dari para makhluk air itu. Daripada itu, aku tidak menyangka kalau suara senandungku tidak berpengaruh kepada mereka. Suara senandungku memang tidak berpengaruh kepada makhluk yang diciptakan oleh seseorang karena mereka bisa dikatakan sebagai ’benda mati’, tetapi para ~Water Spirits~ itu berbeda, mereka adalah makhluk hidup. Selain itu, mereka bukanlah roh tingkat tinggi, seharusnya aku bisa mengendalikan mereka dengan suara senandungku," ucap nona Laviena.
Setelah nona Laviena mengatakan itu, tiba-tiba terdengar suara Undine.
"Kamu sebagai ras Siren memang memiliki kemampuan untuk mengendalikan makhluk hidup lain dengan suara senandungmu. Kamu pun seharusnya juga bisa mengendalikan para Spirits dengan suara senandungmu, begitupun juga dengan para ~Water Spirits~ itu,"
"Tetapi apa yang baru saja kamu lakukan itu sangatlah bodoh. Kamu mencoba mengendalikan para ~Water Spirits~ ketika aku yang merupakan pemimpin mereka sedang berada disini? Lucu sekali. Meskipun suara senandungmu seharusnya bisa mengendalikan mereka, tetapi mereka tidak akan tunduk padamu. Itu karena saat ini tingkat pengendalianku kepada mereka lebih tinggi dari suara senandungmu itu. Kamu tidak akan bisa mengendalikan para bawahanku ketika aku masih berada disini," ucap Undine.
Setelah mendengar suara Undine, nona Laviena lalu mulai mencari lokasi Undine. Dia melihat ke sekeliling untuk mencari lokasi Undine. Tidak lama kemudian, dia pun menemukan lokasi Undine. Undine saat ini sedang berdiri di permukaan sungai tempatnya terjatuh setelah menghantam dinding tebing sebelumnya. Jaraknya cukup jauh dari tempat nona Laviena dan yang lainnya berada. Untuk sampai ke lokasi Undine pun, nona Laviena harus menerobos makhluk-makhluk air yang saat ini sedang mengepungnya.
"Jadi dia ada disana," ucap nona Laviena.
Setelah mengatakan itu, nona Laviena lalu menoleh ke arah Remia yang masih terkejut setelah dikepung oleh makhluk-makhluk air itu.
"Remia, kamu bisa menggunakan sihir penyembuhan kan?," tanya nona Laviena.
Remia yang mendengar pertanyaan nona Laviena pun langsung menoleh ke arah nona Laviena dan kemudian menjawab pertanyaannya itu.
"Bisa, nona. Tetapi sihir penyembuhan saya tidak secepat sihir penyembuhan yang nona gunakan," ucap Remia.
"Tidak masalah, yang terpenting kamu bisa menggunakannya. Kalau begitu, aku serahkan kepadamu untuk menyembuhkan mereka semua satu persatu,"
"Ah benar juga, sebelum menyembuhkan mereka dengan menggunakan sihir penyembuhanmu, lebih baik kamu periksa barang-barang yang dibawa para Holy Knights itu terlebih dahulu. Mungkin saja ada beberapa dari mereka yang membawa ~Holy Potion~ yang dibuat oleh para Holy Priest. Jika ada yang membawa potion itu, kamu sembuhkan saja dengan menggunakan potion itu. Lalu, jika potionnya habis atau kamu tidak menemukan potion sama sekali, baru lah kamu menggunakan sihir penyembuhannya. Minta tolong kepada Holy Knights yang sudah sadar nanti untuk ikut membantu juga," ucap nona Laviena.
"Baik, nona," ucap Remia.
"Andai aku mempunyai sihir penyembuhan skala area, aku pasti bisa langsung menyembuhkan kalian semua sekaligus. Aku saat ini tidak bisa menyembuhkan kalian semua satu persatu, aku minta maaf," ucap nona Laviena.
Remia terlihat sedikit terkejut ketika mendengar perkataan nona Laviena yang meminta maaf.
"Anda tidak perlu minta maaf, nona," ucap Remia.
"Sebagai gantinya, aku akan segera mengakhiri ini," ucap nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena berjalan ke bagian pinggir gelembung yang menghadap ke arah tempat Undine berada. Para makhluk air yang berada di luar gelembung itu terlihat masih menyerang gelembung itu dengan serangan-serangan yang mereka miliki. Tetapi tidak ada satupun dari serangan mereka yang bisa menembus gelembung yang diciptakan oleh nona Laviena.
"Kamu tetap fokus untuk menyembuhkan mereka semua, Remia. Kamu tidak perlu khawatir kepada makhluk-makhluk air yang mengepung kita karena serangan mereka tidak akan bisa menembus gelembung yang melindungi kita ini. Selain itu, selama kamu dan yang lainnya berada di permukaan air yang berwarna putih bercahaya ini, kamu dan yang lainnya akan tetap aman dari serangan-serangan yang muncul dari bawah air," ucap nona Laviena sambil terus berjalan ke pinggir gelembung yang melindunginya.
"Baik, nona," ucap Remia.
"Kalau begitu, aku pergi dulu. Kamu segera lah sembuhkan mereka semua," ucap nona Laviena.
"Baik, nona," ucap Remia.
Setelah itu, Remia pun mulai mendekati para Holy Knights dan warga sipil yang masih terbaring. Sementara nona Laviena langsung berlari keluar dari gelembung yang sebelumnya melindunginya. Ketika nona Laviena telah keluar dari gelembung itu, para makhluk air yang berada di dekat bagian luar gelembung itu pun langsung mengarahkan serangannya ke arah nona Laviena. Serangan yang diarahkan ke nona Laviena itu ada banyak sekali. Tetapi nona Laviena terlihat hanya biasa saja ketika melihat banyaknya serangan yang di arahkan kepadanya.
Lalu ketika serangan-serangan itu sudah berada dekat dengan nona Laviena, nona Laviena langsung menangkap serangan-serangan itu dengan tangan kanannya. Karena semua serangan itu adalah serangan air, nona Laviena bisa menangkap serangan itu dengan mudah dengan kemampuan spesial yang dimiliki oleh rasnya. Nona Laviena terus menangkap serangan-serangan itu lalu mengumpulkan serangan yang sudah ditangkap itu di tangan kirinya. Tidak lama kemudian, serangan yang sudah dikumpulkan di tangan kirinya itu pun sudah banyak. Tangan kiri nona Laviena kini sedang memegang bola air berukuran sangat besar yang berasal dari serangan-serangan yang dikumpulkan itu.
Setelah dirasa serangan yang dikumpulkan sudah cukup, nona Laviena lalu melempar bola air berukuran sangat besar itu ke arah para makhluk air yang ada di hadapannya.
~Water Manipulation - Giant Water Bomb~
Bola air berukuran sangat besar yang dilemparkan itu kemudian mengenai permukaan air yang berada di tengah-tengah para makhluk air itu.
~DUARRRRRR
Ledakan yang sangat besar pun terjadi di tempat itu. Para makhluk air yang berada di tempat itu pun langsung hancur setelah terkena ledakan itu. Ledakan itu membuat seluruh air yang ada di sungai itu bergejolak hebat. Kedua dinding tebing yang berada di dekat terjadinya ledakan itu pun langsung hancur setelah terjadinya ledakan itu. Bagian dinding yang hancur itu pun langsung jatuh ke sungai yang ada dibawahnya. Selain itu, kabut asap yang sangat tebal pun langsung bermunculan di sekitar tempat terjadinya ledakan itu.
Setelah musnahnya para makhluk air itu, nona Laviena langsung berlari menembus kabut asap yang ada di tempat itu untuk sampai ke tempat Undine. Baru beberapa saat nona Laviena berlari di tengah kabut asap itu, di hadapannya tiba-tiba muncul sebuah serangan air yang sangat besar. Nona Laviena terkejut ketika melihat serangan itu karena serangan itu tiba-tiba sudah berada di hadapannya. Ini dikarenakan kabut asap yang menyelimuti sekitar tempat itu membuat penglihatan menjadi terganggu. Meski nona Laviena sempat terkejut, nona Laviena langsung bereaksi dengan cepat dengan mengarahkan kedua tangannya ke depan untuk menahan serangan air yang sangat besar itu.
Serangan air itu pun kini berhasil ditahan oleh nona Laviena. Meski begitu, serangan air itu sangat kuat. Nona Laviena yang sedang menahan serangan air itu terlihat mulai terdorong ke belakang.
"Serangan air ini kuat sekali. Darimana munculnya serangan air ini?," pikir nona Laviena sambil terus menahan serangan air itu.
Sementara itu, di bagian sungai tempat munculnya serangan air yang kuat itu, Undine terlihat sedang berdiri di atas kepala Naga air yang berukuran besar. Naga yang dinaiki air itu hanya nampak kepalanya saja, tubuhnya entah tidak ada atau tidak terlihat karena berada di bawah air. Naga air itu kini sedang menyemburkan sebuah serangan air yang sangat kuat dari mulutnya. Serangan air yang sangat kuat itulah yang saat ini sedang ditahan oleh nona Laviena.
"Serangan air sekuat ini jika mengenai gelembung pelindung yang ada di belakang pasti bisa merusak atau menghancurkan gelembung pelindung itu. Aku tidak boleh membiarkan serangan ini mengenai gelembung itu, aku harus terus menahannya," pikir nona Laviena.
Nona Laviena terus menahan serangan air yang sangat kuat itu. Tubuhnya saat ini sudah terdorong cukup jauh dari tempat pertama kali dia menahan serangan air itu. Setelah menahan serangan air yang sangat kuat itu cukup lama, nona Laviena tiba-tiba mencengkeram serangan air itu. Setelah itu, dia menarik serangan air itu, lalu dia melompat dan membawa serangan itu ke atas. Serangan itu pun ikut mengarah ke atas karena serangan itu saat ini sedang dicengkeram dan ditarik oleh nona Laviena.
Lalu, ketika nona Laviena sudah berada di udara, nona Laviena lalu melihat Undine yang sedang menaiki seekor Naga air yang masih menyemburkan serangan air yang sangat kuat itu.
"Jadi serangan air yang kuat ini berasal dari semburan Naga air yang diciptakan oleh Undine. Kalau begitu, aku akan membuatmu merasakan sendiri semburan air yang berasal dari Naga ciptaanmu," ucap nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena lalu melempar dan menghempaskan serangan air yang kuat itu ke arah Undine.
~Water Manipulation - Water Dragon Burst~
Serangan air itu pun melesat dengan sangat cepat ke arah Undine yang sedang menaiki seekor Naga air itu. Undine terlihat sedikit terkejut ketika melihat semburan air yang berasal dari naga air ciptaannya itu malah berbalik mengarah ke arahnya.
"Eh?," ucap Undine.
Undine terkejut dan tidak bergerak sama sekali ketika melihat serangan air itu. Serangan air itu pun lalu mengenai Undine dan naga air yang dinaikinya dengan sangat telak.
~BUMMMMM
Ledakan air yang besar pun langsung terjadi setelah serangan air itu mengenai tempat Undine berada. Undine dan naga air yang dinaikinya itu pun langsung hancur setelah serangan air itu mengenai mereka. Dampak yang terjadi setelah serangan air itu mengenai tempat itu sama seperti sebelumnya ketika nona Laviena melemparkan sebuah bom air besar ke arah para makhluk-makhluk air itu. Saat ini, kondisi di sungai itu benar-benar sangat parah.
Sementara itu, setelah nona Laviena melempar balik serangan air itu, nona Laviena lalu turun dan kembali berpijak ke permukaan air lagi. Setelah nona Laviena sudah berpijak kembali di permukaan air, nona Laviena lalu mengangkat kedua tangannya lalu melihat ke arah kedua telapak tangannya. Kedua telapak tangan nona Laviena terlihat sudah mengalami luka yang cukup parah. Kulit kedua telapak tangannya itu sudah terkelupas dan kedua telapaknya itu kini penuh dengan darah.
"Serangan air itu benar-benar kuat. Bahkan kedua telapak tanganku menjadi seperti ini setelah menahan serangan air itu," ucap nona Laviena.
Nona Laviena lalu menyembuhkan kedua telapak tangannya itu dengan sihirnya.
~Light Magic : Holy Heal~
Kedua telapak tangan nona Laviena yang terluka itu pun secara perlahan mulai sembuh. Setelah telapak tangannya sudah sembuh, nona Laviena lalu melihat ke arah tempat Undine yang sebelumnya terkena serangan. Di tempat itu tidak ada apapun, hanya ada permukaan sungai yang masih bergejolak hebat dan dinding tebing yang berjatuhan karena mengalami kerusakan setelah terkena dampak dari serangan yang nona Laviena lancarkan.
Namun tidak lama setelah itu, dari permukaan air itu tiba-tiba muncul sosok Undine yang tubuhnya baru saja terbentuk kembali dari air yang ada di permukaan sungai itu.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau semburan air yang berasal dari naga air ciptaanku bisa ditahan lalu dibalikkan kembali kepadaku. Seperti yang diharapkan dari seorang komandan Holy Knights," ucap Undine setelah tubuhnya sudah terbentuk kembali.
Setelah Undine kembali muncul, nona Laviena pun menatap tajam ke arah Undine.
"Berapa kali pun aku serang, tubuhnya selalu pulih kembali. Sulit sekali menyerang tepat di ’Spirit Core’ nya karena ’Spirit Core’ yang dimiliki Divine Elemental Spirits memiliki karakteristik yang berbeda dari ’Spirit Core’ yang dimiliki Roh biasa. Kalau begitu, sepertinya satu-satunya cara yang tersisa untuk mengalahkannya adalah dengan bertahan sampai dia kehabisan Mana. Tetapi entah sampai kapan aku harus bertahan sampai dia kehabisan Mana," pikir nona Laviena.
Setelah nona Laviena memikirkan itu, Undine tiba-tiba berbicara kembali.
"Aku ingin secepatnya mengalahkanmu lalu membawamu beserta 2 ras Siren itu ke ketua. Tetapi menumbangkanmu dengan cepat ternyata cukup sulit. Apalagi kamu juga bisa menggunakan sihir penyembuhan. Setiap kali kamu terluka, kamu pasti akan langsung menggunakan sihir penyembuhanmu. Jika kamu selalu menyembuhkan diri, bagaimana caraku untuk menumbangkanmu? Ini benar-benar merepotkan,"
"Hmmmm, 1 Naga air kelihatannya tidak cukup untuk mengalahkanmu. Kalau begitu, bagaimana dengan ini?," tanya Undine.
Setelah Undine mengatakan itu, dari bawah air tempat Undine berpijak tiba-tiba muncul kepala Naga air berukuran besar yang sama seperti sebelumnya. Namun kali ini tidak hanya 1 kepala Naga saja karena di samping kanan dan kiri dari kepala Naga yang baru muncul itu juga muncul sebuah kepala Naga yang lain. Jadi saat ini ada 3 kepala naga air berukuran besar yang telah muncul itu dan Undine saat ini sedang berdiri di atas kepala Naga yang berada di tengah.
"3 Naga air sepertinya sudah cukup untuk menumbangkanmu atau setidaknya membuatmu lengah," ucap Undine sambil melihat ke arah tempat para Holy Knights dan warga sipil yang sedang dilindungi oleh sihir nona Laviena.
Nona Laviena terlihat terkejut ketika melihat munculnya 3 kepala naga air itu.
"Tidak mungkin?!," ucap nona Laviena.
"1 semburan air yang berasal dari 1 naga saja sudah membuatmu cukup kesulitan untuk menahannya. Bagaimana jika yang menyerangmu itu adalah 3 semburan air sekaligus, apakah kamu bisa menahannya?," tanya Undine.
Nona Laviena pun terdiam setelah mendengar pertanyaan Undine. Wajahnya terlihat khawatir dan cemas.
"Kamu bisa saja memilih untuk menghindari atau mengabaikan semburan air yang ketiga naga ini akan lancarkan. Tetapi jika kamu memilih untuk menghindari semburan air ini, semburan air ini akan melesat tepat ke arah tempat para Holy Knights itu berada. Tempat itu saat ini memang sudah dipasang pelindung yang kamu ciptakan dari sihirmu. Tetapi apa kamu yakin kalau pelindung itu akan bisa bertahan setelah terkena semburan air ini?," tanya Undine.
Setelah Undine mengatakan itu, 3 naga air ciptaannya itu mulai membuka mulutnya. Terlihat sihir air mulai terkumpul secara perlahan di mulut 3 naga air yang sedang terbuka itu. Melihat itu, nona Laviena langsung melesat ke arah Undine dan 3 naga air itu.
"Aku akan menghentikan ketiga Naga air itu sebelum ketiga Naga air itu menyemburkan serangan air itu," ucap nona Laviena.
Undine yang melihat nona Laviena sedang melesat ke arahnya pun tersenyum.
"Lakukan saja jika kamu bisa," ucap Undine.
Setelah itu, dari bawah air tempat nona Laviena yang sedang melesat, tiba-tiba muncul banyak serigala yang terbuat dari air. Serigala-serigala yang baru muncul itu langsung menyerang nona Laviena. Nona Laviena awalnya terkejut dengan kemunculan serigala-serigala air itu. Namun dia tetap bisa beraksi dengan cepat dan langsung menghindari serangan serigala-serigala itu.
Setelah menghindari serangan serigala-serigala itu, nona Laviena berniat untuk kembali melesat ke arah Undine. Tetapi alangkah terkejutnya dia ketika dia melihat di depannya sudah ada banyak makhluk air yang sedang menghalangi jalannya untuk menuju ke Undine. Tidak hanya di depannya saja, tetapi para makhluk air itu juga berada di sekeliling nona Laviena. Saat ini, nona Laviena sedang dikepung oleh para makhluk air itu dari segala arah. Nona Laviena pun terkejut setelah para makhluk air itu tiba-tiba sudah mengepungnya.
"Bagaimana bisa mereka tiba-tiba muncul dan langsung mengepungku secepat ini?," tanya nona Laviena yang terkejut.
Para makhluk air itu tidak hanya muncul disekeliling nona Laviena saja, tetapi juga di tempat nona Laviena menghancurkan para makhluk air dengan bom air sebelumnya. Para makhluk air yang muncul di tempat itu saat ini sedang menyerang ke arah tempat para Holy Knights dan warga sipil itu bersama dengan para makhluk air yang masih mengepung tempat itu. Meski para makhluk air yang mengepung tempat itu terus menyerang, tetapi serangan itu dapat ditahan oleh pelindung yang diciptakan oleh nona Laviena. Meski begitu, Remia dan beberapa orang yang telah sadarkan diri yang ada di dalam pelindung itu terlihat tetap khawatir terhadap para makhluk air yang terus menyerang itu. Tetapi di tengah kekhawatiran mereka, mereka terus berusaha untuk menyembuhkan orang-orang yang masih terluka dan belum sadarkan diri.
Sementara itu, nona Laviena terlihat mulai melawan para makhluk air yang mengepungnya itu. Dan disaat yang sama, sihir air yang berada di mulut ketiga Naga terlihat sudah terkumpul banyak. Menyadari kalau sihir air yang terkumpul di mulut ketiga Naga itu sudah banyak, Undine pun kembali berbicara.
"Sayang sekali, nona komandan. Kamu tidak sempat untuk menghentikan ketiga Naga air ini. Sekarang, rasakanlah semburan air dari ketiga Naga ini," ucap Undine.
Ketiga Naga air itu lalu bersiap untuk menembakkan sihir air yang sudah terkumpul di mulut mereka. Melihat ketiga Naga air itu tengah bersiap, nona Laviena yang sedang melawan para makhluk air itu pun terlihat sangat cemas.
"Ini gawat," ucap nona Laviena.
Ketiga naga air itu pun kini telah bersiap untuk menembakkan sihir air di mulut mereka itu. Tetapi sebelum ketiga Naga air itu menembakkan sihir air di mulut mereka, kondisi di tempat mereka berada tiba-tiba menjadi lebih gelap seperti ada sebuah objek di atas mereka yang menghalangi cahaya. Undine terlihat sedikit terkejut ketika menyadari kalau di tempat dia berada saat ini menjadi lebih gelap. Undine pun lalu melihat ke atas untuk memeriksanya. Tepat setelah dia menoleh ke atas, sebuah batu yang sangat besar tiba-tiba langsung menimpanya.
*BUMMMMM
Suara dentuman yang sangat besar pun terdengar setelah batu itu menimpa Undine. Batu yang sangat besar itu tidak hanya menimpa Undine, tetapi juga menimpa 3 kepala Naga air yang berada di bawahnya. Tubuh Undine dan 3 kepala Naga air itu pun langsung hancur setelah ditimpa oleh batu yang sangat besar itu. Seluruh air sungai yang berada di sekitar tempat itu pun langsung bergejolak dengan dahsyat setelah jatuhnya batu yang besar itu. Selain itu, kedua tebing yang ada di samping sungai itu pun bergetar dan beberapa bagian dindingnya mengalami kerusakaan setelah jatuhnya batu yang besar itu.
Sementara itu, Nona Laviena terlihat sangat terkejut ketika melihat jatuhnya batu yang besar itu.
"Darimana datangnya batu yang besar itu?!," tanya nona Laviena.
Ketika nona Laviena sedang terkejut, para makhluk air yang masih berada di sekeliling nona Laviena pun mencoba untuk menyerang nona Laviena. Tetapi sebelum para makhluk air itu menyerang nona Laviena, sebuah batu yang berukuran cukup besar tiba-tiba langsung berjatuhan dan menimpa para makhluk air itu satu persatu. Tubuh para makhluk air yang ditimpa oleh batu yang berukuran cukup besar itu pun langsung hancur. Batu-batu berukuran cukup besar itu jatuh dari atas layaknya seperti sebuah hujan batu. Batu yang berukuran cukup besar itu tidak hanya menimpa para makhluk air yang berada di sekeliling nona Laviena saja, tetapi juga menimpa para makhluk air yang mengelilingi tempat para Holy Knights dan warga sipil. Mereka yang ada di tempat itu pun juga terkejut ketika melihat para makhluk air itu ditimpa oleh banyak batu berukuran cukup besar hingga tubuh mereka hancur.
Nona Laviena kembali terkejut setelah melihat para makhluk air yang mengelilinginya sudah hancur karena tertimpa oleh banyak batu berukuran cukup besar.
"Para makhluk air itu telah hancur, siapa yang melakukan ini?!," tanya nona Laviena yang terkejut.
Setelah nona Laviena menanyakan hal itu, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.
"Apa kamu baik-baik saja, Laviena?," tanya suara wanita itu.
Nona Laviena langsung terkejut setelah mendengar suara itu.
"Suara ini, jangan bilang.....," ucap nona Laviena.
Setelah itu, nona Laviena menoleh ke arah asal suara itu. Nona Laviena menoleh ke atas batu besar yang menimpa Undine dan 3 naga air barusan karena suara itu berasal dari atas batu besar itu. Setelah menoleh dan melihat ke atas batu besar itu, nona Laviena melihat seorang gadis kecil. Entah gadis itu merupakan seorang anak kecil dari ras manusia atau seorang wanita dari ras Dwarf yang tubuhnya memang kecil, yang jelas orang yang dilihat oleh nona Laviena merupakan seorang gadis kecil. Gadis itu memiliki rambut dan bola mata yang berwarna coklat. Lalu gadis itu mengenakan gaun yang terlihat seperti gaun gothic berwarna coklat perpaduan dengan warna putih. Selain itu, gadis itu juga mengenakan jubah yang sama dengan jubah yang dikenakan oleh nona Laviena sebelumnya.
Gadis itu saat ini sedang duduk di pinggiran bagian atas batu besar itu sambil memegangi sebuah payung yang telah terbuka. Gadis itu saat ini sedang duduk sambil melihat ke arah nona Laviena.
Sementara itu, nona Laviena pun terkejut kembali ketika melihat ke arah gadis itu.
"Nona Terra!?," ucap nona Laviena.
-Bersambung
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments