Peace Hunter
Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Sementara itu, di sebuah kota yang berukuran sangat besar.
Di kota itu terlihat ada banyak sekali Demi-Human. Tidak hanya Demi-Human aja, tetapi ada juga ras lain seperti manusia, elf dan dwarf di kota itu. Namun kebanyakan ras lain yang berada di kota itu merupakan seorang budak. Hanya sedikit dari mereka yang bukan seorang budak. Sementara untuk Demi-Human, terlihat ada sebagian kecil dari mereka yang menjadi budak. Melihatnya adanya banyak Demi-Human di kota itu, kota itu sepertinya merupakan kota yang berada di wilayah kerajaan Demi-Human, Sedona.
Di kota itu terlihat ada sebuah stadion yang berukuran sangat besar. Di dalam stadion itu terdengar suara dari seorang komentator. Saking kerasnya suara komentator itu, suara itu sampai terdengar hingga ke luar stadion.
"Sekarang, mari kita mulai pertarungannya!," ucap komentator itu.
Dari suara komentator itu, sepertinya ada sebuah pertarungan yang terjadi di dalam stadion itu. Setelah suara komentator itu terdengar, kini giliran suara riuh dari orang-orang yang berada di dalam stadion itu yang terdengar. Orang-orang yang berada di dalam stadion itu terdengar seperti sedang bersorak dan menyemangati orang yang sedang bertarung di dalam stadion itu.
Sementara itu, di bagian luar dari stadion itu, terlihat ada seseorang yang mengenakan jubah yang sedang berdiri di depan sebuah papan pengumuman. Sosok yang sedang mengenakan jubah itu adalah seorang Demi-Human. Dia adalah Feline, seorang Demi-Human kucing berekor 2 yang merupakan salah satu komandan dari Engill Forstorelse. Feline memakai jubah yang menutupi wajahnya sekaligus ekornya. Jadi orang lain yang berada di tempat itu tidak akan mengenalinya. Feline saat ini sedang melihat papan pengumuman yang sedang menampilkan sebuah sketsa seseorang. Sketsa itu menampilkan sosok wanita Demi-Human yang menyerupai seekor kucing. Sosok Demi-Human pada sketsa buronan itu merupakan sosoknya sendiri.
"Begitu mereka mengetahui kalau aku masih hidup, mereka langsung menjadikanku sebagai buronan ya," ucap Feline.
Ketika Feline sedang melihat papan pengumuman itu, tiba-tiba dia mendengar suara keributan yang berada di belakangnya. Dia pun langsung menoleh ke belakang untuk melihat keributan apa yang terjadi di belakangnya. Ketika dia sudah melihat ke belakang, dia melihat 3 orang Demi-Human pria yang terdiri dari Demi-Human anjing, Demi-Human serigala dan Demi-Human panda yang sedang memeras seorang bocah laki-laki Demi-Human yang memiliki tanduk seperti tanduk rusa.
"Berikan uangmu kepada kami!," ucap Demi-Human anjing.
"Tidak!, uang ini untuk ibuku!. Aku tidak akan memberikannya," ucap Demi-Human rusa.
"Kau tidak boleh menolak perintah kami. Seharusnya kamu sudah tahu aturan di kerajaan ini. Orang lemah di kerajaan ini tidak boleh menolak perintah orang yang lebih kuat. Jadi sekarang serahkan uangmu!," ucap Demi-Human serigala.
Setelah itu, Demi-Human serigala itu langsung menendang Demi-Human rusa itu hingga terpental dan terbaring di jalan. Uang yang dipertahankan oleh Demi-Human rusa itu pun langsung terjatuh ke jalan. Demi-Human rusa itu yang kini sedang terbaring di jalan pun langsung berteriak kesakitan setelah ditendang oleh Demi-Human serigala.
"Arrghhhhhh,"
Sementara itu, ketiga Demi-Human yang memeras Demi-Human rusa itu kemudian langsung mengambil uang milik Demi-Human rusa itu yang terjatuh di jalan.
"Jika saja kamu langsung memberikan uang ini kepada kami, kami tidak akan melakukan kekerasan kepadamu," ucap Demi-Human panda.
Demi-Human rusa yang sedang terbaring di jalan sambil mengerang kesakitan itu terlihat berusaha untuk bangkit kembali. 𝓯𝙧𝓮𝓮𝒘𝓮𝙗𝙣𝒐𝒗𝒆𝓵.𝓬𝓸𝒎
"Kembalikan.....uang itu," ucap Demi-Human rusa itu sambil mencoba berusaha untuk bangkit.
Tetapi beberapa kali Demi-Human itu berusaha untuk bangkit, Demi-Human itu tetap tidak bisa untuk bangkit. Melihat Demi-Human rusa itu kesusahan untuk bangkit, ketiga Demi-Human yang memerasnya pun langsung mengejeknya.
"Jika kamu mau uang ini kembali, rebutlah uang ini secara paksa dari kami," ucap Demi-Human anjing.
"Yah, itu pun kalau kamu bisa merebut uang ini dari kami secara paksa. Saat ini, untuk berdiri saja sudah sangat sulit buatmu, apalagi untuk melawan kami," ucap Demi-Human serigala.
"Hanya dengan 1 kali tendangan saja sudah membuatmu kesakitan dan kesulitan untuk berdiri, benar-benar lemah," ucap Demi-Human panda.
Setelah itu, ketiga Demi-Human itu pun langsung menertawakan Demi-Human rusa itu.
"Ahahahahaha,"
Meskipun saat ini di tempat itu sedang ada banyak orang, orang-orang itu terlihat sama sekali tidak peduli dengan keributan itu. Sebagian dari mereka hanya menonton dan melihat saja, sementara sisanya ketika mereka tahu ada keributan di tempat itu, mereka langsung mengabaikannya.
Sementara itu, setelah ditertawakan oleh ketiga Demi-Human itu, Demi-Human rusa itu terlihat mulai menangis.
"Sialan, kenapa di kerajaan ini harus diterapkan aturan seperti ini!? Apa orang-orang yang boleh tinggal di kerajaan ini hanya orang-orang kuat saja!? Apakah orang lemah tidak boleh tinggal di kerajaan ini!?," tanya Demi-Human rusa itu sambil menangis.
Ketiga Demi-Human yang melihat Demi-Human rusa itu menangis kembali menertawakannya.
"Ahahaha, lihat dia. Dia menangis," ucap Demi-Human anjing.
"Menangis karena lemah, lucu sekali," ucap Demi-Human serigala.
Demi-Human rusa itu tidak menanggapi perkataan ketiga Demi-Human itu. Dia terus mengatakan sesuatu sambil menangis.
"Apakah tidak ada orang yang bisa mengubah aturan di kerajaan ini?! Apakah tidak ada orang yang bisa membuat orang lemah bisa hidup dengan nyaman di kerajaan ini?!," tanya Demi-Human rusa itu.
Ketiga Demi-Human itu kembali tertawa setelah mendengar perkataan Demi-Human rusa itu.
"Ahahaha, lihat, sekarang dia malah berharap akan ada orang yang bisa merubah aturan di kerajaan ini," ucap Demi-Human anjing.
"Memang orang lemah itu bisanya hanya berharap saja," ucap Demi-Human serigala.
"Daripada mengharapkan ada orang yang bisa merubah aturan di kerajaan ini, lebih baik kamu berharap kalau kamu bisa menjadi kuat, bocah lemah," ucap Demi-Human panda.
Ketiga Demi-Human itu terus menertawakan Demi-Human rusa itu, sementara Demi-Human rusa itu terus menangis. Lalu, ketika ketiga Demi-Human itu sedang menertawakan Demi-Human rusa itu, di belakang mereka tiba-tiba sudah ada Feline.
"Kalian bertiga bisanya hanya memeras dan mengejek seorang bocah. Kalian bertiga lebih lemah dari bocah itu," ucap Feline.
Ketiga Demi-Human itu langsung terkejut setelah mendengar suara Feline yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka. Mereka bertiga berniat untuk berbalik dan melihat Feline, tetapi belum sempat mereka berbalik, Feline langsung menyerang mereka. Feline langsung memukul kepala Demi-Human serigala dan Demi-Human panda dengan kedua tangannya. Demi-Human serigala dan Demi-Human panda itu pun langsung terpental menghantam bangunan setelah dipukul oleh Feline. Mereka berdua pun langsung tumbang seketika. Sementara Demi-Human anjing yang belum dipukul oleh Feline terlihat sangat terkejut ketika melihat kedua temannya tiba-tiba sudah terpental dan menghantam bangunan. Tidak hanya itu, Demi-Human anjing itu juga terlihat ketakutan setelah melihat Feline.
"S-siapa kau?," tanya Demi-Human anjing yang ketakutan itu.
Setelah mendengar pertanyaan Demi-Human itu, Feline lalu menghampiri Demi-Human itu dan langsung mencengkeram wajahnya. Setelah mengcengkeram wajahnya, Feline lalu mengangkat tubuh Demi-Human itu ke atas. Demi-Human itu pun mengerang kesakitan.
"Arrrghhh,"
Setelah sudah mengangkat tubuh Demi-Human itu ke atas, Feline lalu mulai menjawab pertanyaan Demi-Human itu.
"Aku hanyalah seorang Demi-Human biasa," ucap Feline.
Setelah itu, Feline langsung membanting Demi-Human itu ke jalan. Feline membanting Demi-Human itu dengan sangat kuat sampai membuat jalan itu hancur. Demi-Human itu pun langsung tumbang dengan luka berat di wajah dan kepalanya.
Setelah menumbangkan Demi-Human itu, Feline lalu mengambil uang milik Demi-Human rusa itu dari ketiga Demi-Human yang baru saja dikalahkannya. Setelah sudah mengambil uang itu, Feline lalu menghampiri Demi-Human rusa yang masih terbaring di jalan. Feline kemudian menyembuhkan Demi-Human rusa itu dengan sihir penyembuhan miliknya. Ketika Feline sedang menyembuhkannya, Demi-Human rusa itu terlihat terkejut. Dia terkejut karena dia tidak menyangka akan ada orang lain yang menolongnya.
Lalu, tidak lama kemudian, luka di tubuh Demi-Human rusa itu pun berhasil disembuhkan. Demi-Human rusa itu yang sebelumnya hanya terbaring kini sudah bisa bangun kembali. Dia saat ini sedang duduk sambil memeriksa kondisi tubuhnya.
"Aku sudah bisa bergerak kembali. Tubuhku pun juga sudah tidak merasakan sakit," ucap Demi-Human rusa itu.
Demi-Human rusa itu lalu menoleh dan melihat ke arah Feline.
"Terima kasih karena telah menyembuhkanku, kakak," ucap Demi-Human itu sambil menundukkan kepalanya.
Feline tidak menanggapi ucapan terima kasih yang diucapkan oleh Demi-Human itu. Meski begitu, Feline terlihat tersenyum setelah mendengar perkataan Demi-Human itu. Setelah itu, Feline memberikan uang milik Demi-Human rusa itu yang sebelumnya diambil oleh ketiga Demi-Human.
"Ini uang milikmu," ucap Feline.
Demi-Human rusa itu pun menerima uang dari Feline itu. Kemudian, dia kembali mengucapkan terima kasih kepada Feline.
"Terima kasih, kakak. Tidak hanya menyembuhkanku, kakak juga telah mengembalikan uang milikku. Sekali lagi, aku benar-benar berterima kasih, kakak," ucap Demi-Human rusa itu.
Feline lagi-lagi tidak menanggapi ucapan terima kasih Demi-Human. Dia kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Melihat Feline yang melangkah pergi dari tempat itu, Demi-Human rusa itu tiba-tiba berteriak memanggil Feline.
"Kakak!!! Kakak sebenarnya siapa? Kenapa kakak membantuku?," tanya Demi-Human rusa itu sambil berteriak.
Feline yang mendengar teriakan dari Demi-Human rusa itu lalu berbalik. Dia kemudian langsung menjawab perkataan Demi-Human itu.
"Aku hanyalah seorang Demi-Human biasa. Itu saja yang bisa aku jawab," ucap Feline.
Setelah mengatakan itu, Feline kembali melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu, sementara Demi-Human rusa itu hanya terdiam setelah mendengar perkataan Feline.
Setelah berjalan meninggalkan tempat itu, Feline tiba-tiba mulai berlari untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. Meski saat ini dia sudah menjauh dari tempat Demi-Human rusa tadi, dia terus berlari tanpa berhenti. Ketika sedang berlari, tiba-tiba di sampingnya muncul seseorang yang ikut berlari bersamanya. Orang itu mengenakan jubah yang sama dengan Feline. Orang itu adalah Ariu, seorang Demi-Human beruang yang merupakan salah satu komandan dari Engill Forstorelse.
"Saya tahu kalau anda merasa kesal, tetapi setidaknya tolong jangan membuat kekacauan, nona. Kekacauan yang anda buat barusan menarik perhatian para prajurit Demi-Human. Apalagi saat ini sedang berlangsung turnamen ’Sterkste Vegter’ di kota ini, P
pengawasan dan penjagaan di kota ini pastinya akan semakin ketat," ucap Ariu.
"Aku minta maaf, aku tidak bisa menahan diri setelah melihat perbuatan ketiga Demi-Human itu. Aku bisa saja mengalahkan mereka tanpa membuat bangunan atau jalanan yang ada di tempat itu menjadi hancur, tetapi aku benar-benar tidak bisa menahan diri dan malah melakukan hal itu," ucap Feline.
"Sudahlah, nona. Sekarang lebih baik kita segera pergi dari kota ini. Jangan sampai kita dikejar dan ditangkap oleh para prajurit Demi-Human," ucap Ariu.
"Iya," ucap Feline.
Kemudian, mereka berdua pun terus berlari untuk meninggalkan kota itu. Namun, ketika mereka sedang berlari, ada seseorang yang melesat dengan sangat cepat ke arah Ariu. Ariu dan Feline terlihat sangat terkejut ketika melihat orang yang melesat dengan sangat cepat itu tiba-tiba sudah berada di dekat mereka. Orang itu kemudian langsung menendang Ariu hingga terpental dan menghantam beberapa bangunan yang ada di sampingnya.
*BUMMM *BUMMM *BUMMM
Feline yang melihat Ariu tiba-tiba sudah terpental dan menghantam beberapa bangunan itu langsung menghentikan larinya dan memanggil nama Ariu.
"Ariu!!," ucap Feline.
Ariu sama sekali tidak merespon atau menanggapi panggilan Feline itu. Sementara itu, setelah menendang Ariu, orang yang menendang Ariu itu kemudian langsung berhenti melesat dan kini dia sedang berdiri di jalan yang sama dengan jalan tempat Feline berada.
"Jadi kalian yang sudah membuat keributan di dekat stadion. Bangunan dan jalanan yang ada di tempat itu jadi hancur gara-gara kalian. Kalian harus mengganti kerusakan di tempat itu," ucap orang itu.
Orang yang baru saja menendang Ariu itu adalah seorang Demi-Human pria yang memiliki telinga dan ekor seperti cheetah. Demi-Human itu terlihat mengenakan sebuah seragam prajurit dilengkapi dengan sebuah jubah yang dipakai di luar seragam itu. Selain itu, Demi-Human itu terlihat memiliki 2 buah pedang yang saat ini sedang ditaruh di punggungnya.
Setelah mendengar suara Demi-Human itu, Feline yang awalnya sedang melihat ke arah tempat Ariu terpental kemudian menoleh ke arah Demi-Human itu. Setelah melihat ke arah Demi-Human itu, Feline pun langsung terkejut.
"Kau..., kenapa kau ada disini?!," tanya Feline.
Tidak hanya Feline saja yang terkejut, orang-orang yang ada di sekitar tempat itu pun juga terkejut ketika melihat ke arah orang itu.
"Tuan Acynox!?," ucap Demi-Human A.
"Kenapa salah satu dari ’Beast Knight Commanders’ ada disini!?," tanya Demi-Human B.
Nama Demi-Human cheetah itu adalah Acynox. Dia merupakan salah satu dari ’Beast Knight Commanders’ yang merupakan komandan prajurit kerajaan Sedona.
Setelah mendengar pertanyaan dari Demi-Human itu, Acynox lalu langsung menjawabnya.
"Kenapa kamu masih menanyakan hal itu? Yang Mulia memberikanku tugas untuk menjaga beberapa wilayah di kerajaan ini, kota ini merupakan salah satu wilayah yang harus aku jaga. Jadi ini adalah hal yang wajar kalau aku muncul disini," ucap Acynox.
Setelah mendengar jawaban dari Acynox, Demi-Human itu lalu mulai berbicara lagi.
"Tidak, bukan itu maksud saya, tuan. Maksud saya, kenapa anda sampai repot-repot ada disini untuk mengejar mereka yang baru saja telah membuat kekacauan? Padahal anda bisa saja memerintahkan para prajurit bawahan anda untuk mengejar mereka," ucap Demi-Human B.
"Kebetulan aku sedang berada di dekat tempat kekacauan itu, jadi aku memutuskan untuk mengejar mereka sendiri," ucap Acynox.
"Begitu ya," ucap Demi-Human B.
Setelah itu, Demi-Human itu pun berhenti berbicara. Sementara Acynox kini terlihat sedang menatap tajam ke arah Feline.
"Lebih baik kamu lepaskan jubahmu itu karena aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya," ucap Acynox.
Feline terlihat terkejut setelah mendengar perkataan Acynox.
"Aku awalnya tidak tahu siapa kamu karena kamu memakai jubah untuk menutupi identitasmu. Tetapi setelah mendengar suaramu yang sangat familiar barusan, aku jadi tahu siapa kamu. Suaramu mirip dengan suara mantan putri Duke Fallas. Kamu itu putri Feline kan? Ah karena saat ini kamu sudah bukan seorang putri, apa lebih baik aku memanggilmu dengan ’Feline’ saja?," tanya Acynox.
Feline kembali terkejut setelah mendengar perkataan Acynox. Tidak hanya Feline saja, orang-orang yang berada di sekitar mereka juga terkejut.
"Putri Feline?," tanya Demi-Human A.
"Bukankah dia saat ini merupakan buronan yang sketsa wajahnya ditempel di papan pengumuman? Tidak hanya itu saja, sketsa wajahnya itu juga disebar di seluruh kerajaan ini," ucap Demi-Human B.
"Putri dari Duke Fallas. Bukankah Duke Fallas merupakan orang yang berusaha mengkudeta Yang Mulia?, tanya Demi-Human C.
Situasi di tempat itu pun mendadak menjadi heboh setelah Acynox menyebut nama Feline. Sementara itu, Feline yang sebelumnya terkejut kini terlihat cemas.
Kemudian, setelah menyebut nama Feline, Acynox kembali mengatakan sesuatu.
"Bukankah kamu seharusnya sudah pergi dari kerajaan ini? Kenapa buronan sepertimu memutuskan untuk kembali ke kerajaan ini? Apa kamu ingin melakukan sesuatu di kerajaan ini?," tanya Acynox.
Feline pun terdiam sesaat. Tidak lama kemudian, dia tiba-tiba langsung melepas jubahnya. Setelah dia melepas jubahnya, wujud Demi-Humannya yang memiliki ekor 2 pun jadi terlihat jelas dan itu membuat semua orang yang ada di sekitar itu kembali menjadi heboh.
"Ternyata benar, dia adalah putri Feline," ucap Demi-Human A.
"Dia adalah buronan yang dicari oleh Yang Mulia," ucap Demi-Human B.
Setelah melepas jubahnya, Feline lalu mulai menjawab pertanyaan Acynox.
"Kamu benar. Alasan kenapa aku memutuskan untuk kembali ke kerajaan ini karena ada yang ingin aku lakukan di kerajaan ini. Aku ingin membunuh pelaku yang telah menuduh keluargaku dalam melakukan kudeta terhadap ’Beast King’. Selain itu, aku juga harus menyelesaikan tugas yang diberikan kepadaku di kerajaan ini, yaitu untuk membunuh ’Beast King’ dan para keturunannya," ucap Feline.
Setelah mendengar perkataan Feline, Acynox pun langsung menanggapinya.
"Begitu ya, jadi kamu ingin membunuh Yang Mulia dan para keturunannya. Sebagai bawahan Yang Mulia, apa kamu pikir aku akan membiarkannya?," tanya Acynox.
Setelah mengatakan itu, Acynox lalu mengambil 2 buah pedang yang ada di punggungnya. Kemudian, Acynox pun langsung bersiap untuk melakukan serangan dengan menggunakan 2 pedangnya itu. Ketika melihat Acynox yang bersiap untuk melakukan serangan, Feline pun juga langsung bersiap untuk menyerang.
"Jika kamu ingin menghalangiku, maka aku juga akan menyingkirkanmu, Acynox," ucap Feline.
"Coba saja jika kamu bisa, Feline," ucap Acynox.
Setelah itu, Feline dan Acynox pun sama-sama melesat dengan sangat cepat. Mereka kemudian saling menyerang satu sama lain. Feline menyerang dengan menggunakan pukulannya, sementara Acynox menyerang dengan kedua pedangnya. Serangan yang mereka lakukan itu kemudian beradu dan menimbulkan suara benturan yang cukup besar.
-
Sementara itu, di sebuah gua yang berada di pegunungan Orokho.
Terlihat seorang wanita yang memiliki sepasang tanduk dan ekor seperti naga sedang tertidur sambil duduk di sebuah kursi yang terlihat seperti singgasana yang ada di gua itu. Di depan wanita itu, terlihat ada banyak sekali naga berukuran besar yang terbuat dari es. Jumlahnya sekitar 100 ekor naga es. Sementara di belakang singgasana yang diduduki oleh wanita itu, terlihat ada 5 ekor naga es yang berukuran sangat besar. Ukuran naga es itu lebih besar dari 100 ekor naga es yang ada di depannya.
Lalu, ketika wanita itu sedang tertidur, wanita itu tiba-tiba terbangun. Ketika wanita itu terbangun, bola matanya yang berwarna biru es dan pupil matanya yang berbentuk seperti pupil reptil pun dapat terlihat jelas. Setelah wanita itu tiba-tiba terbangun, wanita itu lalu mulai mengatakan sesuatu.
"Lagi-lagi kekuatan sihir ini. Awalnya meskipun aku merasakan kekuatan sihir ini, aku tidak memperdulikannya karena orang yang mengeluarkan kekuatan sihir ini tidak berada di wilayah pegunungan ini. Tetapi karena orang ini terus mengeluarkan kekuatan sihir ini setiap hari, hal ini membuatku terganggu. Aku jadi tidak bisa beristirahat dengan tenang,"
"Sebenarnya, siapa yang telah mengeluarkan kekuatan sihir kegelapan dan sihir cahaya di dekat wilayah pegunungan ini? Untuk orang yang mengeluarkan sihir cahaya itu, apakah dia adalah ras Malaikat? Apakah dia sedang mencari ’orang itu’ disini? Lalu untuk orang yang mengeluarkan sihir kegelapan, apakah dia merupakan rekan dari ’orang itu’?," pikir wanita itu.
Setelah memikirkan hal itu, wanita itu lalu mengatakan sesuatu kepada 5 ekor naga berukuran sangat besar yang berada di belakangnya.
"Hei kalian, dua di antara kalian segera pergi ke tempat orang yang mengeluarkan kekuatan sihir ini. Jika kalian menemukan orang yang mengeluarkan sihir ini, segera bunuh orang itu karena orang itu terus mengganggu waktu istirahatku," ucap wanita itu.
Setelah itu, 2 di antara 5 ekor naga es berukuran sangat besar itu langsung terbang meninggalkan tempat itu. Setelah 2 ekor naga es itu telah pergi meninggalkan orang itu, wanita itu lalu kembali memejamkan kedua matanya.
"Aku harap mereka berdua bisa segera membunuh orang yang mengeluarkan kekuatan sihir ini agar aku bisa istirahat dengan tenang. Saat ini, aku sedikit kelelahan setelah bertarung menghadapi ’orang itu’. Aku tidak menyangka orang seperti dia bisa berada disini," ucap wanita itu.
Setelah mengatakan itu, wanita itu mulai membuka kedua matanya kembali. Wanita itu lalu melihat ke bagian pojok dari gua tempat dia berada saat ini. Di bagian pojok gua itu, terlihat ada sebuah bongkahan es berukuran besar. Di dalam bongkahan es itu, ada sosok seorang wanita yang sedang tertidur atau mungkin lebih tepatnya tidak sadarkan diri. Wanita itu tidak sadarkan diri dengan kondisi tubuh yang dipenuhi oleh banyak luka. Wanita itu memiliki rambut panjang berwarna silver dan juga memiliki telinga yang runcing tetapi tidak panjang seperti elf. Selain itu, meskipun wanita itu tertidur dengan menutup mulutnya, ada 2 buah gigi taring miliknya yang terlihat sedikit keluar dari mulutnya itu.
Wanita bertanduk dan berekor seperti naga itu saat ini terus melihat ke arah wanita yang tidak sadarkan diri dalam bongkahan es itu.
"Aku tidak menyangka ras vampire sepertimu bisa berada di benua utara ini," ucap wanita itu.
~Arc Pegunungan Orokho pun dimulai~
-Bersambung
-
-
-
-
-
Note dari Author :
Halo para pembaca Peace Hunter.
Akhirnya novel Peace Hunter kini mulai memasuki Arc baru yaitu Arc pegunungan Orokho. Tetapi meskipun sudah memasuki Arc baru, ada sebuah pengumuman yang tidak mengenakkan yang harus saya sampaikan kepada kalian. Pengumuman yang harus saya sampaikan ini adalah tentang rencana hiatus novel Peace Hunter. Saya berencana untuk hiatus dalam membuat novel Peace Hunter selama beberapa bulan. Alasannya karena saat ini saya sedang jenuh dalam membuat novel Peace Hunter. Bukan jenuh karena tidak memiliki jalan cerita lagi, saya hanya sekedar jenuh untuk membuatnya saja. Kalau soal jalan cerita, saya sudah memiliki jalan cerita untuk Arc Pegunungan Orokho. Tidak hanya pegunungan Orokho saja, saya juga sudah memiliki jalan cerita untuk Arc-Arc selanjutnya. Saya sudah memiliki gambaran besar tentang keseluruhan cerita novel Peace Hunter.
Alasan lain kenapa saya ingin hiatus dalam menulis novel Peace Hunter mungkin karena saat ini novel Peace Hunter masih kurang peminat. Pendapatan yang saya dapatkan dari menulis novel ini pun jadi sedikit karena kurangnya peminat. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk hiatus dalam menulis novel Peace Hunter.
Saat saya sedang hiatus dalam menulis novel Peace Hunter, saya berniat untuk membuat novel baru dengan genre yang berbeda. Novel baru yang akan saya buat ini bukanlah sebuah novel panjang. Novel ini hanyalah sebuah novel pendek yang berisi mungkin tidak lebih dari 100 Chapter. Ketika saya membuat novel baru ini, saya berharap novel ini akan memiliki banyak peminat. Ketika novel ini sudah memiliki banyak peminat, saya berharap peminat dari novel ini juga membaca novel Peace Hunter. Bisa dibilang, alasan saya membuat novel baru ini adalah untuk menambah peminat dari novel Peace Hunter.
Jadi untuk sekarang, saya akan fokus dalam membuat novel baru ini. Setelah novel baru ini telah selesai, saya akan kembali melanjutkan novel Peace Hunter untuk Arc Pegunungan Orokho.
-
Itu saja pengumuman yang ingin saya sampaikan. Saya sebagai author dari novel Peace Hunter ingin meminta maaf atas pengumuman yang tidak mengenakkan ini. Saya benar-benar minta maaf karena saya tahu para pembaca pasti selalu menantikan kelanjutan cerita dari novel Peace Hunter. Sekali lagi, saya minta maaf atas pengumuman hiatus ini.
Sebelum mengakhiri pesan ini, saya ingin memberitahukan kalau saya memiliki akun Trakteer. Alasan saya memberitahu kalau saya memiliki akun Trakteer karena mungkin ada pembaca yang ingin memberikan dukungan atau donasi kepada saya. Di platform ini, saya sama sekali tidak mendapatkan pendapatan karena kontrak saya untuk novel ini tidak diterima di platform ini. Oleh karena itu, tidak ada hab berbayar pada novel ini, semuanya adalah bab gratis.
Bagi pembaca yang ingin memberikan dukungan atau donasi lewat Trakteer, kalian bisa copy link akun Trakteer saya ini, https://trakteer.id/rizdhan.
Dukungan berapapun yang kalian berikan akan sangat berguna bagi saya. Saya ucapkan terima kasih kepada kalian yang terus mendukung saya hingga saat ini.
Itu saja yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Terima kasih atas perhatian kalian semua. Sebagai bagian penutup dari pesan ini, saya akan memberikan bocoran atau spoiler percakapan yang terjadi di Arc Pegunungan Orokho. Bagi kalian yang tidak menyukai spoiler, bisa diskip bagian ini.
-
-
-
-
-
~Spoiler Arc Pegunungan Orokho~
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kedua naga es yang baru aku kirim tiba-tiba sudah dikalahkan?,"
-
"Rid, aku berencana untuk kembali melakukan ekspedisi di pegunungan Orokho. Sebelum kamu memulai perjalananmu untuk mewujudkan impianmu, aku minta tolong kepadamu untuk ikut dalam ekspedisi kali ini,"
-
"Ayahanda, ibunda, aku juga akan ikut dalam ekspedisi ke pegunungan Orokho. Aku akan mengalahkan makhluk yang telah mengalahkan ibunda sebelumnya sekaligus yang telah membuat iklim di pegunungan itu serta di wilayah San Lucia menjadi dingin. Aku pasti akan mengalahkan makhluk itu dan membuat iklim di wilayah San Lucia kembali seperti semula karena itu merupakan impianku,"
-
"Aku terkesan dengan impianmu itu, Irene. Tetapi makhluk yang ada di pegunungan Orokho itu bukan makhluk yang bisa dikalahkan dengan mudah. Makhluk itu adalah monster yang bisa mengendalikan wilayah pegunungan Orokho sesuka hatinya,"
-
"Setelah kita semua berhasil mengalahkan makhluk itu, aku berjanji akan mengizinkanmu untuk pergi bersama Rid dalam mewujudkan impiannya,"
-
"Tidak, ibunda. Meskipun kita berhasil mengalahkan makhluk itu, tetapi jika aku masih belum bisa mengalahkanmu, maka aku tidak bisa pergi. Sesuai syarat yang kita sepakati sebelumnya ibunda, aku baru bisa pergi setelah aku berhasil mengalahkanmu. Jadi aku akan mengalahkanmu terlebih dahulu sebelum aku pergi bersama Rid,"
-
"Tuan Louis, aku akan memberikan bantuan kepada anda yang ingin melakukan ekspedisi ke pegunungan Orokho. Aku akan mengutus beberapa prajuritku untuk ikut dalam ekspedisi itu. Selain itu, aku akan mengizinkan Asier dan juga Ivana untuk ikut dalam ekspedisi itu,"
-
"Untuk apa kamu datang kemari, Undine?,"
-
"Sudah lama ya kita tidak bertemu, .... . Aku datang kemari untuk mengundangmu bergabung ke dalam organisasiku,"
-
"Jika kamu ingin aku bergabung, kamu harus mengalahkanku dulu, Undine,"
-
"Tuan Duke sepertinya berniat untuk menjadikan ekspedisi ini sebagai ekspedisi terakhir. Banyak sekali prajurit yang ikut dalam ekspedisi kali ini. Selain itu, dalam ekspedisi kali ini juga banyak orang kuat yang ikut. Rid, putri Irene, nona Nadine, komandan Mina, komandan Asier, komandan Ivana, nona Duchess dan bahkan tuan Duke sendiri juga memutuskan ikut dalam ekspedisi kali ini. Tidak hanya mereka saja, beberapa anggota keluarga San Lucia juga ikut dalam ekspedisi kali ini,"
"Banyaknya orang yang ikut membuat ekspedisi kali ini tidak seperti ekspedisi pada umumnya. Daripada sebuah ekspedisi, ini lebih tepat disebut sebagai perang,"
-
"Kita memang ingin pergi berperang, yaitu berperang dengan makhluk penghuni pegunungan Orokho yang diceritakan oleh nona Duchess,"
-
"Dengan orang sebanyak ini, makhluk penghuni pegunungan Orokho itu pasti akan dapat dikalahkan kali ini,"
-
"Ayo kita berangkat!,"
-
"Jadi ini Pegunungan Orokho,"
-
"Suhu di tempat ini benar-benar sangat dingin, bahkan lebih dingin dari suhu di Kota San Lucia,"
-
"Aku akan menghangatkan kalian semua,"
~Fire Magic : Calefaciens Ignis~
-
"Apa-apaan sihirnya itu? Hanya dengan 1 sihir api sudah bisa menghangatkan semua orang yang ikut dalam ekspedisi ini,"
-
"Ada monster yang datang, bersiaplah untuk menyerang!,"
-
"Aku merasakan ada banyak orang yang datang ke pegunungan ini. Di antara banyak orang itu, aku merasakan sosok yang familiar. Kalian semua, pergi dan urus orang-orang itu,"
-
"Makhluk yang terbang itu, bukankah itu naga? Selain itu, jumlahnya ada banyak sekali,"
-
"Semuanya tetap tenang. Para naga itu bukanlah naga sungguhan, mereka hanyalah naga yang terbuat dari es. Sekarang lebih baik kita segera menghancurkan para naga es itu. Makhluk itu pasti akan muncul setelah kita menghancurkan para naga es itu,"
-
~San Lucia Art Secret Technique : Freezing Air Slash - Absolut Frysning~
-
~Ice Magic : Rain of Snowflakes~
~San Lucia Art Secret Technique : Rain of Snowflakes - Death Slash~
-
~San Lucia Art Secret Technique : Frozen Flower Petals - Estirmina~
-
~San Lucia Art Secret Technique : Rain of Snow Petals - Disorder~
-
~Secret Sword Art - Dragon Slayer Technique : Full Moon Slash~
-
"Apa-apaan mereka itu!? Mereka dapat mengalahkan para naga es itu dengan mudah,"
-
"Mereka semua benar-benar kuat, terlebih Rid Archie. Bisa-bisanya dia mengalahkan para naga es itu dengan mudahnya. Sejauh ini, dia yang paling banyak mengalahkan para naga es itu,"
-
"Hati-hati, ada 3 ekor naga es lagi yang sedang terbang kemari,"
-
"Apa-apaan naga es itu!? Naga es itu memiliki ukuran yang sangat besar daripada naga es yang sebelumnya,"
-
"Hati-hati terhadap semburan es yang dikeluarkan oleh naga es itu. Jika kalian terkena semburan es itu, kalian akan langsung membeku,"
-
"Bersiap untuk menyerang ketiga naga es itu!!,"
-
~Lightning Sword Art : Lightning Speed - Dragon Slayer Slash~
-
"Dia mengalahkan ketiga naga es yang berukuran sangat besar itu hanya dengan 1 serangan!?,"
-
"Aku minta maaf karena tiba-tiba langsung mengalahkan ketiga naga es itu sekaligus. Aku merasakan adanya bahaya terhadap ketiga naga es itu jadi aku memutuskan untuk langsung mengalahkan mereka,"
-
"Rid, berkat latihannya selama setahun ini, dia benar-benar menjadi sangat kuat,"
-
"Jadi sosok familiar yang aku rasakan adalah kamu ya, wanita berambut putih. Jadi kamu berhasil selamat saat itu,"
-
"Kau...!?,"
-
"Pria itu, wajahnya terasa familiar. Entah kenapa aku seperti pernah bertemu dengannya,"
-
"Wanita itu adalah makhluk yang sebelumnya telah mengalahkanku dan menghabisi anggota ekspedisi sebelumnya. Kalian semua waspadalah, wanita itu adalah monster,"
-
"Aku akan menghabisi kalian semua disini,"
-
"Apa-apaan manusia itu!? Dia sangat cepat sekali,"
-
~Flame Sword Art : Great Flame Slash~
-
"Api ini....api ini terasa seperti api milik Magran,"
-
"Kamu hebat juga, manusia. Aku pikir manusia yang kuat yang ada disini hanyalah mereka yang berambut putih saja, tetapi ternyata aku salah. Aku bisa merasakan kalau kamu merupakan orang yang paling kuat di antara mereka semua,"
-
"Apa-apaan wanita itu? Aku yakin kalau seranganku bagusan telah mengenainya. Meskipun tidak langsung membunuhnya, setidaknya serangan itu berhasil melukainya. Tetapi tidak ada luka sedikitpun di tubuh wanita itu. Apa dia menggunakan sihir penyembuhan?,"
-
"Rid, apa kamu bisa menahan wanita itu selama beberapa detik? Kami akan melancarkan serangan gabungan ke arah wanita itu,"
-
"Arlet, Asier, Ivana, Irene, ayo kita lakukan,"
-
~San Lucia Art Secret Technique : Quintuplets Multiple Freezing Air Slash~
-
"Serangan gabungan yang luar biasa yang dilakukan oleh 5 orang terkuat dari keluarga San Lucia. Tubuh makhluk itu bahkan sampai hancur setelah terkena serangan gabungan itu,"
-
"Makhluk itu sudah pasti telah mati,"
-
"Apa!?,"
-
"Tubuh makhluk itu yang telah hancur tiba-tiba pulih kembali,"
-
"Sepertinya dugaanku benar. Wanita itu bukanlah seorang Naga, melainkan seorang.....,"
-
"Sejak tadi kalian terus yang melancarkan serangan kepadaku. Kini giliranku untuk melancarkan serangan kepada kalian,"
~Ice ..... Magic : Snowball Gehenna~
-
"Berhati-hatilah terhadap bola-bola salju itu. Jika bola salju itu mengenai tubuh kalian, tubuh kalian akan langsung hancur,"
-
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuh mereka,"
~Fire Magic : Giant Wall of Flame~
-
"Dinding apimu mungkin bisa menghalau bola-bola salju ini, tetapi dinding apimu tidak akan bisa menghalau serangan ini,"
~Ice ... Magic : Ice Thorn of Misery~
-
"Berhati-hati dengan tempat kalian berpijak!,"
-
"Apa ini!?,"
-
"Arghhhhh,"
-
"Aku tidak ingin mati, arghhhh,"
-
"Hindari duri-duri es itu jika kalian tidak ingin mati!,"
-
"Sudah cukup, aku tidak akan membiarkanmu membunuh lebih banyak orang lagi,"
-
"Aku akui kalau kamu itu merupakan orang yang paling kuat di antara mereka. Tetapi apa kamu pikir kamu bisa mengalahkanku?,"
-
"Rid, tanganmu!?,"
-
"Membekulah, manusia,"
~Ice .... Magic : Frozen Bastille~
-
"Rid!!!!,"
-
"Sekarang adalah giliranmu, wanita berambut putih. Kali ini aku benar-benar akan membunuhmu,"
-
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuh, ibunda,"
-
"Tidak peduli seberapa kuatnya serangan kalian, serangan yang berasal dari sihir es tidak akan mempan terhadapku,"
-
"Kakak Asier!!, Kakak Ivana!!,"
-
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak akan membiarkanmu membunuh lebih banyak orang lagi?,"
-
"Kau!? Bukankan seluruh tubuhmu sudah aku bekukan!?,"
-
"Wanita itu benar-benar berbahaya. Kalian semua segera pergi dari pegunungan ini. Aku akan melawan wanita itu seorang diri,"
-
"Asal kalian tahu, seluruh wilayah pegunungan ini berada dalam kendaliku. Aku tidak akan membiarkan kalian pergi dari pegunungan ini,"
-
"Meski kamu bisa mengendalikan wilayah pegunungan ini sesuka hatimu, tetapi aku tahu cara kerja kekuatanmu itu. Aku tidak akan membiarkanmu mengendalikan wilayah pegunungan ini,"
-
"Manusia sialan!,"
-
~Ice .... Magic : Great Blizzard Arrow - Frossen Ruin~
-
~Light Fire Magic : Divine Flame Burgeon~
-
"Sihir itu!? Kenapa manusia sepertimu bisa menggunakan sihir itu!?,"
-
"Karena mereka semua sudah pergi, ini saatnya untuk menggunakan pedang itu,"
-
"Pedang bercahaya itu rasanya terasa familiar,"
"Selain itu, kekuatan sihir ini, jadi kaulah orang yang selama ini mengeluarkan kekuatan sihir cahaya di dekat pegunungan ini,"
-
~Light Sword Art : Divine Slash of Judgement~
-
"Aku akui kalau kamu adalah manusia terkuat dari semua manusia yang pernah aku lawan. Sepertinya sulit bagiku untuk membunuhmu dengan cara biasa. Kalau begitu, aku akan membunuhmu dengan seluruh kekuatanku,"
-
"Apa ini!? Tiba-tiba suhu dinginnya telah menghilang?,"
-
"Apa Rid berhasil mengalahkan makhluk itu?,"
-
"Tidak, makhluk itu masih belum dikalahkan. Lihat ke arah pegunungan Orokho!. Sihir es dalam jumlah yang sangat besar sedang berkumpul di pegunungan itu!,"
-
"Wahai seluruh es yang telah menjadi sumber kekuatanku, juga sumber kehidupanku. Aku korbankan dirimu yang telah menjadi sumber kekuatanku untuk mengalahkan musuhku yang teramat kuat ini,"
"Membekulah dan jadilah bagian dari es-es ini,"
~Ice ... Magic : Frost Nova~
-
"Wahai pedang cahaya, bersinarlah dengan terang,"
~Light Sword Art Secret Technique : Heavenly Slash - Sky-Shattering Light~
-
"Ah, aku akhirnya mengingat siapa pria itu,"
-
"Iblis itu, dia benar-benar kuat,"
-
"Kenapa iblis sepertimu menolong kami?,"
-
"Meskipun kita adalah musuh, aku tidak berniat untuk membunuh kalian. Tidak hanya kalian, aku juga tidak berniat untuk membunuh siapapun dalam perang ini,"
-
"Jangan percaya dengannya, Yang Mulia Ratu!. Di dunia ini, tidak ada iblis yang bisa dipercaya!,"
-
"Aku adalah seorang pangeran dari ras iblis, namaku adalah ...,"
-
"Aku sudah kehilangan sebagian besar dari kekuatanku. Kekuatanku saat ini hanya tersisa sedikit. Ini adalah kekalahanku, cepat bunuh aku,"
-
"Pangeran? Kenapa kamu bisa ada disini?,"
-
-
-
Itu saja spoiler dari Arc Pegunungan Orokho yang bisa saya beritahukan. Spoiler ini sekaligus menjadi penutup dari pesan atau pemberitahuan yang sebelumnya sampaikan.
Itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih atas perhatian kalian semua. Terus nantikanlah kelanjutan cerita dari novel Peace Hunter. Sampai bertemu lagi beberapa bulan ke depan.
- Rizdhan
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments