Peace Hunter
Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
"Impianku adalah menyatukan dunia ini dan membuat seluruh dunia ini menjadi damai, Yang Mulia Ratu," ucapku.
Ratu Kayana, Komandan Oliver, dan nona Karina pun terlihat sangat terkejut setelah mengetahui tentang impianku itu.
"Apa!?," ucap Ratu Kayana.
"Kamu bilang kamu ingin menyatukan dunia ini dan membuat seluruh dunia ini menjadi damai!?," tanya nona Karina.
"Iya, nona," ucapku.
Setelah mendengar perkataanku, nona Karina pun langsung menanggapi perkataanku itu.
"Tidak mungkin, mustahil kamu bisa melakukan itu, Rid!," ucap nona Karina.
Tidak hanya nona Karina, komandan Oliver pun juga ikut menanggapi perkataanku.
"Itu benar. Dilihat dari manapun, menyatukan dunia ini adalah hal yang mustahil. Dunia ini saat ini telah terbagi menjadi 2 yaitu benua utara yang dipimpin oleh ras malaikat dan benua selatan yang dipimpin oleh ras iblis. Kedua ras itu telah bermusuhan sejak lama. Meskipun saat ini sedang terjadi gencatan senjata di antara mereka, tetapi ke depannya kedua ras itu pasti akan berperang lagi. Apalagi kita semua tahu sudah tahu kalau ras iblis berniat untuk mendeklarasikan ’Great Holy War’ lagi,"
"Menyatukan dunia ini berarti kamu berniat untuk menyatukan kedua ras yang telah bermusuhan sejak lama yaitu ras iblis dan ras malaikat. Mustahil bagimu untuk melakukan itu, tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.
"Memang, secara logika mustahil untuk menyatukan dunia ini dan membuat dunia ini menjadi damai. Tetapi, meski itu adalah hal yang mustahil, aku akan tetap mewujudkan impianku itu," ucapku.
Komandan Oliver dan nona Karina pun langsung terdiam setelah mendengar perkataanku. Tidak lama setelah itu, tiba-tiba terdengar suara ketawa di ruangan itu.
"fufufufu,"
Awalnya suara ketawa itu terdengar pelan namun secara perlahan suara ketawa itu semakin terdengar keras.
"Ahahahahaha,"
Aku, nona Karina dan komandan Oliver pun langsung menoleh ke asal suara ketawa tersebut. Suara ketawa tersebut berasal dari Ratu Kayana. Ya, Ratu Kayana saat ini sedang tertawa dengan sangat keras. Kami bertiga pun terkejut ketika melihat Ratu Kayana yang sedang tertawa itu.
"Yang Mulia Ratu!?," ucap komandan Oliver.
"Kakak!?," ucap nona Karina.
Ratu Kayana tertawa cukup lama, mungkin sekitar 1-2 menit. Lalu setelah itu, Ratu Kayana pun berhenti tertawa meskipun dia tidak berhenti secara total karena dia masih sedikit tertawa.
"Ahaha, maaf karena telah menunjukan sesuatu yang tidak sopan. Aku sama sekali tidak bisa menahan tawaku. Soalnya impian Rid itu ternyata menarik sekali," ucap Ratu Kayana.
Aku sedikit terkejut setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Anda bilang impianku itu menarik, Yang Mulia Ratu?," tanyaku.
"Iya," ucap Ratu Kayana.
"Bukannya konyol?," tanyaku.
"Bukan. Kenapa kamu berpikiran begitu? Bukankah itu adalah impianmu sendiri?," tanya Ratu Kayana.
"Memang, tetapi ketika ada orang lain yang mengetahui tentang impianku lalu mereka tertawa, mereka akan bilang kalau impianku itu adalah impian yang konyol. Aku pikir Yang Mulia Ratu juga menganggap impianku itu adalah impian yang konyol karena Yang Mulia Ratu tertawa setelah mengetahui tentang impianku," ucapku.
"Aku tertawa bukan karena menganggap impianmu itu konyol. Justru aku tertawa karena menganggap impianmu itu sangat menarik. Aku tidak menyangka kalau ada orang yang memiliki impian seperti itu. Sepertinya hanya kamu saja yang memiliki impian seperti itu di dunia ini," ucap Ratu Kayana.
Aku pun terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana. Aku tidak menyangka kalau Ratu Kayana memiliki kesan yang berbeda terhadap impianku. Sementara itu, setelah Ratu Kayana mengatakan itu, nona Karina mulai berbicara kembali.
"Impian Rid itu memang kelihatan menarik tetapi impian itu juga impian yang mustahil untuk diwujudkan, kakak," ucap nona Karina.
"Kenapa kamu berpikir kalau impian Rid itu mustahil untuk diwujudkan?," tanya Ratu Kayana.
"Sebelumnya sudah dijelaskan oleh tuan Oliver, menyatukan dunia ini berarti harus menyatukan 2 ras terkuat yang sudah saling membenci sejak lama. Mustahil bagi Rid yang merupakan seorang manusia untuk melakukan itu,"
"Lalu membuat seluruh dunia ini menjadi damai, itu berarti Rid harus membereskan semua masalah yang ada di dunia ini agar bisa tercipta kedamaian di seluruh dunia ini. Ini juga sama sulitnya karena Rid akan berurusan dengan banyak ras yang hidup di dunia," ucap nona Karina.
Setelah mendengar penjelasan nona Karina, Ratu Kayana pun langsung menanggapinya.
"Memang kelihatannya mustahil, tetapi aku yakin Rid bisa mewujudkan impiannya itu. Yah meskipun sulit diwujudkan dalam waktu yang singkat karena pasti dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mewujudkan impiannya itu," ucap Ratu Kayana.
Nona Karina pun terkejut setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Padahal aku dan tuan Oliver sudah menjelaskan tentang impian Rid yang mustahil itu, kenapa kamu malah yakin kalau Rid bisa mewujudkan impiannya," tanya nona Karina.
Ratu Kayana pun tersenyum lalu kemudian dia mulai menanggapi pertanyaan nona Karina.
"Karena aku percaya dengan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki Rid," ucap Ratu Kayana.
Nona Karina pun terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana. Sementara disaat nona Karina terdiam, Ratu Kayana kembali melanjutkan perkataannya.
"Kamu pikir siapa yang telah merubah kerajaan ini sejauh ini? Rid lah yang telah merubah kerajaan ini meskipun secara tidak langsung,"
"Dulu aku selalu ingin merubah kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dan diskriminasi di kerajaan ini, salah satunya kebijakan sistem perbudakan. Tetapi tuan Darwin, tuan James dan tuan Remy selalu tidak setuju. Untuk merubah atau membuat kebijakan baru di kerajaan ini, setidaknya dibutuhkan persetujuan dari 3 Duke. Tetapi karena mereka bertiga yang saat itu menjabat sebagai Duke justru malah tidak setuju yang membuat aku tidak bisa merubah kebijakan itu. Aku bisa saja memaksa untuk tetap merubah kebijakan itu tanpa memerlukan persetujuan dari 3 Duke, tetapi aku tidak mau dicap sebagai pemimpin yang selalu memaksakan kehendaknya. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja kalau aku tidak bisa merubah kebijakan itu,"
"Dan ternyata alasan mereka selalu tidak setuju dengan keputusanku untuk merubah kebijakan adalah karena mereka memiliki kepentingan sendiri di kerajaan ini. Mereka takut kalau kepentingan mereka akan terganggu apabila aku merubah beberapa kebijakan di kerajaan ini. Bahkan demi kepentingan mereka itu juga mereka sampai merencanakan pembunuhan terhadapku dan terhadap seluruh keluarga San Lucia yang merupakan keluarga Duke yang tersisa selain mereka bertiga. Tentu alasan mereka ingin membunuh keluarga San Lucia bukan hanya karena keluarga San Lucia merupakan keluarga Duke yang tersisa, melainkan karena keluarga San Lucia dekat dengan keluarga kerajaan. Selain mereka bertiga, suamiku juga terlihat dalam rencana pembunuhan itu. Pantas saja hanya aku yang diincar untuk dibunuh, sedangkan suamiku tidak,"
"Mereka berniat untuk membunuhku dan seluruh keluarga San Lucia pada ~Matchmaking Battle~ yang seharusnya diadakan bulan ini karena di bulan ini, Irene telah lulus dari akademi menyusul Amelia yang sudah lulus lebih dulu di tahun sebelumnya. Tetapi acara itu dapat digagalkan dengan kehadiran Rid. Rid yang telah berpacaran dengan Irene membuat rencana pembunuhan mereka yang akan dilakukan di acara ~Matchmaking Battle~ pun gagal. Dengan Irene yang sudah mempunyai pasangan, keikutsertaannya di acara itu pun dibatalkan. Irene tidak perlu ikut acara itu lagi dan keluarga San Lucia juga tidak perlu datang untuk menonton acara itu. Dengan tidak hadirnya keluarga San Lucia di acara itu, mereka tidak akan bisa membunuh keluarga San Lucia,"
"Rid benar-benar telah menggagalkan rencana mereka. Mereka pun berniat untuk menyingkirkan Rid yang telah menggagalkan rencana mereka. Tetapi niat mereka yang ingin menyingkidkan Rid justru malah membuat rencana mereka terkuak. Insiden di Hutan Hevea yang seharusnya menjadi jebakan untuk Rid, malah berbalik menjadi jebakan untuk tuan Darwin dan tuan James. Rencana pembunuhan terhadapku dan keluarga San Lucia pertama kali terkuak saat itu. Ada peran Rid dalam terkuaknya rencana pembunuhan itu,"
"Lalu, beberapa hari yang lalu ketika tuan Remy melakukan penyerangan di akademi. Rid lah yang telah menggagalkan upaya tuan Remy untuk membunuhku, tuan Louis dan nona Arlet. Jika tidak ada Rid saat itu, kami bertiga pasti sudah mati. Tidak hanya kami bertiga, semua orang di akademi itu pastinya juga sudah mati, termasuk kalian berdua. Itu karena baik aku, tuan Louis, nona Arlet dan kalian berdua saat itu tidak mampu untuk melawan dan menghadapi tuan Remy. Hanya Rid lah yang mampu untuk menghadapi tuan Remy," ucap Ratu Kayana.
Perkataan Ratu Kayana itu ditujukan kepada komandan Oliver dan nona Karina. Komandan Oliver dan nona Karina pun terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Setiap kejadian yang terjadi di kerajaan ini beberapa tahun terakhir, Rid selalu terlibat baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Kehadiran Rid telah membuat kerajaan ini berubah menjadi lebih baik. Bayangkan jika Rid tidak ada, aku dan seluruh keluarga San Lucia saat ini mungkin telah dibunuh dalam acara ~Matchmaking Battle~. Lalu kerajaan ini pasti akan dikuasai oleh suamiku, tuan Darwin, tuan James dan tuan Remy. Kerajaan ini nantinya akan menjadi salah satu kerajaan bawahan dari ras iblis karena tuan Remy yang ingin merebut kerajaan ini merupakan bidak dari salah satu komandan pasukan iblis. Apa kalian berdua bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan kerajaan ini ke depannya jika Rid tidak ada?," tanya Ratu Kayana.
Komandan Oliver dan nona Karina pun terus terdiam.
"Kehadiran Rid di kerajaan ini telah membantu kerajaan ini berubah menjadi lebih baik. Rid telah banyak berkontribusi pada kerajaan ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika Rid saja bisa merubah kerajaan ini, bukan tidak mungkin kalau dia juga bisa merubah kerajaan lain begitu dia datang ke kerajaan itu. Jika dia terus melakukan itu ke seluruh kerajaan atau negara yang ada di dunia ini, bukan tidak mungkin kalau dia bisa membuat seluruh dunia ini menjadi damai,"
"Memang sulit dan pastinya memakan waktu cukup lama, tetapi aku yakin kalau Rid bisa melakukan itu," ucap Ratu Kayana.
Komandan Oliver dan nona Karina masih terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana. Sementara aku saat ini sedang terkejut setelah mendengar perkataan Ratu Kayana itu. Aku tidak menyangka kalau Ratu Kayana akan mendukungku. Beliau bahkan yakin kalau aku bisa mewujudkan impianku itu meskipun sulit dan memakan waktu cukup lama.
Tidak lama setelah itu, nona Karina yang sebelumnya sedang terdiam, tiba-tiba membungkuk ke arahku. Aku pun terkejut setelah melihat nona Karina tiba-tiba membungkuk.
"Aku minta maaf, Rid. Maafkan aku karena telah meremehkanmu dan berkata kalau impianmu itu adalah hal yang mustahil. Aku lupa kalau kamu sudah banyak melakukan sesuatu yang di luar dugaan di kerajaan ini," ucap nona Karina.
Tidak hanya nona Karina saja yang membungkuk, kini komandan Oliver juga ikut membungkuk.
"Sama seperti putri Karina. Aku juga minta maaf, tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.
Setelah mengatakan itu, mereka terus membungkuk ke arahku. Melihat mereka yang membungkuk dan meminta maaf, aku kemudian langsung menerima permintaan maaf mereka. Aku tahu kalau aku berkata untuk tidak perlu meminta maaf, mereka berdua akan terus membungkuk sampai aku menerima permintaan maaf mereka.
"Aku menerima permintaan maaf kalian, nona Karina, tuan Oliver. Jadi tolong untuk segera berhenti membungkuk karena aku merasa tidak enak," ucapku.
Setelah itu, mereka berdua pun langsung berhenti membungkuk.
"Terima kasih, Rid," ucap nona Karina.
"Terima kasih, tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.
"Iya," ucapku. 𝑓𝑟ℯ𝘦𝓌𝘦𝘣𝑛𝑜𝓋𝑒𝓁.𝑐ℴ𝓂
Setelah itu, Ratu Kayana yang sebelumnya hanya diam sambil melihat nona Karina dan komandan Oliver yang meminta maaf, kini mulai berbicara kembali.
"Baguslah kalau kalian berdua langsung meminta maaf kepada Rid. Bisa-bisanya kalian berdua meremehkan Rid setelah banyak hal di luar dugaan yang dia lakukan di kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.
"Maaf, kakak," ucap nona Karina.
"Maafkan saya, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.
"Sudah, tidak perlu meminta maaf kepadaku. Daripada itu.....," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana lalu menoleh ke arahku.
".....Jadi impianmu adalah untuk menyatukan dunia dan membuat seluruh dunia ini menjadi damai. Itu berarti kamu akan bepergian ke seluruh kerajaan atau negara yang ada di dunia ini untuk mewujudkan impianmu itu. Pantas saja sebelumnya kamu bilang kalau kamu membutuhkan sebuah pedang sebagai senjata dalam ’perjalananmu’ untuk mewujudkan impianmu,"
"Jika impianmu seperti itu, maka sepertinya mustahil bagiku untuk bisa merekrutmu menjadi bagian dari kerajaan San Fulgen," ucap Ratu Kayana.
Aku merasa bingung dengan penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Kayana itu.
"Menjadi bagian dari kerajaan San Fulgen? Apa Yang Mulia Ratu berencana untuk merekrutku menjadi prajurit kerajaan San Fulgen?," tanyaku.
"Tidak," ucap Ratu Kayana.
Aku kembali bingung dengan apa yang dikatakan Ratu Kayana.
"Tidak? Jika bukan untuk menjadi prajurit kerajaan San Fulgen, lalu anda ingin merekrutku untuk menjadi apa, Yang Mulia Ratu?," tanyaku.
"Untuk menjadi salah satu komandan prajurit," ucap Ratu Kayana.
Aku pun langsung terkejut setelah mendengar perkataan Ratu Kayana. Tidak hanya aku saja, nona Karina dan komandan Oliver pun ikut terkejut.
"Komandan prajurit!?," ucapku.
"Yang benar saja!?. Kamu ingin merekrut Rid sebagai salah satu komandan prajurit? Dia baru saja lulus dari akademi, usianya masih sangatlah muda untuk menjadi komandan prajurit," ucap nona Karina.
"Memang kenapa kalau usianya masih muda? Meski masih muda, Rid memiliki kekuatan dan kemampuan yang lebih baik dari orang-orang yang memiliki usia di atasnya. Bahkan meski dia masih muda, dia sepertinya telah menjadi orang terkuat di kerajaan ini. Ini menurut pandanganku setelah melihat dia bisa menghadapi dan melawan tuan Remy tanpa kesulitan sedikitpun," ucap Ratu Kayana.
"Bukan hanya itu saja, Yang Mulia Ratu. Saat ini semua posisi komandan prajurit telah terisi. Jika anda ingin merekrut tuan muda Rid untuk menjadi komandan prajurit, siapa komandan prajurit yang akan anda ganti posisinya untuk digantikan oleh tuan muda Rid?," tanya komandan Oliver.
"Antara Allister atau Keira. Alasan aku memilih mereka berdua karena saat ini mereka berdua lah yang terlemah di antara keempat komandan prajurit yang ada. Bukannya aku memuji Asier dan Ivana secara berlebihan hanya karena mereka berdua berasal dari keluarga San Lucia, tetapi faktanya memang mereka lah yang terkuat di antara keempat komandan prajurit,"
"Tetapi itu hanya niat awalku saja untuk mengganti Allister atau Keira. Itu karena saat itu aku berpikiran kalau mungkin Rid akan menerima untuk menjadi komandan prajurit. Tetapi setelah aku mengetahui tentang impiannya, aku sangat yakin kalau Rid akan menolaknya. Benar kan, Rid?," tanya Ratu Kayana sambil menoleh ke arahku.
"Benar, aku minta maaf karena harus menolaknya, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Sudah, sudah, tidak apa-apa. Kamu tidak perlu minta maaf," ucap Ratu Kayana.
Setelah Ratu Kayana mengatakan itu, nona Karina lalu mulai berbicara kembali.
"Jadi hal penting yang ingin kamu bicarakan dengan Rid itu adalah kamu ingin merekrut Rid untuk menjadi salah satu komandan prajurit?," tanya nona Karina.
"Iya, itu benar," ucap Ratu Kayana.
"Andaikan Rid menerimanya, meskipun kamu ingin merekrut Rid, kamu masih butuh persetujuan Duke yang lain, kakak," ucap nona Karina.
"Itu persoalan mudah, aku yakin para Duke yang lain akan setuju untuk menjadikan Rid sebagai salah satu komandan prajurit yang baru. Tetapi sayangnya Rid sendiri telah menolak untuk menjadi komandan prajurit yang baru, sayang sekali," ucap Ratu Kayana.
Nona Karina pun terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana. Sementara aku kembali meminta maaf setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Aku benar-benar minta maaf, Yang Mulia Ratu. Aku harus menolaknya karena jika aku menjadi komandan prajurit kerajaan San Fulgen, aku tidak bisa bebas bepergian ke kerajaan atau negara lain karena yang aku tahu komandan prajurit kerajaan San Fulgen hanya berfokus untuk menjaga wilayah kerajaan San Fulgen saja," ucapku.
"Sudah kubilang untuk tidak perlu meminta maaf, Ri-. Hmmmm, tunggu sebentar. Kamu menolak untuk menjadi komandan prajurit karena kamu tidak akan bisa bebas bepergian ke kerajaan atau negara lain?," tanya Ratu Kayana.
"Iya, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Hmmm ya itu masuk akal. Komandan prajurit memang tidak pernah aku tugasku untuk pergi ke kerajaan lain bila aku ada perlu ke kerajaan lain. Biasanya aku sendiri yang pergi dan itu pun ditemani oleh tuan Oliver, komandan prajurit yang lainnya tidak pernah aku utus untuk menemaniku. Kerajaan lain yang aku datangi pun hanya kerajaan-kerajaan yang ada di sekitar kerajaan ini seperti kerajaan Sedona dan kerajaan Seleria," ucap Ratu Kayana.
Setelah mengatakan itu, Ratu Kayana lalu terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Tidak lama kemudian, Ratu Kayana mulai kembali berbicara.
"Aku kepikiran sebuah ide. Bagaimana jika aku menunjukmu sebagai komandan prajurit kerajaan San Fulgen tetapi kamu tidak ditugaskan untuk menjaga wilayah kerajaan San Fulgen, melainkan untuk membangun hubungan yang baik antara kerajaan San Fulgen dengan kerajaan atau negara yang akan kamu datangi?," tanya Ratu Kayana.
Komandan Oliver dan nona Karina langsung terkejut setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Apa anda serius, Yang Mulia Ratu?," tanya tuan Oliver.
"Membangun hubungan yang baik antara kerajaan San Fulgen dengan kerajaan atau negara lain? Bukankah itu tugas diplomat? Kenapa tidak langsung menunjuk Rid untuk menjadi diplomat saja daripada menjadi komandan prajurit?," tanya nona Karina.
"Memang tugasnya Rid sama seperti seorang diplomat. Rid akan ditunjuk menjadi seorang komandan prajurit tetapi tugasnya adalah melakukan diplomasi dengan kerajaan atau negara lain. Alasan aku menunjuk Rid untuk menjadi komandan prajurit karena jika dia menjadi komandan prajurit, dia akan memiliki pasukan dan bawahannya sendiri,"
"Kamu tidak berpikir kalau kamu akan mewujudkan impianmu itu seorang diri kan, Rid?. Kamu pastinya membutuhkan rekan-rekan yang dapat membantumu untuk mewujudkan impianmu itu. Tidak hanya itu, di kerajaan ini atau di kerajaan yang akan kamu datangi nanti, pasti akan ada orang-orang yang ingin bergabung denganmu. Itu alasan kenapa kenapa aku menunjukmu sebagai komandan prajurit agar kamu memiliki pasukan dan bawahan yang akan ikut membantumu nanti," ucap Ratu Kayana sambil tersenyum.
Aku pun terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Jadi bagaimana, Rid? Apa kamu mau menerimanya? Dengan kamu menjadi komandan prajurit ini, kamu tetap dapat bepergian dengan bebas ke kerajaan lain untuk mewujudkan impianmu. Kamu tidak perlu menjaga wilayah kerajaan San Fulgen. Selain itu dengan kamu menjadi komandan prajurit kerajaan San Fulgen, itu akan lebih memudahkanmu ketika kamu sedang berada di kerajaan lain. Kamu yang telah membawa identitas sebagai perwakilan dari kerajaan San Fulgen akan lebih diterima daripada kamu tidak membawa identitas apa-apa," ucap Ratu Kayana.
Setelah Ratu Kayana mengatakan itu, aku pun langsung menanggapi perkataannya.
"Tetapi jika aku membuat kegagalan atau kekacauan di kerajaan lain, kerajaan San Fulgen akan kena imbasnya karena aku membawa identitas sebagai perwakilan kerajaan San Fulgen," ucapku.
"Tidak masalah, lagipula ini memang resiko yang harus dihadapi ketika mengirim seorang diplomat ke kerajaan lain apabila terjadi kegagalan ketika sedang membangun hubungan yang baik. Tetapi jika berhasil, kerajaan itu akan membangun hubungan yang baik dengan kerajaan San Fulgen. Kita pun juga bisa menjalin kerja sama seperti kerja sama perdagangan atau yang lainnya. Bukankah ini sesuai dengan impian yang kamu ingin wujudkan? Membuat kerajaan-kerajaan di dunia ini saling membangun hubungan baik dan saling bekerja sama, bukankah itu sama halnya dengan membuat seluruh dunia ini menjadi damai?," tanya Ratu Kayana.
Aku pun kembali terdiam setelah mendengar perkataan Ratu Kayana.
"Memang tidak bisa langsung membuat seluruh kerajaan di dunia ini saling membangun hubungan baik dan saling bekerja sama, tetapi kamu bisa memulainya dari membuat kerajaan San Fulgen membangun hubungan baik dengan kerajaan atau negara di sekitarnya,"
"Bagaimana, Rid? Apa kamu menjadi komandan prajurit yang ditugaskan untuk melakukan itu?," tanya Ratu Kayana.
Aku pun tetap terdiam tanpa menanggapi pertanyaan Ratu Kayana itu. Tetapi tidak lama kemudian, aku pun mulai menjawab pertanyaan Ratu Kayana.
"Baiklah, Yang Mulia Ratu. Aku akan menerimanya, aku akan menjadi komandan prajurit kerajaan San Fulgen yang ditugaskan untuk membangun hubungan baik dengan kerajaan atau negara lain," ucapku.
Ratu Kayana pun tersenyum setelah mendengar jawabanku, sementara nona Karina dan komandan Oliver terlihat sedikit terkejut.
"Yang benar saja!? Kamu menerimanya begitu saja, Rid!?," tanya nona Karina.
"Iya, nona. Lagipula tugas yang diberikan oleh Yang Mulia Ratu ketika aku menjadi komandan prajurit adalah untuk membangun hubungan yang baik dengan kerajaan atau negara lain. Ini sejalan dengan impianku," ucapku.
Nona Karina lalu menghela nafas setelah mendengar perkataanku.
"Haaaaah.....ya sudah jika kamu berbicara begitu," ucap nona Karina.
Setelah itu, Ratu Kayana mulai berbicara kembali.
"Baguslah kalau kamu menyetujuinya, Rid. Tetapi meski kamu telah setuju, aku harus membicarakan tentang ini terlebih dahulu dengan para Duke. Tetapi kamu tenang saja, mereka pasti akan menyetujuinya. Aku akan secepatnya memulai pembicaraan dengan mereka agar kamu juga bisa cepat menjadi komandan prajurit dan memulai perjalanan untuk mewujudkan impianmu itu," ucap Ratu Kayana.
Setelah mendengar perkataan Ratu Kayana, aku langsung menanggapi perkataannya itu.
"Tidak perlu terburu-buru, Yang Mulia Ratu. Lagipula aku berencana untuk tidak langsung memulai perjalananku dalam waktu dekat," ucapku.
Ratu Kayana terlihat bingung setelah mendengar perkataanku.
"Kenapa, Rid?," tanya Ratu Kayana.
"Aku harus melakukan persiapan terlebih dahulu, Yang Mulia Ratu. Aku harus menjadi lebih kuat terlebih dahulu sebelum aku memulai perjalanan untuk mewujudkan impianku. Karena untuk mewujudkan impianku itu, pastinya akan muncul orang-orang yang mau menghalangiku. Orang-orang itu mungkin saja lebih kuat dari tuan Remy yang telah menjadi iblis. Aku harus menjadi lebih kuat agar aku bisa lebih mudah menghadapi mereka. Selain itu, aku harus menjadi lebih kuat untuk melindungi orang-orang yang mungkin nanti akan membantuku untuk mewujudkankan impianku,"
"Untuk menjadi lebih kuat, aku akan berlatih selama setahun penuh. Jadi selama setahun ini, meski anda telah melakukan pembicaraan dengan para Duke dan para Duke telah setuju untuk menunjukku sebagai komandan prajurit, tolong jangan langsung melantikku untuk menjadi komandan prajurit, Yang Mulia Ratu. Biarkan aku untuk fokus menjalani latihan selama setahun penuh,"
"Setelah latihanku selama setahun penuh selesai, aku bersedia untuk langsung dilantik dan langsung menjalankan tugasku untuk menjadi komandan prajurit itu," ucapku.
Setelah mendengar penjelasanku itu, Ratu Kayana pun langsung menanggapinya.
"Meski kamu sudah sekuat ini, tetapi kamu masih ingin menjadi lebih kuat lagi. Hmm baiklah, aku akan melantikmu tahun depan setelah latihanmu selesai. Selama latihanmu berlangsung, aku berjanji untuk tidak mengganggumu seperti memanggilmu untuk datang kesini," ucap Ratu Kayana.
"Terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucapku sambil sedikit membungkuk.
"Iya, sama-sama, Rid," ucap Ratu Kayana.
Setelah itu, aku, Ratu Kayana, komandan Oliver dan nona Karina pun berhenti untuk membahas tentang impianku ataupun penunjukanku sebagai komandan prajurit dan beralih untuk membahas hal lain.
Namun beberapa menit kemudian, Ratu Kayana tiba-tiba membahas soal komandan prajurit itu lagi.
"Ngomong-ngomong, Rid, karena kamu nanti akan menjadi komandan prajurit dan memiliki pasukan, pasukanmu itu tentu harus memiliki nama seperti pasukan milik keempat komandan prajurit kerajaan ini. Karena tugas pasukan milikmu nanti berbeda dengan tugas para prajurit kerajaan ini yang bertugas untuk menjaga wilayah kerajaan ini, maka bisa dibilang kalau pasukan yang kamu punya merupakan pasukan khusus,"
"Apa kamu sudah memiliki nama untuk pasukan khusus yang akan kamu pimpin ini?," tanya Ratu Kayana.
Aku pun terdiam sambil memikirkan sesuatu setelah mendengar pertanyaan Ratu Kayana. Tidak lama kemudian, aku lalu menjawab pertanyaan Ratu Kayana.
"Aku sudah memiliki nama untuk pasukan yang akan aku pimpin ini, Yang Mulia Ratu. Pasukan ini nanti akan aku beri nama.....’Peace Hunter’," ucapku.
-Bersambung
- Chapter 513 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 512 : Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 511 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 510 : Dimulainya Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5
- Chapter 508 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 4
- Chapter 507 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 3
- Chapter 506 : Ajakan Undine
- Chapter 505 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 2
- Chapter 504 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho
- Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2
- Chapter 502 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya
- Chapter 501 : Orang-Orang Yang Berharap
- Chapter 500 : Orang-Orang Yang Percaya
- Chapter 499 : Hari Peringatan 1 Tahun
- Chapter 498 : Orang-Orang Yang Ingin Menjadi Lebih Kuat
- Chapter 497 : Syarat Dari Duchess Arlet
- Chapter 496 : Ruangan Penyimpanan Harta Kerajaan San Fulgen
- Chapter 495 : Keyakinan Ratu Kayana
- Chapter 494 : Putri Keluarga San Estella
- Chapter 493 : Putri Ras Malaikat
- Chapter 492 : Papan Pengingat Sebuah Desa
- Chapter 491 : Hari Terakhir di Akademi
- Chapter 490 : Pertemuan Terakhir Anggota Elevrad
- Chapter 489 : Tanggung Jawab Holy Kingdom
- Chapter 488 : Tujuan Organisasi
- Chapter 487 : Divine Earth Elemental Spirits, Terra
- Chapter 486 : Laviena vs Undine part 3
- Chapter 485 : Laviena vs Undine part 2
- Chapter 484 : Laviena vs Undine
- Chapter 483 : Kedatangan Yang Sia-Sia
- Chapter 482 : Rencana Pembukaan Kembali Akademi
- Chapter 481 : Perjalanan Kembali Menuju Akademi
- Chapter 480 : Pencarian Informasi Ras Siren
- Chapter 479 : Iblis Yang Ditakuti
- Chapter 478 : Demon Sovereign Commanders, Leirion Vermeil von Lorea
- Chapter 477 : Leirion vs Nexus
- Chapter 476 : Kebimbangan Duchess Arlet
- Chapter 475 : Identitas Sebenarnya
- Chapter 474 : Impian Yang Mustahil
- Chapter 473 : Perbatasan Laut
- Chapter 472 : Pesan Dari Kepala Akademi
- Chapter 471 : Kepulangan Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 470 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari part 2
- Chapter 469 : Tekanan Aura Yang Tidak Disadari
- Chapter 468 : Peralatan Dwarf
- Chapter 467 : Pesan Holy Maiden
- Chapter 466 : Masalah Benua Utara
- Chapter 465 : Gertakan Palsu
- Chapter 464 : Ancaman High Priest Theodor
- Chapter 463 : Sebuah Pilihan
- Chapter 462 : Suara Yang Terasa Familiar
- Chapter 461 : Orang-Orang Yang Mendapatkan Blessing
- Chapter 460 : Masalah Perekrutan Rid
- Chapter 459 : Ketertarikan Nona Laviena
- Chapter 458 : Sebuah Pion
- Chapter 457 : Ambisi High Priest Theodor
- Chapter 456 : Kalung Liontin
- Chapter 455 : Tamu Tak Diundang
- Chapter 454 : Prajurit Yang Menyalahkan
- Chapter 453 : Mari Lakukan Bersama
- Chapter 452 : Rid dan High Priest Julian
- Chapter 451 : Suara Teriakan
- Chapter 450 : Memanggil Bantuan
- Chapter 449 : Rahasia Yang Diberitahukan
- Chapter 448 : Irene vs High Priest Julian
- Chapter 447 : Golem Raksasa
- Chapter 446 : High Priest Julian
- Chapter 445 : Rasa Hormat Elsie
- Chapter 444 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 3
- Chapter 443 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux part 2
- Chapter 442 : Gelang Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 441 : Masa Lalu Elsie
- Chapter 440 : Rid dan Elsie
- Chapter 439 : Penyerangan di Kediaman Duke San Lucia
- Chapter 438 : Peti Mati Para Bangsawan
- Chapter 437 : Halaman White Palace
- Chapter 436 : Keistimewaan Gereja Sancta Lux
- Chapter 435 : Pengejaran Orang Mencurigakan part 2
- Chapter 434 : Pengejaran Orang Mencurigakan
- Chapter 433 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 3
- Chapter 432 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine part 2
- Chapter 431 : Pencarian Informasi di Pelabuhan San Quentine
- Chapter 430 : Wanita Yang Bersenandung
- Chapter 429 : Kristal Komunikasi Pemberian
- Chapter 428 : Tempat Latihan Rahasia di Wilayah San Lucia
- Chapter 427 : Informasi Yang Salah
- Chapter 426 : Menuju Tempat Latihan Rahasia
- Chapter 425 : Rid, Duke Louis dan Duchess Arlet
- Chapter 424 : Menyembunyikan Keberadaan
- Chapter 423 : Surat Kabar Setelah Insiden Penyerangan
- Chapter 422 : Kekhawatiran Senior Gretta
- Chapter 421 : High Priest Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 420 : 2 Sisi Yang Berbeda
- Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux
- Chapter 418 : Gereja Sancta Lux Kota San Lucia
- Chapter 417 : Meninggalkan Akademi
- Chapter 416 : Pemberitahuan Dari Kepala Akademi
- Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2
- Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara
- Chapter 413 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen part 2
- Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen
- Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi
- Chapter 410 : Kebohongan dan Ketidakpercayaan
- Chapter 409 : Rid dan Komandan Oliver
- Chapter 408 : Impian Yang Konyol
- Chapter 407 : Efek Samping
- Chapter 406 : Saran Nona Leirion
- Chapter 405 : Mereka Yang Melakukan Pergerakan
- Chapter 404 : Rid dan Nona Leirion
- Chapter 403 : Permintaan Maaf Duke Remy
- Chapter 402 : Sihir Pamungkas Duke Remy
- Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2
- Chapter 400 : Rid vs Duke Remy
- Chapter 399 : Light of Aurora
- Chapter 398 : Senjata Sihir
- Chapter 397 : Pedang Peninggalan Orang Tua
- Chapter 396 : Kekhawatiran Rid
- Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh
- Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan
- Chapter 393 : Permintaan Rid part 2
- Chapter 392 : Permintaan Rid
- Chapter 391 : Kemarahan Duke Remy
- Chapter 390 : Dalang Penyerangan Akademi & Desa Aston
- Chapter 389 : Nona Karina & Nona Violetta vs Duke Remy
- Chapter 388 : Tugas Kepala Akademi
- Chapter 387 : Kemarahan dan Tekanan Aura
- Chapter 386 : Menepati Janji
- Chapter 385 : Masih Belum Berakhir
- Chapter 384 : Blessing of Full Healing
- Chapter 383 : Serangan Yang Mirip
- Chapter 382 : Aqua Judgement
- Chapter 381 : Charles & Chloe vs Duke Remy
- Chapter 380 : Permintaan Nona Violetta
- Chapter 379 : Rid vs Komandan Dayne & Vyn
- Chapter 378 : Dilema Rid
- Chapter 377 : Permintaan Terakhir Duchess Arnett
- Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3
- Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2
- Chapter 374 : Duchess Arnett dan Nona Violetta
- Chapter 373 : Pertempuran Antar Makhluk Ciptaan
- Chapter 372 : Ice Star - Polaris
- Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta
- Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2
- Chapter 369 : Ibu dan Anak
- Chapter 368 : Wrath of Gravity
- Chapter 367 : Ratu Kerajaan San Fulgen
- Chapter 366 : Dark Wood Sword
- Chapter 365 : Komandan Oliver vs Duke Remy part 2
- Chapter 364 : Komandan Oliver vs Duke Remy
- Chapter 363 : Pertolongan Untuk Ratu Kayana
- Chapter 362 : Dark Wood Spear
- Chapter 361 : Sandiwara Duke Remy
- Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy
- Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda
- Chapter 358 : Ice Coffin
- Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor
- Chapter 356 : Kekecewaan Chloe
- Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian part 2
- Chapter 354 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Florian
- Chapter 353 : Serangan Gabungan
- Chapter 352 : Hutan Labirin part 2
- Chapter 351 : Hutan Labirin
- Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi
- Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi
- Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic
- Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta
- Chapter 346 : Prajurit Penjaga Ibukota San Estella
- Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan
- Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen
- Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan
- Chapter 342 : Menyambut Tamu Yang Datang
- Chapter 341 : Rapat Yang Cukup Intens
- Chapter 340 : Ujian Keempat Tahun Keempat
- Chapter 339 : Hal Yang Luar Biasa
- Chapter 338 : Efek Samping Armor of Ice Spirits
- Chapter 337 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia part 2
- Chapter 336 : Teknik Terlarang Keluarga San Lucia
- Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya
- Chapter 334 : Manusia Berambut Putih
- Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir
- Chapter 332 : Para Naga Es
- Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia
- Chapter 330 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet part 2
- Chapter 329 : Ratu Kayana dan Duchess Arlet
- Chapter 328 : Permohonan Duke Louis
- Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2
- Chapter 326 : Hubungan Yang Serius
- Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang
- Chapter 324 : Hellfire Healing Cloak
- Chapter 323 : Snow Palace
- Chapter 322 : Menuju Kota San Lucia
- Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana
- Chapter 320 : Tentang Ujian Khusus
- Chapter 319 : Menjadi Murid Tahun Ketiga
- Chapter 318 : Nama Pemberian
- Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois
- Chapter 316 : Rencana Baru part 2
- Chapter 315 : Rencana Baru
- Chapter 314 : Kekuatan Yang Tidak Disadari
- Chapter 313 : Pemakaman Desa Aston
- Chapter 312 : Menuju Desa Aston
- Chapter 311 : Perasaan Yang Sebenarnya
- Chapter 310 : Kekhawatiran Nona Karina
- Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua
- Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan
- Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik
- Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part 2
- Chapter 305 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta
- Chapter 304 : Pesan Dari Duke Louis
- Chapter 303 : Si Bodoh dan Kerajaan Framtida
- Chapter 302 : Tujuan Yang Sama
- Chapter 301 : Rencana Jangka Panjang
- Chapter 300 : Ambisi Duke Remy
- Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2
- Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy
- Chapter 297 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 296 : Rid, Charles dan Hal Yang Ingin Dibicarakan
- Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4
- Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3
- Chapter 293 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 292 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 291 : Orang Yang Kompeten
- Chapter 290 : Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 289 : Kekhawatiran Para Murid
- Chapter 288 : Surat Kabar Yang Menghebohkan part 2
- Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan
- Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta
- Chapter 285 : Waktu Berdua
- Chapter 284 : Pemberian Dari Nona Karina
- Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene
- Chapter 282 : Permintaan Maaf Irene
- Chapter 281 : Kembalinya Rid ke Akademi part 2
- Chapter 280 : Kembalinya Rid ke Akademi
- Chapter 279 : Hadiah Dari Duke Louis
- Chapter 278 : Akhir Diskusi di Gedung Pengadilan
- Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian
- Chapter 276 : Komandan Violetta vs Florian
- Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian
- Chapter 274 : Asumsi Ratu Kayana
- Chapter 273 : Tuduhan Duke Remy
- Chapter 272 : Julukan Baru
- Chapter 271 : Orang-Orang Gereja
- Chapter 270 : Kekhawatiran Dua Komandan
- Chapter 269 : Sesuatu Hal Yang Licik
- Chapter 268 : Gravity Compression - Sphere
- Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2
- Chapter 266 : Komandan Prajurit San Fulgen
- Chapter 265 : Manchineel Death Slash
- Chapter 264 : Penyihir Gravitasi
- Chapter 263 : Bidak Yang Berharga
- Chapter 262 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 3
- Chapter 261 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap part 2
- Chapter 260 : Rencana Kejahatan Besar Yang Terungkap
- Chapter 259 : Court of San Fulgen
- Chapter 258 : Menuju Gedung Pengadilan Kerajaan
- Chapter 257 : Pandangan Terhadap Para Duke
- Chapter 256 : Bangsawan Jatuh
- Chapter 255 : Kabar Tentang Rid part 3
- Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2
- Chapter 253 : Kabar Tentang Rid
- Chapter 252 : Jebakan Prajurit Duke
- Chapter 251 : Teman di Akademi
- Chapter 250 : Great Burning Slash
- Chapter 249 : Penyerangan di Hutan Hevea part 4
- Chapter 248 : Penyerangan di Hutan Hevea part 3
- Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2
- Chapter 246 : Penyerangan di Hutan Hevea
- Chapter 245 : Pengantaran Proposal part 2
- Chapter 244 : Pengantaran Proposal
- Chapter 243 : Aktivitas Santai Violetta
- Chapter 242 : Pasangan Monster part 2
- Chapter 241 : Pasangan Monster
- Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad
- Chapter 239 : Sesuatu Yang Mencurigakan
- Chapter 238 : Elaina dan Elevrad
- Chapter 237 : Healing Fire Blanket
- Chapter 236 : Pertandingan Harian, Irene vs Elaina
- Chapter 235 : Putri Es dan Putri Pedang
- Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad
- Chapter 233 : Trauma Violetta
- Chapter 232 : Bencana Berjalan
- Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine
- Chapter 230 : Latihan Tanding, Rid vs Violetta
- Chapter 229 : Informasi Tentang Tahun Kedua
- Chapter 228 : Hari Pertama Menjadi Murid Tahun Kedua
- Chapter 227 : Engill Forstorelse
- Chapter 226 : Laporan Untuk Tuan Raven part 3
- Chapter 225 : Laporan Untuk Tuan Raven part 2
- Chapter 224 : Laporan Untuk Tuan Raven
- Chapter 223 : Kota di Dalam Gua
- Chapter 222 : Percobaan Lain Duke Remy
- Chapter 221 : Diskusi Antara Ketiga Duke
- Chapter 220 : Produk Gagal
- Chapter 219 : Latihan Tanding 3 Kelompok
- Chapter 218 : Putri Pedang
- Chapter 217 : Wakil Ketua Elevrad Yang Baru
- Chapter 216 : Teknik Demi-Human
- Chapter 215 : Hari Kelulusan dan Hari Kenaikan
- Chapter 214 : Salam Perpisahan Anggota Elevrad
- Chapter 213 : Kekecewaan Tuan Alan
- Chapter 212 : Pusat Perhatian
- Chapter 211 : Surat Kabar Yang Beredar
- Chapter 210 : Rid dan Duke Louis
- Chapter 209 : Hadiah Kontribusi
- Chapter 208 : Duke Remy dan Violetta
- Chapter 207 : Seseorang Yang Setara Dengan Komandan Prajurit
- Chapter 206 : Kekhawatiran Komandan Tertinggi
- Chapter 205 : Prioritas Untuk Dilindungi
- Chapter 204 : Kejadian Yang Saling Berkaitan
- Chapter 203 : Tugas Dari Tuan
- Chapter 202 : Great Fire Roar
- Chapter 201 : Lawan Yang Menarik Untuk Dihadapi
- Chapter 200 : Flame Slasher
- Chapter 199 : Rid vs Ludmilla
- Chapter 198 : Plant Magic
- Chapter 197 : Insiden Penyerangan Akademi
- Chapter 196 : Festival Akademi Hari Kedua
- Chapter 195 : Putri Caroline
- Chapter 194 : Festival Akademi
- Chapter 193 : Perayaan Setelah Turnamen Akademi
- Chapter 192 : Penutupan Turnamen Akademi
- Chapter 191 : Rid, Irene dan Komandan Asier
- Chapter 190 : Akhir Pertandingan Final Turnamen Akademi
- Chapter 189 : Orang Kedua
- Chapter 188 : Teknik Pembunuh Naga
- Chapter 187 : Reflek Yang Luar Biasa
- Chapter 186 : Final Turnamen Akademi, Vyn vs Rid
- Chapter 185 : Menunda Kemenangan
- Chapter 184 : Teknik Yang Merepotkan
- Chapter 183 : Final Turnamen Akademi, Gretta vs Alisha
- Chapter 182 : Putri Seorang Duke
- Chapter 181 : Perebutan Juara Ketiga, Irene vs Nadine
- Chapter 180 : Pertandingan Perebutan Juara Ketiga
- Chapter 179 : Ketiga Duke dan Ketiga Duchess
- Chapter 178 : Alasan Yang Dibuat-buat
- Chapter 177 : Pembicaraan Rahasia
- Chapter 176 : Menang Tapi Tak Senang
- Chapter 175 : Semifinal Turnamen Akademi, Gretta vs Irene
- Chapter 174 : Persiapan Menuju Pertandingan Semifinal Terakhir
- Chapter 173 : Tebasan Air Beruntun
- Chapter 172 : Semifinal Turnamen Akademi, Darryl vs Rid
- Chapter 171 : Wujud Asli dan Wujud Ilusi
- Chapter 170 : Semifinal Turnamen Akademi, Alisha vs Nadine
- Chapter 169 : Babak Semifinal Turnamen Akademi
- Chapter 168 : Tebakan Yang Salah
- Chapter 167 : 8 Besar Turnamen Akademi, Irene vs Amelia
- Chapter 166 : Pertandingan Terakhir di 8 Besar
- Chapter 165 : Perdebatan Yang Tidak Penting
- Chapter 164 : Peluru Pemantul dan Peluru Penghancur
- Chapter 163 : 8 Besar Turnamen Akademi, Chloe vs Nadine
- Chapter 162 : Babak 8 Besar Turnamen Akademi
- Chapter 161 : Tidak Akan Ada Yang Berubah
- Chapter 160 : Turnamen Akademi, Vyn vs Noa
- Chapter 159 : Turnamen Akademi
- Chapter 158 : Sebuah Keyakinan
- Chapter 157 : Kualifikasi Turnamen Akademi
- Chapter 156 : Format Turnamen
- Chapter 155 : Persiapan Turnamen dan Festival Akademi
- Chapter 154 : Suasana Yang Sama
- Chapter 153 : Meninggalkan Kota San Minerva
- Chapter 152 : Akhir Ujian Keempat
- Chapter 151 : Rencana Yang Kejam
- Chapter 150 : Rasa Hormat Rid
- Chapter 149 : Bekerja Sama di Ujian
- Chapter 148 : Ujian di Alam Liar
- Chapter 147 : Silver Magic
- Chapter 146 : Komandan Pasukan Silver Peacock
- Chapter 145 : Sebuah Firasat
- Chapter 144 : Ujian Keempat Tahun Pertama
- Chapter 143 : Tempat Latihan Prajurit Duke San Minerva
- Chapter 142 : Berkeliling Kota San Minerva
- Chapter 141 : Kediaman Duke San Minerva
- Chapter 140 : Kota San Minerva
- Chapter 139 : Persiapan Ujian Keempat
- Chapter 138 : Surat Untuk Putri Amelia
- Chapter 137 : Hal Yang Beruntung
- Chapter 136 : Wajah Yang Sama
- Chapter 135 : Konten Ujian
- Chapter 134 : Akhir Ujian Ketiga
- Chapter 133 : Artifact Sihir Penciptaan
- Chapter 132 : Serigala Api
- Chapter 131 : Ujian Ketiga Tahun Pertama
- Chapter 130 : Orang Yang Harus Diwaspadai
- Chapter 129 : Anggota Resmi Elevrad
- Chapter 128 : Bergabung Dengan Elevrad
- Chapter 127 : Perayaan Tahun Baru di Akademi
- Chapter 126 : Pesan Kepada Ibunda
- Chapter 125 : Akhir Ujian Kedua
- Chapter 124 : Akhir Pertandingan Rid vs Irene
- Chapter 123 : Teknik Rahasia Keluarga
- Chapter 122 : Noa & Irene vs Rid & Julie
- Chapter 121 : Orang Yang Penuh Dengan Rahasia
- Chapter 120 : Kotaro & Lily vs Ray & Leandra
- Chapter 119 : Pasangan Terkuat Ujian Kedua
- Chapter 118 : Noa & Irene vs Chloe & Mauro
- Chapter 117 : Ujian Kedua Tahun Pertama
- Chapter 116 : Persiapan Ujian Kedua
- Chapter 115 : Primadona Akademi
- Chapter 114 : Tempat Latihan Khusus
- Chapter 113 : Frost Wolf
- Chapter 112 : Kemungkinan-Kemungkinan Lainnya
- Chapter 111 : Tekanan Aura
- Chapter 110 : Mantan Bangsawan
- Chapter 109 : Gedung Staf dan Pengajar
- Chapter 108 : Murid Terkuat Akademi
- Chapter 107 : Sebuah Julukan
- Chapter 106 : Akhir Ujian Pertama
- Chapter 105 : Tingkat Kesulitan Ujian Pertama
- Chapter 104 : Ujian Pertama Tahun Pertama
- Chapter 103 : Persiapan Ujian Pertama
- Chapter 102 : Informasi Untuk Duke
- Chapter 101 : Kapasitas Mana
- Chapter 100 : Pertemuan Rahasia
- Chapter 99 : Kunjungan Pertama
- Chapter 98 : Hell of Roses
- Chapter 97 : Garden of Roses
- Chapter 96 : Pertandingan Harian, Rid vs Amelia
- Chapter 95 : Putri Mawar
- Chapter 94 : Taruhan Antar Putri Duke
- Chapter 93 : Kekasih Putri Es
- Chapter 92 : Hari Libur di Akademi
- Chapter 91 : Surat Untuk Noa
- Chapter 90 : Masa Lalu Leandra
- Chapter 89 : Keributan di Perpustakaan
- Chapter 88 : Sebuah Surat
- Chapter 87 : Perpustakaan Akademi
- Chapter 86 : Impian Yang Konyol
- Chapter 85 : Kerja Sama Antara Rid dan Irene
- Chapter 84 : Lamaran Palsu Putri Irene
- Chapter 83 : Janji Pertemuan
- Chapter 82 : Kepercayaan Diri
- Chapter 81 : Nona Sekretaris Elevrad
- Chapter 80 : Murid Tahun Keempat
- Chapter 79 : Ketua Elevrad, Vyn Laterza
- Chapter 78 : Auman Naga
- Chapter 77 : Aqua Slayer Slash
- Chapter 76 : Aqua Longsword
- Chapter 75 : Pertandingan Harian, Rid vs Charles
- Chapter 74 : Rid dan Putri Irene
- Chapter 73 : Tarian Pedang Salju
- Chapter 72 : Tempat Latihan Tahun Pertama
- Chapter 71 : Rahasia Rid
- Chapter 70 : Pangeran Charles dan Putri Amelia
- Chapter 69 : Kerajaan Yang Hancur, Framtida
- Chapter 68 : Malaikat dan Iblis
- Chapter 67 : Sihir Elemen Dasar
- Chapter 66 : Kabar Mengejutkan
- Chapter 65 : Badai Melawan Ombak
- Chapter 64 : Benturan Air dan Angin
- Chapter 63 : Pertandingan Harian, Charles vs Noa
- Chapter 62 : Sihir Penyembuhan
- Chapter 61 : Pertandingan Harian Pertama
- Chapter 60 : Kedua Putri Duke
- Chapter 59 : Gedun-Gedung Akademi
- Chapter 58 : Sistem Poin
- Chapter 57 : Peraturan Akademi
- Chapter 56 : Hari Pertama di Akademi
- Chapter 55 : Penyambutan Murid Baru
- Chapter 54 : Alasan Sebenarnya
- Chapter 53 : Berkeliling Di Sekitar Akademi
- Chapter 52 : Dua Pangeran
- Chapter 51 : Penunjukan Wali Kelas
- Chapter 50 : Asrama Murid
- Chapter 49 : Peringatan Javier
- Chapter 48 : Berakhirnya Ujian Masuk Akademi
- Chapter 47 : Peserta Yang Lolos Ujian
- Chapter 46 : Sebuah Tugas Baru
- Chapter 45 : Percakapan Antar Saudari
- Chapter 44 : Laporan Tentang Javier
- Chapter 43 : Berakhir Ujian Tahap Ketiga
- Chapter 42 : Akhir Pertandingan
- Chapter 41 : Flame Slayer Slash
- Chapter 40 : Waktu Bermain Sudah Habis
- Chapter 39 : Sihir Tingkat Tinggi
- Chapter 38 : Sebuah Rumor
- Chapter 37 : Sesuatu Yang Aneh
- Chapter 36 : Cluster Flame Ball
- Chapter 35 : Sihir Peningkatan
- Chapter 34 : Ujian Tahap Ketiga, Rid vs Javier
- Chapter 33 : Penantian
- Chapter 32 : Putri Chloe dan Putri Irene
- Chapter 31 : Putri Es
- Chapter 30 : Fire Piercing Arrow
- Chapter 29 : Tekad Chloe
- Chapter 28 : Kemenangan
- Chapter 27 : Freezing Air Slash
- Chapter 26 : Ujian Tahap Ketiga, Irene vs Jeremy
- Chapter 25 : Ujian Tahap Ketiga, Chloe vs Emily
- Chapter 24 - 23 : Hal Tersembunyi di Ujian Ketiga
- Chapter 23 : Protes Javier
- Chapter 22 : Magic Martial Arts
- Chapter 21 : Kontrak dengan Senjata
- Chapter 20 : Wind Ballista
- Chapter 19 : Ujian Tahap Ketiga, Noa vs Alfred
- Chapter 18 : Forging Magic
- Chapter 17 : Ujian Masuk Tahap Ketiga
- Chapter 16 : Manipulasi Sihir dan Mana
- Chapter 15 : Setelah Ujian Kedua
- Chapter 14 : Hasil Ujian Kedua
- Chapter 13 : Pangeran Charles dan Putri Irene
- Chapter 12 : Ujian Masuk Tahap Kedua
- Chapter 11 : Sebelum Ujian Kedua
- Chapter 10 : Hipotesis Rid
- Chapter 9 : Rid dan Pangeran Charles
- Chapter 8 : Hasil Ujian Pertama
- Chapter 7 : Setelah Ujian Pertama
- Chapter 6 : Ujian Masuk Tahap Pertama
- Chapter 5 : Pembukaan Ujian Masuk Akademi
- Chapter 4 : San Fulgen Akademiya
- Chapter 3 : Ibukota San Estella
- Chapter 2 : Perjalanan Menuju Ibukota
- Chapter 1 : Awal Mula
Comments